Kisah Nabi Sulaiman
- internet
Penaklukan Saba'
Kisah Nabi Sulaiman yang satu ini pasti sudah sering didengar, yakni tentang kisah Nabi Sulaiman yang berhasil menundukkan kerajaan Saba' dan mengembalikan kerajaan ini agar mau menyembah Allah SWT hanya dengan kecerdikan.
Diceritakan bahwa saat itu Nabi Sulaiman tertarik untuk mengunjungi sebuah wilayah tak jauh dari kerajaannya. Beliau terkesima dengan teknologi yang telah berhasil mengubah tanah yang tandus menjadi subur dan hijau. Nabi Sulaiman ingin teknologi yang sama diterapkan di kerajaannya agar masyarakatnya semakin sejahtera.
Singkat cerita, ia pun berangkat bersama pasukannya dan ditemani pula oleh burung hudhud yang sangat lihai mencari air yang tersembunyi di balik tanah. Namun dalam perjalanan hudhud menghilang. Nabi Sulaiman pun berang dan berjanji menghukumnya jika tak segera kembali.
Sang hudhud pun tak lama kembali bergabung dengan pasukan. Ia menceritakan penemuannya tentang sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang yang cerdik lagi kaya raya. Lalu hudhud melanjutkan, bahwa pemerintahan dan rakyat negara bernama Saba' ini ternyata dikelabui iblis sehingga menyembah matahari.
Untuk mencari tahu kebenarannya, Nabi Sulaiman lalu menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Balqis, sang ratu pemimpin Saba'. Ia memerintahkan hudhud tersebut untuk mengantarkannya dan bersembunyi setelahnya untuk mengetahui reaksi Balqis saat membacanya.
Hudhud mematuhi perintah tuannya dan segera setelah menjatuhkan surat tersebut ia pun terbang bersembunyi. Surat tersebut berisi permintaan sekaligus ancaman. Isinya berbunyi: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. An-Naml, ayat 30-31)
Balqis, sang Ratu Saba' merasa gusar dengan isi surat tersebut. Ia segera memanggil menteri dan para penasihat kerajaannya untuk berdiskusi tentang bagaimana merespon surat tersebut. Sebagian besar dari mereka merasa bahwa mereka harus menjawab surat tersebut di medan perang.
Namun, dengan kebijaksanaan dan kesabarannya, Balqis berkata bahwa perdamaian dan persahabatan merupakan pilihan yang lebih baik. Juga bahwa perang hanya akan membawa penghinaan, perbudakan, dan menghancurkan hal-hal baik. Tak hanya itu, Balqis juga memerintahkan bawahannya untuk memberikan hadiah yang besar dan istimewa bagi Nabi Sulaiman sebagai tanda hormat dan persahabatan.
Load more