Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam
- Khairul Umam/Media Center Haji 2024
Masjid Nabawi mulanya memiliki tiga pintu.
Pertama, Bab Utsman atau Babun Nabi karena pintu ini sering dilalui oleh Rasulullah.
Namun pintu itu kini dikenal dengan Bab Jibril.
Kedua, Bab Atikah sebelah barat masjid. Pintu ini kini dikenal dengan Babur Rahmah.
Ketiga, Bab Umar yang terletak ke arah selatan masjid.
Pintu Bab Umar ditutup oleh Rasulullah SAW setelah ada pengalihan kiblat shalat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.
Bab Umar kemudian diganti dengan pintu baru yang mengarah ke utara. (Shihab, 2018 M: 486).
Fondasi Masjid Nabawi terdiri atas batu-batu keras.
Sedangkan dindingnya terbuat dari batu bata tanah liat.
Adapun tiang-tiang masjid terdiri atas batang-batang pohon kurma.
Tinggi Masjid Nabawi hanya mencapai 2.5 meter.
Setelah diperluas, tinggi masjid mencapai 3 meter. Atap masjid terbuat dari daun-daun kurma.
Sedangkan awal-awalnya masjid mulia ini tidak berlantai.
Tidak jarang anjing berkeliaran di sana dan sahabat nabi melakukan shalat dengan mengenakan alas kaki. (Shihab, 2018 M: 486-487).
Awalnya Masjid Nabawi Tidak Memiliki Mimbar
![]()
Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam (Sumber: Media Center Haji 2024)
Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah di atas gundukan tanah yang lebih tinggi.
Para sahabat kemudian membuatkan Rasulullah sejenis mimbar dari batang pohon kurma yang dapat disandarkan Rasulullah ketika letih terlalu lama berdiri.
Masjid Nabawi dibangun tidak hanya sebagai tempat ibadah.
Masjid terhormat setelah Masjidil Haram ini dibangun sebagai pusat kegiatan umat, yaitu musyawarah, kajian, latihan bela negara, pengobatan, dan juga fungsi penampungan fakir miskin tanpa tempat tinggal yang dikenal dengan Ashabus Suffah.
Bahkan mereka inilah yang kemudian hari menjadi orang yang berpengaruh besar dalam membentuk peradaban Islam. (Shihab, 2018 M: 487).
Di kemudian hari Masjid Nabawi terus mengalami pemugaran. Pada Oktober 1985, proyek perluasan Masjid Nabawi dimulai.
Kini lantai dasar Masjid Nabawi mencapai seluas 98.000 meter dengan daya tampung sekira 167.000 jamaah. Sementara luas lantai atasnya mencapai 67.000 meter dengan daya tampung jamaah sekira 90.000 jamaah.
Load more