Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam
- Khairul Umam/Media Center Haji 2024
Madinah, tvOnenews.com - Masjid Nabawi, adalah tempat tersuci kedua bagi umat Islam di dunia.
Masjid yang berada di Kota Nabi ini memiliki magnet yang luar biasa.
Tim tvOnenews.com yang menjadi anggota Media Center Haji Daerah Kerja (Daker) Madinah tahun 2024 berkesempatan merasakan bagaimana rindunya umat Rasulullah SAW kepada Baginda Nabi tercinta.
Tangisan bahkan tumpah ruah ketika setiap jemaah menginjakkan kakinya pertama kali ke Masjid Nabawi.
Terlebih ketika berada di Raudhah, atau taman surga, tempat di antara kamar dan Mimbar Baginda Rasul.
Setiap umat Muslim akan menetaskan air mata bahkan menangis sejadi-jadinya ketika memanjatkan doa.
Shalawat tak pernah henti terucap dari setiap bibir jemaah yang datang ke Masjid Nabawi.
Itulah bukti kecintaan umat Islam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Sejarah Masjid Nabawi
![]()
Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam (Sumber: Media Center Haji 2024)
Masjid Nabawi dibangun pada masa Nabi Muhammad SAW, tahun pertama Hijriyah bertepatan dengan 622 M.
Masjid Nabawi dibangun di atas lahan seluas 70 x 60 hasta atau sekira 31,5 x 27 meter.
Masjid Nabawi dibangun di atas tempat unta Nabi Muhammad SAW berdeku ketika sampai di Madinah.
Lokasi masjid Nabawi mulanya adalah lahan milik dua anak yatim, Sahal dan Suhail bin Nafi’ bin Umar bin Tsa’labah yang dijadikan tempat mengeringkan kurma.
Lahan yang di atasnya terdapat makam tua dan beberapa pohon korma itu kemudian dibebaskan oleh Rasulullah SAW.
Setelah sejumlah pohon kurma ditebang dan makam dipindahkan, Rasulullah SAW kemudian membangun Masjid Nabawi di atas lahan tersebut.
Seiring dengan kebutuhan jamaah yang lebih tinggi, Masjid Nabawi diperluas pada tahun ke-7 H atau 628 M.
Pada tahun ke-7 H ini, luas Masjid Nabawi menjadi 100 x 100 hasta atau sekira 45 x 45 meter. (Quraish Shihab, Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Sahih, [Tangsel, Lentera Hati: 2018 M], halaman 486).
Pintu Masjid Nabawi
Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam (Sumber: Media Center Haji 2024)
Masjid Nabawi mulanya memiliki tiga pintu.
Pertama, Bab Utsman atau Babun Nabi karena pintu ini sering dilalui oleh Rasulullah.
Namun pintu itu kini dikenal dengan Bab Jibril.
Kedua, Bab Atikah sebelah barat masjid. Pintu ini kini dikenal dengan Babur Rahmah.
Ketiga, Bab Umar yang terletak ke arah selatan masjid.
Pintu Bab Umar ditutup oleh Rasulullah SAW setelah ada pengalihan kiblat shalat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.
Bab Umar kemudian diganti dengan pintu baru yang mengarah ke utara. (Shihab, 2018 M: 486).
Fondasi Masjid Nabawi terdiri atas batu-batu keras.
Sedangkan dindingnya terbuat dari batu bata tanah liat.
Adapun tiang-tiang masjid terdiri atas batang-batang pohon kurma.
Tinggi Masjid Nabawi hanya mencapai 2.5 meter.
Setelah diperluas, tinggi masjid mencapai 3 meter. Atap masjid terbuat dari daun-daun kurma.
Sedangkan awal-awalnya masjid mulia ini tidak berlantai.
Tidak jarang anjing berkeliaran di sana dan sahabat nabi melakukan shalat dengan mengenakan alas kaki. (Shihab, 2018 M: 486-487).
Awalnya Masjid Nabawi Tidak Memiliki Mimbar
![]()
Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam (Sumber: Media Center Haji 2024)
Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah di atas gundukan tanah yang lebih tinggi.
Para sahabat kemudian membuatkan Rasulullah sejenis mimbar dari batang pohon kurma yang dapat disandarkan Rasulullah ketika letih terlalu lama berdiri.
Masjid Nabawi dibangun tidak hanya sebagai tempat ibadah.
Masjid terhormat setelah Masjidil Haram ini dibangun sebagai pusat kegiatan umat, yaitu musyawarah, kajian, latihan bela negara, pengobatan, dan juga fungsi penampungan fakir miskin tanpa tempat tinggal yang dikenal dengan Ashabus Suffah.
Bahkan mereka inilah yang kemudian hari menjadi orang yang berpengaruh besar dalam membentuk peradaban Islam. (Shihab, 2018 M: 487).
Di kemudian hari Masjid Nabawi terus mengalami pemugaran. Pada Oktober 1985, proyek perluasan Masjid Nabawi dimulai.
Kini lantai dasar Masjid Nabawi mencapai seluas 98.000 meter dengan daya tampung sekira 167.000 jamaah. Sementara luas lantai atasnya mencapai 67.000 meter dengan daya tampung jamaah sekira 90.000 jamaah.
Pintu Masuk Raudhah
![]()
Menguak Sejarah Masjid Nabawi, Tempat Tersuci Kedua Bagi Umat Islam (Sumber: Media Center Haji 2024)
Satu tempat yang selalu dipadati oleh jemaah saat di Masjid Nabawi adalah Raudhah.
Tempat ini adalah salah satu tempat yang disebut mustajab.
Setiap hari selalu ada ratusan jemaah yang akan mengantre untuk memasuki Raudhah.
Raudhah sejatinya hanya bisa dimasuki melalui pintu 37 bagi perempuan dan pintu 38 bagi laki-laki.
Pada tahun 2024, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aplikasi Nusuk.
Dengan aplikasi ini, jemaah yang ingin memasuki Raudhah maka tidak akan berebutan seperti sebelumnnya.
Dalam setahun, setiap umat Islam hanya bisa memasuki Raudhah sekali saja.
Namun khusus jemaah haji, bisa memasuki Raudhah dengan tasreh atau surat izin dari Kerajaan Arab Saudi.
Setiap jemaah akan diberi waktu sekitar 15 menit untuk berdoa di dalam Raudhah.
Karena harus bergantian, maka askar yang ada di dalam Raudhah pasti akan segera meminta kita untuk pergi jika waktu dirasa sudah habis.
Pantauan tim tvOnenews.com, penerapan aplikasi nusuk ini cukup maksimal.
Tidak ada lagi jemaah yang berlarian atau berdesakan sehingga membuat jemaah lain terluka. (put)
Load more