Tafsir Surah An-nisa Ayat 21, Lanjutan Hukum Meminta Mahar Kembali pada Wanita
- dok.ilustrasi/kolase tvone
Jakarta, tvOnenews.com-- Surah An-Nisa yang menceritakan perihal perempuan. Banyak hal dibahas di dalamnya menjadi menambah pengetahuan.Ā
Salah satunya, pada ayat 21 yang melanjutkan ayat 20 soal hukum meminta kembali mahar pada istri atau mantan istri.Ā
Berikut bunyi Surah An-Nisa ayat 21, dikutip dari Qur'an Kementerian Agama (Kemenag):
Ā
ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ£ŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŲ¶Ł°Ł ŲØŁŲ¹ŁŲ¶ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ°Ł ŲØŁŲ¹ŁŲ¶Ł ŁŁŁŲ§ŁŲ®ŁŲ°ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁŲ«ŁŲ§ŁŁŲ§ ŲŗŁŁŁŁŁŲøŁŲ§
Ā
Wa kaifa ta'khużūnahÅ« wa qad afįøÄ baāįøukum ilÄ baāįøiw wa akhażna minkum mīṔÄqan galÄ«įŗÄ(n).
Ā
Artinya: "Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan mereka pun (istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) denganmu?."
Ā
Dalam Tafsirnya Kemenag, disampaikan: lantas bagaimana mungkin kamu akan mengambilnya kembali, yakni mahar atau pemberian yang telah kamu berikan kepada mereka, dengan cara paksa dan sewenang-wenang, padahal kamu telah bergaul satu sama lain sebagai suami-istri dengan menyalurkan hasrat biologis bersamanya?.
Ā
Dan mereka telah mengambil perjanjian yang kuat dalam ikatan perkawinan sehingga menjadi pasangan istri dari kamu, ikatan perkawinan tersebut merupakan ikatan suci yang harus dijaga sehingga siapa saja yang memutus ikatan suci itu mendapat murka Allah. Nabi berpesan,
Ā
āBertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.ā (Klw).
Ā
WaallahualamĀ
Load more