News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Nabi Yunus

Kisah Nabi Yunus bukanlah cerita yang asing terutama bagi umat muslim. Kisahnya yang ditelan oleh seekor ikan besar pasti pernah kamu dengarkan sebelumnya.
Rabu, 19 Januari 2022 - 14:44 WIB
Ilustrasi paus yang menelan Nabi Yunus AS atas seizin Allah
Sumber :
  • Unsplash

Kisah Nabi Yunus bukanlah cerita yang asing terutama bagi umat muslim. Hal ini karena Nabi Yunus merupakan salah satu dari 25 nabi yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Quran. Nama dan kisah Nabi Yunus pun diabadikan di dalam Al-Quran dalam Surah Yunus yang mengandung 109 ayat.

Sama seperti nabi dan rasul lainnya, Allah mengutus Yunus untuk urusan dan tujuan tertentu yakni mengajak, mengajarkan, dan memperingatkan umat manusia tentang Tauhid. Juga sama seperti nabi dan rasul lainnya, ajakan menuju kebenaran ini dengan keras kepala ditolak manusia-manusia tanpa hidayah pada jaman tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah Nabi Yunus dan Niniwe

Yunus adalah seorang nabi dari Bani Israil yang hidup setelah masa Nabi Ilyas dan Nabi Ilyasa. Pada jaman tersebut, Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus untuk pergi ke sebuah kota di wilayah sekitar Irak bernama Niniwe untuk mengajak masyarakatnya kembali bertauhid dan menyembah Allah semata.

Warga kota tersebut terkenal dengan kekufuran serta budaya penyembah berhalanya. Karena hal tersebut, begitu Nabi Yunus mulai berdakwah mengajak kepada kebenaran, warga Niniwe kemudian mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan kebiasaan setempat secara turun-temurun. Pun tak ada bencana yang menimpa mereka akibat budaya tersebut.

Yunus pun memperingatkan mereka atas azab Allah yang pedih. Bahwa bencana suatu waktu dapat saja turun kepada mereka jika Allah menghendaki. Sayangnya, Nabi Yunus hanya mendapatkan ejekan dan ditertawakan setelah menyampaikan perintah Allah tersebut. Sebagai pendatang, Nabi Yunus dianggap orang asing oleh penduduk setempat.

Dikisahkan bahwa Nabi Yunus berdakwah di wilayah ini hingga 33 tahun lamanya. Selama itu, hanya dua orang penduduk Niniwe yang mempercayai beliau.

Kecewa, sedih, dan marah atas penolakan dan respon warga kota itu, Nabi Yunus pun akhirnya memutuskan untuk pergi dan meninggalkan penduduk Niniwe tetap dalam kekufuran. Tak lama berselang, tanda-tanda azab Allah pun muncul. Langit tiba-tiba sewarna api yang membara. Orang-orang ini pun lalu teringat kepada nasib orang-orang yang tak bertaqwa yang lahir pada jaman dahulu.

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, warga Niniwe ini lalu menyadari kekeliruannya karena tak mengindahkan ajakan dan peringatan Nabi Yunus. Merekapun segera membawa segenap keturunan, keluarga, dan ternak-ternak mereka ke sebuah padang pasir dan mulai berdoa meminta pengampunan kepada Allah SWT. Mereka disebut berdoa selama 40 malam dan akhirnya Allah berkenan memberikan pengampunan dan membatalkan azabnya.

Kisah Nabi Yunus Dalam Perut Paus

Nabi Yunus, yang kecewa dan marah dengan sikap warga Niniwe memutuskan pergi dari wilayah tersebut. Ia pergi ke sebuah dermaga dan memutuskan untuk menumpang sebuah kapal kecil. Kapal tersebut sebenarnya sudah kelebihan muatan namun nahkoda kapal tetap mengizinkan Nabi Yunus untuk turut serta.

Awalnya pelayaran berjalan mulus namun tak lama kapal mulai terombang-ambing akibat gelombang tinggi. Para penumpang mulai panik dan berdiskusi bagaimana caranya agar kapal tak karam di tengah badai sedemikian hebat.

Setelah berpikir, mereka akhirnya menyepakati bahwa kapal harus membuang muatannya agar kapal tak terbalik. Para penumpang akhirnya membuang barang bawaan mereka untuk membantu kapal tetap terapung. Namun nyatanya cara ini tak efektif. Kondisi kapal kian mengerikan dan terancam kandas. Seluruh penumpang beserta nahkoda dan segenap awak kapal pun berembuk untuk menentukan cara terbaik untuk bisa bertahan. Lantas mereka memutuskan untuk mengundi siapakah jiwa tak beruntung yang diminta berkorban untuk melompat dari kapal agar muatannya lebih ringan.

Ibnu Katsir kemudian menceritakannya kembali dalam tafsirnya bahwa nama Nabi Yunus muncul saat pertama kali undian keluar. Namun penumpang enggan memintanya melompat dari kapal karena mengetahui bahwa Nabi Yunus merupakan pria terhormat. Penumpang pun mengundi lagi namun nama Nabi Yunus lagi-lagi keluar.

Melihat hal tersebut Nabi Yunus tersadar. Namanya yang berulang-ulang muncul merupakan petunjuk dari Allah dan merupakan cobaan baginya karena telah meninggalkan kaum Niniwe. Tanpa perlu diminta, Nabi Yunus langsung menceburkan diri ke laut lepas.

Abdullah bin Mas'ud melalui riwayat Ibnu Katsir menceritakan bahwa tak lama Nabi Yunus terjun ke laut, seekor ikan besar datang dan menelan Sang Nabi. Namun Allah berkehendak Nabi Yunus tak terluka lalu meninggal dunia akibat insiden ini.

Sang paus lalu pergi ke dasar laut dengan Nabi Yunus AS dalam perutnya. Ketika beliau sadar, beliau mengira dirinya sudah mati. Namun begitu mengetahui tubuhnya tak terluka sedikitpun, ia langsung bersujud kepada Allah dalam kondisi yang gelap gulita dan berdoa seperti yang tercantum dalam Surah Al-Anbiya ayat 87:

"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Mendengar doa tersebut, Allah SWT lalu memaafkan Nabi Yunus. Allah SWT sejatinya berencana untuk tetap mengurung Yunus hingga Yaumil Akhir, namun doa tersebut akhirnya mampu mengeluarkan Nabi Yunus keluar dari perut paus.

Beberapa lama kemudian Allah memerintahkan paus tersebut untuk menepi ke daratan dan dengan izin Allah sang paus itu memuntahkan Nabi Yunus di pinggir pantai. Namun karena terlalu lama berada di perut paus, kondisi Nabi Yunus sangat memprihatinkan. Ia jatuh sakit dan lemah karena kekurangan makanan dan minuman. Dengan izin Allah pula Nabi Yunus mendapatkan asupan nutrisi di daratan dengan kondisi sedemikian lemah hingga dapat pulih seperti sedia kala.

Mutiara Kisah Nabi Yunus

Banyak sekali petuah dan manfaat dari mempelajari kisah Nabi Yunus. Mulai dari kisah dakwahnya, takdir yang dijalaninya, hingga bagaimana Nabi Yunus berdoa sepenuh hati agar diampuni Allah dan dikeluarkan dari cobaan yang beliau derita.

Mutiara pertama menunjukkan bahwa siapapun dapat berbuat salah, kecuali orang-orang yang telah dipilih dan dijaga oleh Allah dari sifat salah (maksum). Sebagai nabi, tentu keimanan dan ketaqwaan Yunus AS tak perlu diragukan lagi. Namun orang-orang beriman dan bertaqwa tetaplah manusia. Penting untuk ditanamkan adalah bagaimana orang-orang bersikap dan mengamalkan perintah Allah agar tak mengundang murka Allah.

Selanjutnya adalah manusia harus belajar mengendalikan emosi. Semarah apapun, orang-orang harus tetap tenang terutama saat akan mengambil keputusan. Janganlah mengambil keputusan dengan tergesa-gesa dan dalam kondisi emosional karena sikap tersebut hanya akan menimbulkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari.

Mutiara terakhir yang ingin disampaikan adalah bagaimana manusia, sebagai makhluk Allah harus berserah diri dengan takdir dan terus berdoa serta berupaya untuk mendapatkan hasil terbaik. Nabi Yunus ditelan paus dan dibawa ke dasar samudra namun ia tak sejengkal pun memutuskan harapannya kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketimbang bermuram durja, Nabi Yunus mengintrospeksi diri, mengakui kesalahannya, dan meminta ampunan dari Allah. Ia juga meminta untuk diselamatkan dari perut paus karena ia percaya Allah Maha Pengampun dan Maha Penolong.

Semoga dengan mempelajari esensi kisah Nabi Yunus tersebut, umat muslim dapat menjadi lebih tawadhu, tawakkal, dan lebih beriman kepada Allah SWT. (afr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Seorang oknum guru bergelar ustaz di salah satu sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. Ini kata polisi.
Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Bek Timnas Malaysia, Dion Cools, tetap bangga meski Harimau Malaya gagal menang atas Timnas Indonesia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026.
172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair mengalami mual, muntah hingga pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo pada Senin (28/9/2026).
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 shio diprediksi beruntung soal karier besok 30 September 2026. Ada peluang menunjukkan kemampuan, mendapat kepercayaan baru, hingga menemukan kesempatan menarik.
Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menemukan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jelang menghadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT