Allahumma Barik Lana Fima Razaqtana Wa Qina Adzabannar, Doa Makan ini Hadist-nya Dhaif? Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan Tegas, Ternyata...
- YouTube Adi Hidayat / Istockphoto
tvOnenews.com - Membaca doa merupakan sebuah sunah yang umum dilakukan umat muslim sebelum melakukan sesuatu hal, termasuk sebelum makan.
Agama Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, salah satunya melalui adab makan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Salah satu bentuk syukur tersebut adalah dengan membaca doa sebelum dan sesudah makan.
Membaca doa makan merupakan salah satu adab yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, dan menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan kita dengan Allah SWT.
Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat, beliau menjelaskan bahwa membaca doa sebelum makan adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ
Artinya: "Sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu, maka seperti itulah gaya makanku setelah itu." (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022).
Hadist ini menegaskan pentingnya menyebut nama Allah sebelum makan, menggunakan tangan kanan, dan mengambil makanan yang ada di hadapan kita.
Ketiga hal ini adalah bagian dari adab makan yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim.
Adab makan dalam Islam mencakup beberapa hal, seperti mencuci tangan sebelum makan, duduk dengan tenang saat makan, dan tidak berbicara ketika mulut penuh dengan makanan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tidak meniup makanan yang panas dan berhenti makan sebelum merasa terlalu kenyang.
Semua ini adalah bentuk penghormatan terhadap rezeki yang telah Allah SWT berikan, serta cara untuk menjaga kesehatan tubuh kita.
Ustaz Adi Hidayat juga menyoroti bacaan doa makan yang biasa kita gunakan sehari-hari, yaitu "Allahumma barik lana fima razaqtana waqina 'adzabannar."
Beliau menjelaskan bahwa doa ini merupakan hadist shahih yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib dan diriwayatkan dalam Muwatta Imam Malik.
"Bagaimana isinya, kalau engkau mau makan, Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar. Hadist itu shahih bahkan ada yang lebih panjang lagi," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Namun, ada kebingungan di kalangan sebagian umat Islam yang menganggap doa makan ini sebagai hadist dhaif.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kesalahpahaman ini terjadi karena ada yang salah dalam membaca kitab Syaikh Al Albani.
Dalam kitab tersebut, terdapat hadist dhaif yang berbunyi bahwa jika seorang suami istri membaca doa ini sebelum berhubungan, maka anak yang lahir tidak akan disentuh oleh setan.
"Jadi hadist makanan terpisah dengan hadist yang tadi, yang satu dhaif dan yang lainnya shahih, itu yang penting saya luruskan," tegas Ustaz Adi Hidayat.
Selain membaca doa sebelum makan, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca doa sesudah makan.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Jika selesai makan, hendaklah ia mengucapkan: Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin."
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami termasuk orang yang patuh."
Membaca doa ini adalah bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berupa makanan dan minuman, serta nikmat iman yang tak ternilai harganya.
Adab makan dalam Islam tidak hanya terbatas pada doa sebelum dan sesudah makan, tetapi juga mencakup sikap dan perilaku selama makan.
Salah satu adab yang penting adalah makan dengan tangan kanan. Rasulullah SAW bersabda, "Makanlah dengan tangan kananmu," (HR. Muslim).
Makan dengan tangan kanan menunjukkan kepatuhan kita terhadap sunnah Nabi dan merupakan bentuk penghormatan terhadap makanan yang kita konsumsi.
Selain itu, dianjurkan untuk tidak makan dan minum sambil berdiri. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian minum sambil berdiri! Dan jika kalian lupa, maka muntahkanlah," (HR. Muslim).
Meskipun minum sambil berdiri tidak secara langsung membatalkan keabsahan minuman.
Namun adab ini mengajarkan kita untuk menghormati nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan mengonsumsi makanan atau minuman dengan cara yang lebih terhormat.
Dengan mengikuti adab makan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, kita tidak hanya memperoleh keberkahan dalam rezeki yang kita makan, tetapi juga menjaga hubungan kita dengan Allah SWT.
Memulai makan dengan menyebut nama Allah dan mengakhiri dengan pujian kepada-Nya adalah cara terbaik untuk mensyukuri nikmat yang kita terima setiap hari.
Adab makan yang diajarkan dalam Islam juga mengajarkan kita untuk menghargai makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Serta mengingatkan kita akan pentingnya menjaga etika dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal-hal yang tampaknya sepele seperti makan dan minum.
Dengan demikian, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih berkualitas dan lebih dekat dengan ajaran Islam. (udn)
Load more