Buntut Nasab Rasulullah SAW, Buya Yahya Geram Habaib Dituduh Doktrin Beri Ajaran Dongeng: Kami Belajar dari Mereka
- Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Buya Yahya turut berbicara banyak orang menyoroti habaib sejak polemik pro-kontra nasab Rasulullah SAW terus mencuat di publik.
Buya Yahya menyayangkan salah satu jemaahnya bertanya terkait habaib diduga telah memberikan doktrin berupa ajaran dongeng.
Buya Yahya pun menjawab bahwa, dirinya juga bisa berdakwah dan mengisi kajian berkat belajar untuk mencari ilmu kepada habaib.
"Di dalam pertanyaan habaib membawa cerita khurafat mungkin begitu. Gimana kita menanggapinya? Kita akan bicara begini, Alhamdulillah kami belajar dari para habaib," ungkap Buya Yahya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Senin (19/8/2024).
Buya Yahya juga mengungkap bahwa dirinya juga belajar kepada para kiai dan masyaikh.
![]()
Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon, Buya Yahya. (Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV)
Ia mengakui para masyaikh dan habaib mempunyai keilmuannya masing-masing karena mereka mempunyai nasab Rasulullah SAW.
Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu tidak bisa membantah masih ada beberapa habib tidak memberikan cerminan perilaku sesuai ajaran Islam.
"Kemudian setiap orang berilmu itu pun memang ada, sesuatu yang salah selagi bukan Nabi. Apakah di kalangan ulama, para kiai atau dari para habaib," tuturnya.
Meski begitu, ia kembali membantah bahwa, habaib juga hanya manusia biasa tidak luput dari kesalahan baik dari segi perilaku, pemikiran dan sebagainya.
Namun, pendakwah kelahiran Blitar itu mengingatkan apabila seseorang masih mempunyai pemikiran habaib memberikan khurafat akan tidak pernah mendapat pembekalan ilmu agama Islam.
"Kalau Anda mencari guru yang tidak pernah bersalah sampai mati pun Anda tidak punya guru," pesannya.
"Akan tapi kita perlu belajar dari orang yang secara global ada manhajnya yang benar, silsilah ilmu sambung kepada akidah yang benar," sambungnya.
Kemudian, Buya Yahya menjelaskan dari para imam dan tokoh agama terdahulu yang sudah diakui keilmuannya juga mempunyai perbedaan pandangan.
Ia menyebutkan kala itu para imam saling mengadu dan berdebat untuk mempertahankan pendapatnya masing-masing.
Namun, ia menganggap kritikan yang dilakukan para imam dan tokoh agama dahulu masih didasari dengan adab dan tidak menimbulkan permusuhan.
"Bahkan kadang menafikan keilmiahannya ulama yang sebelumnya dan itu sudah biasa, tapi tidak menjadi fitnah," terangnya.
Buya Yahya menyayangkan banyak orang zaman sekarang selalu mencari kesalahan dan kejelekan orang atau kelompok tertentu.
Ia mengetahui niat orang-orang tersebut hanya menjatuhkan target mereka, seperti perkara tersambungnya nasab Ba'alawi yang masih menjadi sorotan publik saat ini.
Ia menilai orang-orang tersebut telah memiliki rumus hidup sebagai penghancur dalam keindahan dan kedamaian.
Hal ini mencuat karena polemik nasab dan beberapa habib dianggap tidak sesuai perilaku Rasulullah SAW.
"Jadi tidak menemukan satu kelompok kecuali kita cari jeleknya lalu kita angkat," katanya.
Ia mencontohkan seseorang terus mencari kesalahan dari sebuah instansi, kelompok hingga perorangan agar targetnya dipandang buruk.
Misalnya beberapa habib mendapat tuduhan telah mendoktrin untuk memberikan ajaran yang tidak masuk akal hingga dianggap menyimpang dari ajaran Islam.
Ia menambahkan semisalnya ada orang yang mendapat label Gus karena anak kiai telah memberikan khurafat maka hal tersebut hanya menimbulkan kebencian.
"Itu fitnah ngapain lah model manusia begini loh penghancur buat kerusahkan habaib dicari omongan habaib yang enggak benar lalu diangkat, lalu mengatakan habaib begini doktrin tentang khurafat dan sebagainya," jelasnya.
Buya Yahya kembali menegaskan bahwa dirinya dan pihak juga menggali ilmu agama karena ada peran dari habaib.
Ia menantang kepada orang-orang pembenci habaib jika dirinya dianggap khurafat langsung dibicarakan secara langsung untuk introspeksi.
"Kalau ada sampaikan pada kami akan berubah, wong kami belajar kok bahkan mungkin sesaat kami jadi guru Anda tapi Anda lebih sering jadi guru kami," tandasnya.
Habaib terus menjadi sorotan belakangan ini karena perkara nasab Ba'alawi yang tidak kunjung selesai permasalahannya.
Ada beberapa hal menjadi penyebab pemicu polemik soal tersambungnya nasab Ba'alawi atau Rasulullah SAW.
Misalnya belakangan ini berasal dari sebuah ilmiah bahwa nasab Ba'alawi terputus di Indonesia dan tidak ada pembuktian para habib berasal dari keturunan Rasulullah SAW.
Sebelumnya, polemik nasab Ba'alawi semakin mencuat sejak Raja Dangdut Rhoma Irama membahas hal tersebut yang membuat Habib Bahar bin Smith geram.
Terkini, Rais Syuriah MWC NU Cikarang, Bekasi Kiai Ikhsanudin Al-Badawi dan dua anggota Banser menjadi korban salah sasaran pengeroyokan oleh puluhan orang tidak dikenal (OTK).
Pemicu pengeroyokan berasal dari puluhan OTK tersebut karena mencari sosok Kiai Imaduddin diduga perkara nasab Ba'alawi.
(hap)
Load more