GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mulai Pagi ini Habis Baca Doa Qunut Shalat Subuh Jangan Mengusap Wajah, Buya Yahya Ingatkan akan Berpengaruh...

Buya Yahya menerangkan hukum mengusap wajah setelah membaca doa qunut saat shalat Subuh. Menurutnya, mengusap wajah ketika mengaminkan doa bisa pengaruhi ini.
Kamis, 22 Agustus 2024 - 05:10 WIB
Buya Yahya sarankan tidak mengusap wajah setelah membaca doa qunut di shalat Subuh karena bisa pengaruhi ini
Sumber :
  • Kolase NU Jombang & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Doa qunut menjadi bacaan yang biasa dilantunkan saat shalat Subuh.

Meski hukumnya sunnah, imam saat memimpin shalat Subuh berjamaah tidak pernah meninggalkan doa qunut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Doa qunut mempunyai keutamaan sebagai memohon mendapat keberkahan, ampunan dan perlindungan dari Allah SWT saat dibaca di shalat Subuh.

Namun, doa qunut masih menjadi perdebatan mengingat ada yang tidak menggunakan dan tetap membacanya saat shalat Subuh.

Meski demikian, masih banyak orang terutama imam shalat Subuh masih menggunakan doa qunut karena ada beberapa keutamaan di dalamnya.

Doa qunut juga menjadi pusat perhatian setelah seseorang mengamalkan biasanya akan mengucap kalimat "amin".

Beberapa orang menyebutkan seseorang disarankan tidak mengusap wajah setelah mengamalkan doa qunut shalat Subuh.


Ilustrasi membaca doa qunut saat shalat Subuh. (Freepik)

Lantas, mengapa setelah membaca doa qunut shalat Subuh tidak boleh mengusap wajah sebagai tanda mengucap amin? Buya Yahya menjawab polemik ini.

Menurut Buya Yahya, hukum mengusap wajah menjadi pembahasan menarik yang harus diketahui bersama oleh umat Muslim saat mengamalkan doa qunut.

Dikutip tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (21/8/2024), Buya Yahya membahas doa qunut pada pelaksanaan shalat Subuh.

Buya Yahya tidak menghalangi orang-orang membaca doa qunut ketika mengerjakan shalat Subuh saat sendiri maupun berjamaah terutama di masjid.

Ia juga memahami doa qunut masih menjadi polemik dan perdebatan tidak kunjung selesai lantaran pengamalannya saat pelaksanaan Subuh.

Perdebatan tersebut bermula dari beberapa penjelasan hadits terkait Rasulullah SAW tidak pernah mengamalkan dan sering membaca qunut ketika shalat Subuh.

Namun, ia menegaskan bahwa, doa qunut bersifat sunnah yang artinya boleh dibaca dan tidak diamalkan tak akan masalah.

Kemudian, pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu masuk membahas hukum setelah doa qunut mempunyai kebiasaan mengusap wajah.

Ia menerangkan hukum mengusap wajah dipicu dari kegiatan shalat Subuh berjamaah setelah imam selesai membaca doa qunut.

Buya Yahya pun mengambil penegasan bahwa, doa yang diucap saat Subuh menjadi bagian dari amalan qunut.

Menurutnya, setiap seseorang selesai melantunkan doa mempunyai hukum sunnah yang artinya mengusap wajah tidak diwajibkan setelah membaca qunut.

"Dalam semua panjatan doa disunnahkan Anda mengusap wajah Anda setelah doa," kata Buya Yahya.

Pendakwah bernama asli KH. Yahya Zainul Ma'arif itu menuturkan tidak ada anjuran untuk menggunakan sikap mengusap wajah selepas doa qunut.

Ia menyarankan agar kedua tangan seseorang yang sudah membentuk berdoa atau meminta kepada Allah SWT tidak digunakan untuk mengusap wajah.

"Kecuali waktu doa qunut Anda tidak usah mengusap wajah Anda dengan tangan Anda," ucapnya.

Buya Yahya menyampaikan sarannya agar seseorang tidak mengusap wajah mengingat adanya gerakan di luar rukun shalat.

Ia berpendapat sikap tersebut memicu adanya gerakan tambahan melalui sikap mengusap wajah meski dilakukan setelah berdoa.

"Karena dalam shalat hendaknya kita selalu menghindari banyak gerakan-gerakan yang enggak ada hubungannya dengan shalat," terangnya.

Pendakwah kelahiran asal Blitar itu menyebutkan ibadah shalat Subuh yang dikerjakan bisa makruh akibat mengusap wajah setelah qunut.

Ia menambahkan, sikap mengusap wajah bisa melebihi batas gerakan shalat sebanyak tiga kali.

"Enggak usah diusap wajahnya, kalau mengusapnya adalah makruh karena khawatir terjadi gerakan tiga gerakan," imbuhnya.

Buya Yahya mengatakan apabila seseorang telah melakukan gerakan lebih dari tiga kali termasuk dari pengusapan wajah maka ibadahnya bisa batal.

"Sebab kalau tangan ini dua (kedua tangan) nanti tambah kepala, bisa batal shalatnya," tuturnya.

Meski begitu, Buya Yahya menekankan jangan sampai seseorang tidak membaca doa qunut perkara hukum mengusap wajah menyebabkan makruh.

tvonenews

Ia menerangkan hukum mengusap wajah agar umat Muslim mengetahui dan tetap meraih keutamaan shalat Subuh dari Allah SWT.

"Cuma kita tidak perlu, jangan terlalu menakut-nakuti orang juga, dikit-dikit batal, justru kita beritahu itu ilmunya," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT