Bukan Jam 10 Malam, Waktu Terbaik Tidur Sunnah Nabi Muhammad SAW di Momen ini, Kata Ustaz Khalid Basalamah agar Rutin...
- Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official
"Tapi kalau hanya duduk, ngobrol kosong maka dipukul Umar bin Khattab RA sambil mengatakan 'sesungguhnya kalian duduk di sini membuang-buang waktu akhirnya kalian kelewatan shalat malam dan Subuh, maka bubarlah'," jelasnya.
Dikutip dari laman NU Jatim, salah satu hadits menerangkan kisah Umar bin Khattab RA lantaran Rasulullah SAW tidak menyukai orang begadang, begini bunyinya:
"Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?." (Syarh Al-Bukhari & Ibnu bathal)
Dari kisah itu, Ustaz Khalid Basalamah menyatakan waktu terbaik tidur diambil melalui kebiasaan Nabi Muhammad SAW dilakukan setelah mengerjakan shalat Isya.
Ia menambahkan bahwasanya waktu tidur setelah Isya diharapkan seseorang bisa bangun pada sepertiga malam.
"Waktu yang paling ideal yaitu tidur sehabis Isya, kalau tidak ada sesuatu yang mendesak sampai sepertiga malam," ucapnya.
Ia merincikan hitungan manajemen waktunya jika diambil dari waktu Maghrib hingga Subuh.
Menurutnya, manajemen waktu tidur terbaik setelah Isya bisa dimanfaatkan sebanyak 3-4 jam.
"Kalau sepertiga malam itu misalnya Maghrib jam 6 sore, Subuh jam 5 pagi berarti 11 jam," terangnya.
"11 jam ini berarti dibagi tiga kurang lebih 3 jam setengah hampir empat jam," sambungnya.
"Berarti sepertiga malam sebenarnya itu jamnya kalau kita bilang jam 5 mundur 4 jam berarti jam 1 malam," tambahnya.
Dewan penasihat syariah sekolah Rahmatan Lil 'Alamin Boarding School di Kabupaten Solok, Sumatera Barat menyatakan waktu idealnya agar bisa bangun jam 1 malam untuk mengisi ibadah shalat sunnah tahajud.
"Jadi tidur dari habis Isya sampai jam 1 malam itu waktu paling ideal," tegasnya.
Ia menyarankan jika seseorang ingin melanjutkan tidurnya setelah tahajud tidak menjadi masalah.
Meski begitu, ia mengatakan hal tersebut apabila kondisi seseorang sudah sangat lelah melakukan berbagai aktivitas dalam seharian penuh.
"Kalau bila masih perlu bisa istirahat lagi karena memang nabi menegur sahabat yang masih mengantuk tapi bukan karena was-was setan tapi betul-betul karena capek," tuturnya.
"Maka Nabi SAW tidurlah, jangan sampai mendoakan keburukan dirimu sementara kamu tidak menyadari itu," lanjutnya.
Load more