GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Harus Ada Kolam Cuci Kaki di Masjid? Buya Yahya Ungkap Hukumnya dalam Islam Sebaiknya Lihat...

Secara umum dipahami sebagai pembilas kaki bila kotor, apakah harus ada?. Tak jarang juga kolam cuci kaki tersebut juga ada di depan Toilet, kata Buya Yahya..
Rabu, 16 Oktober 2024 - 10:14 WIB
Memangnya Harus Ada Kolam Cuci Kaki di Masjid? Buya Yahya Ungkap Hukumnya dalam Islam ...
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube

Jakarta, tvOnenews.com-- Kolam cuci kaki di Masjid atau Mushola sering dilihat saat memasuki area tempat wudhu. Secara umum dipahami sebagai pembilas kaki bila kotor, apakah harus ada? simak penjelasan Buya Yahya.

Tak jarang juga kolam cuci kaki tersebut juga ada di depan Toilet atau Kamar Mandi. Berikut penjelasan Buya Yahya soal itu, dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Rabu (16/10/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu, Buya Yahya mengimbau agar Masjid-masjid tidak lagi menggunakan kolam cuci kaki. Hal ini dilakukan jika airnya tak pernah diganti atau dibersihkan.

 

dok.tangkapan layar YouTube/Buya Yahya

 

"Sehingga di hari ini karena banyak macem-macem penyakit kami menghimbau di masjid-masjid jangan menggunakan air yang bakal dipakai ulang untuk orang lain," kata Buya Yahya.

"Maka, langkah indahnya di hari ini pakai keran sehingga setelah dipakai dibuang," lanjutnya.

Atau jika memang tidak memungkinkan, sambungnya. 

Bahkan Buya mengatakan kalau memang tidak memungkinkan, sebaiknya tidak perlu ada kolam cuci kaki.

"Bahkan, di bagian-bagian tertentu itu ada dibawah itu enggak usah pakai air," ujar Buya Yahya.

Karena tentu keberadaan kolam cuci kaki membutuhkan biaya perawatan yang tak sedikit.

Faktanya, perawatan Masjid membutuhkan biaya dan perawatan ekstra. Kata Buya bila tidak mampu untuk membersihkannya, maka sebaiknya tak perlu diadakan. 

"Itu kalau masjidnya masjid banyak duit mungkin bisa air mengalir, tapi kalau masjidnya kurang duit itu 2 tahun enggak dikuras," pesan Buya Yahya.

"Jadi kudisnya orang tahun kemarin ketinggalan di situ Anda nginjak, besok langsung gatel-gatel. Nah ini enggak bagus juga. Islam harus ngerti kesehatan dong," lanjutnya.

Sebab efek dari kurangnya perawatan kolam cuci kaki itu. Menurut Buya Yahya, khawatirnya ada sisa najis yang menempel, apabila sudah mencuci kaki terlebih dahulu.

"Emang ada orang kencing jalan-jalan. Orang kencing di toilet, habis itu cuci kaki selesai keluar dari toilet. Kan selesai dari toilet sudah cuci kaki, keluar dari toilet sudah suci," ujar Buya Yahya.

"Apalagi dari keran, enggak usah pusing-pusing lagi. Ada was-was, wah ini najis kan dari toilet. Memangnya orang disini kalau ke toilet enggak pernah cuci kaki kayak anjing atau kucing atau gimana," ungkapnya 

Dengan demikian, Buya tegaskan adanya kolam cuci kaki, apabila airnya tak pernah dikuras, maka kata Buya Yahya justru bisa berbahaya bagi kesehatan.

"Jadi bikin was-was orang, maka hari ini sepertinya masjid tidak terlalu perlu lagi seperti itu karena berkenaan tentang kesehatan," ucap Buya Yahya.

"Karena banyak penyakit hari ini macem-macem yang kesehatan," lanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini bukan berarti setelah itu mengkritik, menyalahkan masjid-masjid yang masih ada bak-baknya di bawah itu, tidak. Kalau memang ada bak semacam itu tolong sirkulasi airnya juga harus bagus," ujar Buya Yahya. (klw)

waallahualam 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT