GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Ustaz Felix Siauw, Pendakwah yang Mualaf Berawal Ateis hingga Masuk Islam Terenyuh Surat Al Baqarah Ayat 23

Ustaz Felix Siauw menjadi pendakwah dari keturunan Tionghoa-Indonesia memiliki kisah mualaf. Awalnya ateis sebelum masuk agama Islam karena Surat Al Baqarah.
Sabtu, 2 November 2024 - 22:11 WIB
Ustaz Felix Siauw memiliki kisah mualaf bermula dari ateis sampai dapat hidayah masuk Islam
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Felix Siauw

tvOnenews.com - Ustaz Felix Siauw memiliki kisah perjalanan mualaf. Keputusannya memeluk agama Islam pada tahun 2002.

Saat baru mualaf, Ustaz Felix Siauw tidak meragukan keputusannya. Awal mulanya, ia merupakan salah satu sosok ateis sebelum masuk agama Islam disebabkan oleh kandungan Surat Al Baqarah Ayat 23.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Felix Siauw menyandang sebagai salah satu mualaf berasal dari etnis Tionghoa dan Indonesia. Sosok itu telah menjadi seorang pendakwah terkenal saat ini.

Ustaz Felix Siauw memutuskan mualaf saat duduk di bangku kuliahan. Saat itu, ia masih menjadi mahasiswa semester 3 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Nama Felix Siauw kini menjadi sangat populer. Salah satunya, ia pernah berada di bagian Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Meski, organisasi ini mendapat larangan.

tvonenews

Kutipan Felix berupa "Aku dan Islam" selalu menjadi kalimat terngiang-ngiang bagi masyarakat di Indonesia. Itu mengandung kata "Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, sebaiknya kamu belum bisa disebut beriman. Iman adalah urusan kepercayaan apa adanya, tanpa reserve".

Bahkan, Felix Siauw kerap kali menyimpan tiga pertanyaan ini. Tiga kalimat itu telah menjadi bagian di pikirannya. Ketiga kalimat ini, yakni "Dari mana asal kehidupan ini? Untuk apa adanya kehidupan ini? Akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini?".

Saat ateis, pendakwah memiliki darah keturunan Tionghoa itu tidak pernah mendapatkan keinginan jawabannya soal kebutuhan spiritual. Bahkan, pertanyaan yang terbesit terkait tuhan tak bisa mewakili rasa penasarannya.

Kebetulan, ia sampai mengupas tuntas Alkitab saat itu. Namun, jawabannya masih mengambang dan tidak menemukan kebenaran apa pun.

Dilansir dari laman MUI DKI Jakarta, Sabtu (2/11/2024), Felix Siauw mengklarifikasi tidak pernah ateis. Keputusannya hanya bersifat tak memiliki agama.

"Saya mengambil kesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya seiring berjalannya waktu. Saya menganggap semua agama sama, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah," ungkap Ustaz Felix Siauw.

"Saya juga berpandangan bahwa Tuhan laksana matahari, dimana para nabi dengan agamanya masing-masing adalah bulan yang memantulkan cahaya matahari, dan pemantulan itu tidak ada yang sempurna, sehingga agama pun tidak ada yang sempurna tanpa sadar waktu itu saya masuk kedalam ideologi sekular," sambung dia.

Berbanding terbalik, Felix menemukan pandangan baru sejak lima tahun tidak pernah menemukan apa pun soal agama. Saat mulai mengenal agama Islam, ia pernah mendapat teori kesamaan dalam urusan beragama.

Felix juga memposisikan sebagai sosok pluralisme dan sinkretis. Ia menyebutkan tidak ada perbedaan antara agama satu dengan yang lainnya.

Namun demikian, ia mulai mengenal Al Quran. Ilmu pengetahuan ini didapatkan sejak menyambangi atau berbincang dengan sosok ustaz muda sekaligus aktivis berbasis dakwah Islam.

Sosok ustaz muda itu memberikan keyakinan terkait kebenaran termaktub dalam Al Quran. Tetapi, Felix masih enggan menanggapinya dengan serius saat dikusi bersama-sama.

Diskusi ini menghasilkan pencapaian luar biasa. Felix Siauw dan sosok ustaz itu mengeluarkan kesepakatan soal Allah SWT Maha Pencipta segalanya.

"Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada lima agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya," terang Felix Siauw.

Sosok ustaz muda itu kembali memperteguhkan penjelasannya tentang cara kerja pemahaman terhadap Al Quran. Ini telah berada dalam dalil Al Quran dari Surat Al Baqarah Ayat 2, Allah SWT berfirman:

"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al Baqarah, 2:2)

Selain ayat 2, Felix Siauw mulai menunjukkan keseriusannya untuk mengenal agama Islam. Ustaz muda itu pun membagikan Surat Al Baqarah Ayat 23.

Ustaz Felix Siauw
Ustaz Felix Siauw
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube

 

"Kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan Alquran menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya," jelas ustaz muda itu.

Dalam Surat Al Baqarah Ayat 23 menjelaskan keraguan setiap manusia. Ini bermula dari kisah Bani Israil ditantang membuat surat memiliki makna yang sama.

Sayangnya, mereka tetap tidak mampu ada yang menciptakan sebuah ayat serupa dengan ayat 23. Namun, Felix Siauw masih sepenuhnya belum mempercayai dahsyatnya tafsir ini.

"Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?," tanya Felix.

Ustaz muda itu tidak menyerah bahkan benar-benar meyakinkan Felix yang masih ragu. 

"Jadi maksud Ustadz, muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna," kata Felix.

"Ya begitulah kenyataan yang bisa Anda lihat," balas ustaz muda itu.

Inovasinya semakin bertumbuh untuk mencari-cari dan belajar terhadap hal yang telah hilang selama ini. Ia telah menemukan jawaban berupa tantangan dari agama Islam yang menyuruh umat Muslim berusaha sampai mendapat titik kedamaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini benar, yang saya cari," tandas Felix.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hasil pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Palembang dilaporkan tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Hal ini disampa
Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.
PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PLTS 6,3 MWp Dipasang di Fasilitas SPINDO, Dukung Transisi Energi Industri

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPINDO) menjalin kerja sama dengan iForte Energi Nusantara dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan operasional perusahaan.
Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT