GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Warga Korsel Dukung Timnas Indonesia Vs Jepang Tak hanya Faktor Shin Tae-yong, tapi Juga Sejarah Penindasan Agama

Motif ribuan warga Korea Selatan (Korsel) mendukung Timnas Indonesia tekuk Jepang tidak hanya didasari pelatih Shin Tae-yong melainkan sejarah penjajahan agama.
Selasa, 5 November 2024 - 11:32 WIB
Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong akan dapat dukungan warga Korsel kala kontra Jepang
Sumber :
  • Kolase PSSI & AFC

Kala itu seorang pendeta Katolik bernama Gregorio de Cespedes masuk ke Korea atas pasokan yang didukung oleh pasukan militer dari Jepang. Seorang biksu yang menjabat menteri militer Jepang turut hadir di Korea Selatan.

Sayangnya, orang Korea tidak terlalu dekat memiliki hubungan dengan orang-orang Kristen. Umat Kristen hanya dekat kalangan anak yatim-piatu yang ada di Korea.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain anak yatim-piatu, orang Kristen juga hanya dekat dengan tawanan perang dari Korea. Pada abad ke-17 dan ke-18, kedekatan mereka saat tawanan peran baru sampai di bagian semenanjung Korea.

Pada tahun 1392-1897, Dinasti Joseon melakukan penindasan terhadap orang-orang yang menganut agama Kristen Katolik di Korea. Apalagi, mereka hanya dari kalangan bawah dan tidak memiliki kekuasaan apa pun.

Terlebih lagi, utusan diplomatik secara rutin didatangkan ke Tiongkok oleh Dinasti Joseon. Kala itu Yi Gwang-jeong yang merupakan seorang diplomat mendatangi ke Tiongkok. Di sana, ia berhasil menemukan sebuah pemikiran tentang agama Kristen.

Selepas dari Tiongkok, ia tidak lupa menenteng sejumlah buku dari karya misionaris Jesuit Italia saat kembali ke Korea pada 1603. Penulis buku-buku itu adalah sosok Matteo Ricci.

Sang diplomat pun mencoba mengartikan isi dari sejumlah buku yang dibawanya hingga karya Ricci dipublikasikan di Korea. Tetapi, Raja Joseon membuat keputusan larangan terhadap keberadaan agama Katolik pada 1758.

Bagi Raja Joseon, agama Katolik merupakan ancaman hebat untuk agama yang dianut oleh Dinasti Joseon.

Asal-usul Kristen Ditindas di Jepang

Gambaran orang Kristen mendapat siksaan di Jepang dijelaskan oleh William Johnston yang menerjemahkan novel Chinmoku karya Endo Shusaku. Penganiyaan terhadap Kekristenan terjadi pada abad ke-17.

Ada tiga teknik penyiksaan dalam novel itu menjadi sejarah, antara lain adalah anazuri, proses salib menggunakan air, serta air panas untuk penganiayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu para petani menjadi target penganiyaan hingga mendapat paksaan agar berpaling dari kepercayaannya. Padahal mereka tidak pernah melakukan kejahatan kala awal mula adanya larangan agama Kristen.

Pada tahun 1549, Francis Xavier sampai di sebuah Prefektur Kagoshima tepatnya di Satsuma. Harapannya agar menyebarkan kitab Injil di Jepang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Ambil Keputusan, Persib Bandung Siap-Siap Ketiban Durian Runtuh usai Frans Putros Resmi Dipanggil Timnas Irak

FIFA Ambil Keputusan, Persib Bandung Siap-Siap Ketiban Durian Runtuh usai Frans Putros Resmi Dipanggil Timnas Irak

Persib Bandung ketiban durian runtuh seiring dengan pemanggilan Frans Putros ke Timnas Irak. Hal ini bisa berujung kepada hadiah signifikan yang diberikan oleh FIFA.
Temani Sherly Tjoanda Blusukan, Tingkah Polos Cece Lyn Malah Ingin 'Cari' Baby Jadi Sorotan

Temani Sherly Tjoanda Blusukan, Tingkah Polos Cece Lyn Malah Ingin 'Cari' Baby Jadi Sorotan

Interaksi antara Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat mengajak anaknya Cece Lyn blusukan ke rumah warga tuai sorotan publik. Malah minta 'cari' baby.
Ketua Komisi XI DPR Sebut Ketidakpastian Ekonomi Sebuah Keniscayaan

Ketua Komisi XI DPR Sebut Ketidakpastian Ekonomi Sebuah Keniscayaan

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai ketidakpastian ekonomi adalah sebuah keniscayaan. Sebab, situasi geopolitik dunia saat ini membuat dinamika ekonomi menjadi sulit diprediksi.
Psikolog Forensik Sebut Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Bertindak Spontan

Psikolog Forensik Sebut Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Bertindak Spontan

Tersangka kasus badut pembunuh ibu mertua dan penganiaya istri, Satuan (43), si badut di Mojokerto, diperiksa ahli psikologi forensik.
Dedi Mulyadi Prioritaskan Solusi, PKL Pasar Cicadas Ditawari Pekerjaan Baru Ini agar Tetap Berpenghasilan

Dedi Mulyadi Prioritaskan Solusi, PKL Pasar Cicadas Ditawari Pekerjaan Baru Ini agar Tetap Berpenghasilan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan baru bagi pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Cicadas Bandung sebagai solusi agar tetap berpenghasilan.
KPK Geledah Dinkes dan Dindik Ponorogo, Tiga Koper Dokumen Diamankan

KPK Geledah Dinkes dan Dindik Ponorogo, Tiga Koper Dokumen Diamankan

Selama lebih dari 7 jam, kantor Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo digeledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Trending

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
Trend Terpopuler: Bukti Cinta Benny Laos Kepada Sherly Tjoanda, hingga Netizen Gemas dengan Tingkah Gubernur Malut

Trend Terpopuler: Bukti Cinta Benny Laos Kepada Sherly Tjoanda, hingga Netizen Gemas dengan Tingkah Gubernur Malut

Bukti cinta mantan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Tingkah lucu Sherly Tjoanda saat berkunjung ke rumah Ashanty
Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata menyimpan cerita menarik. Sang agen mengungkap bahwa Red Sparks sempat lebih dulu minat ke Megatron.
Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kembali turun tangan. Ia menyebut kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu sebagai peristiwa sadis.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT