News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Ziarah Kubur pada Waktu Ini, Kata Ustaz Maulana Walaupun Tidak Ada Hari Khusus Tetap Tidak Boleh Dilakukan karena...

Ustaz Maulana dalam ceramahnya mengatakan tidak ada hari khusus untuk melakukan ziarah kubur. Namun, ia tak menyarankan juga untuk melakukannya pada waktu ini.
Sabtu, 23 November 2024 - 23:09 WIB
Ustaz Maulana | Ilustrasi ziarah kubur
Sumber :
  • YouTube/TRANS TV Official | Pexels/Meruyert Gonullu

tvOnenews.com - Ada sejumlah tradisi yang dilakukan oleh orang Indonesia yang beragama Islam, ketika ada seseorang yang sudah meninggal dunia.

Biasanya orang Indonesia akan mengadakan tahlilan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Lantunan doa dan ayat tadi diharapkan bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengirimkan doa kepada orang yang meninggal tadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tahlil biasanya hanya dilakukan di hari-hari tertentu saja, seperti di hari H meninggal, 3 hari, 7 hari, 1 bulan, hingga 1 tahun setelahnya.

 

tvonenews

 

Selain tahlil, ziarah kubur juga menjadi tradisi rutin yang biasa dilakukan, apalagi menjelang hari-hari besar tertentu, seperti ramadan dan Idul Fitri.

Namun, Ustaz Maulana dalam ceramahnya pernah mengatakan bahwa untuk menghindari berziarah kubur pada waktu tertentu. Berikut penjelasannya.

 

Ustaz yang terkenal dengan jargon "jamaah oh jamaah, alhamdulillah" tersebut mengatakan, bahwa tidak ada hari khusus untuk melakukan ziarah kubur, apalagi itu dilakukan ke makam kedua orangtua.

Sebab, ziarah kubur merupakan kecintaan seseorang terhadap orang yang sudah meninggal tadi, misalnya, orangtua. Hal itu juga akan menjadi kesenangan tersendiri bagi jenazah yang sudah telah dikubur tadi.

"Ziarah kubur adalah bentuk kecintaan ... sebagaimana kita mendatangi beliau dikala hidup, maka dia pun senang ketika kita datang dikala sudah berpulang ke rahmatullah itu kesenangannya," ujar Ustaz Maulana, dilansir video di kanal YouTube TRANS TV Official, Sabtu (23/11/2024).

 

Ilustrasi ziarah kubur
Ilustrasi ziarah kubur
Sumber :
  • Pexels/ Meruyert Gonullu

 

 

Meski begitu, ustaz kelahiran tahun 1974 tersebut mengatakan, bahwa hari Jumat adalah waktu terbaik untuk berziarah ke makam atau kuburan orangtua.

"Meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa barangsiapa ia berziarah sekalian makam kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya di hari Jumat, niscaya Allah akan mengampuninya dan dia tercatat sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya," jelasnya.

 

Ustaz Maulana juga menyampaikan tenggat waktu hari Jumat yang dimaksud, yakni dimulai dari Kamis sore hingga Sabtu pagi.

"Walaupun ada yang mengatakan Jumat sore sudah tidak boleh, tapi ada riwayat mengatakan sampai Sabtu pagi (masih boleh), karena hari Jumat itu kemuliaannya," ujarnya.

 

Namun, Ustaz Maulana tidak menyarankan untuk melakukan ziarah kubur saat Ramadan. Ia lebih menyarankan untuk melakukannya sebelum hari besar tersebut tiba.

Hal ini dikarenakan, bahwa ada riwayat yang menyebut bahwa di bulan Ramadan yang mulia, orang yang sudah meninggal pun tidak akan ditanya di dalam kubur. Di saat itu orang yang sudah meninggal tadi akan diistirahatkan.

 

Ilustrasi ziarah kubur
Ilustrasi ziarah kubur
Sumber :
  • Pexels/Meruyert Gonullu dan Pexels/Mehmet Turgut Kirkgoz

 

 

"Dari Anas bin Malik disebutkan, bahwa kemuliaan Ramadan itulah yang menyebabkan bagusnya ziarah kubur sebelum Ramadan. Kenapa? Diriwayatkan bahwa sebenarnya Ramadhan itu bulan mulia, sampai orang yang sudah meninggal di bulan Ramadhan tidak ditanya di dalam kubur, tidak disiksa di kubur, diistirahatkan," jelasnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah mengapa, menurut Ustaz Maulana, banyak ulama yang akhirnya melakukan ziarah kubur sebelum Ramadan, karena orang yang meninggal tadi akan diistirahatkan oleh Allah SWT.

"Makanya ulama-ulama kita menjelang Ramadan ziarah kubur karena mau istirahat," ujar Ustaz Maulana. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Kongres IX SEMMI akan Digelar di Tangerang, Dapat Dukungan Pimpinan DPRD Banten

Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI mengatakan dukungan dari DPRD Provinsi Banten menjadi modal penting untuk menyukseskan forum tertinggi organisasi mahasiswa tersebut.
Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Gaji ASN yang Mangkir 10 Hari Berturut-turut Dihentikan Oleh Pemkot Cirebon

Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mangkir atau tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa alasan yang sah.
Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

Kloter 1 Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba Selasa Dini Hari

360 haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Medan dijadwalkan tiba di Tanah Air Selasa (2/6) dini hari nanti.
Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum Hari Lahir Pancasila, Perguruan Tinggi Ini Komitmen Penguatan Ideologi di Lingkungan Kampus

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni pada setiap tahunnya menjadi refleksi bagi setiap individu maupun kelompok.
Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.

Trending

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Prabowo Panggil Komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung terhadap jalannya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Pesan Menohok Sherly Tjoanda di Halteng Jadi Sorotan Publik, Singgung soal Ekonomi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos lontarkan pesan menohok di Halmahera Tengah (Halteng), pada Senin (1/6), saat membuka Karya Bakti Skala Besar TNI AD
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT