News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Pilkada Serentak Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Adu Domba: Jangan Sampai Kita Dirusak!

Buya Yahya dalam ceramahnya memberikan pesan kepada seluruh pihak terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang serentak digelar pada Rabu (27/11/2024).
Minggu, 24 November 2024 - 18:23 WIB
Jelang Pilkada Serentak Buya Yahya Ingatkan Bahaya Politik Adu Domba: Jangan Sampai Kita Dirusak!
Sumber :
  • tim tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com - Buya Yahya dalam ceramahnya memberikan pesan kepada seluruh pihak terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang serentak digelar pada Rabu (27/11/2024).

Dalam ceramahnya itu, Buya Yahya menggarisbawahi bahaya dari adu domba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jangan mau diadu domba,” tegas Buya Yahya dalam video ceramahnya yang dipantau tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya meminta agar semua pihak meski berbeda pilihan jangan pernah bermusuhan.

“Pastikan perbedaan perbedaan calon tidak menjadikan kita bermusuhan,” pesan Buya Yahya.

“Jangan bisa kita dirusak hati kita, jangan bisa dirusak oleh kegiatan-kegiatan rutin di negeri ini pemilihan umum pemilihan presiden gubernur dan sebagainya,” sambung Buya Yahya.

Buya Yahya menegaskan bahwa pesan ini adalah untuk semua termasuk para politikus.

“Termasuk nasihat kepada politikus ingat ada hitungannya di hadapan Allah,” tandasnya.

“Kalau anda tidak jujur ada hitungannya di hadapan Allah dan kisah dunia tu hanya sementara,” sambung Buya Yahya.

Jika ada yang dikuasai dengan kebencian kedengkian dengan sesama kaum muslimin lalu atas dasar pemikiran kemudian memprovokasi umat maka siap-siaplah perhitungan di hadapan Allah SWT.

“Ingat dunia sementara, akan ada hitungannya di hadapan Allah,” pesan Buya Yahya.

Kemudian Buya Yahya mengingatkan bahwa semua pihak untuk berijtihad untuk mendapatkan pemimpin yang baik.

“Tentunya kebenaran ijtihadnya sesuai dengan kemampuannya atau nisbat kebenarannya atau persentase kebenarannya tingkat kebenarannya sesuai dengan pengalaman pengetahuan masing-masing,” jelas Buya Yahya.

Namun apapun pilihan Buya Yahya memohon untuk tidak menjadi sebab permusuhan.

“Hal-hal semacam itu tidak menjadi sebab kita bermusuhan. kalaupun menurut kita kita itu betul salah di dalam memilih tentunya tidak harus kita jadikan musuh,” tandas Buya Yahya.

Jika memang ingin memberikan nasihat, Buya Yahya mengingatkan bahwa adab dalam Islam adalah tidak mencaci yang kemudian bisa menimbulkan permusuhan.

“Kita memberikan nasihat yang baik atau kita menjelaskan dengan baik dan benar dengan santun,” ujar Buya Yahya.

Buya Yahya sangat prihatin atas apa yang terjadi saat ini dimana mudah sekali tersulut amarah yang kemudian menjadi sebab permusuhan.

Menurut Buya Yahya , ada dua model hamba Allah yang kadang tanpa disadari mereka memicu permusuhan.

“Politikus yang tidak jujur politikus yang tidak tulus. Sehingga ungkapan-ungkapan yang disampaikan pun kadang memfitnah atau menjadikan sebab orang bermusuhan,” kata Buya Yahya.

“Yang kedua adalah atas nama agama juga bisa saja terjadi,” sambungnya.

Padahal menurut Buya Yahya, hal itu sebenarnya karena sempitnya pemikiran seseorang.

“Orang boleh berbeda pendapat karena sempitnya pandangannya sehingga menganggap orang lain pasti salah,” ujar Buya Yahya.

“Sehingga harus dihujat lalu harus dimusuhi,
sambungnya.

Padahal kata Buya Yahya bisa jadi permasalahan tersebut adalah permasalahan yang menurut ulama boleh berbeda pendapat.

“Ini juga cara pandang yang picik sehingga menjadikan sebab orang bermusuhan,” tandasnya.

Maka dari itu, Buya Yahya mengajak semua untuk waspada akan adu domba.

Buya Yahya berharap semua sadar bahwa tidak perlu bermusuhan hanya karena berbeda pilihan saat momen seperti Pilkada ini.

Hal ini karena siapapun yang nanti terpilih adalah ketetapan dari Allah SWT.

“Maka kita harus waspada bisa jadi itu adalah betul-betul adu domba yang tidak dirasakan oleh pelakunya,” imbau Buya Yahya.

“Kita waspada waspada agar kita tidak hidup dengan dada yang sesak karena kita terlalu mendengar hal-hal yang menjadikan sebab kita bermusuhan,” sambungnya.

Inilah pesan penting Buya Yahya agar Indonesia damai meski berbeda pilihan dan pendapat serta pemikiran.

Selagi itu masih diperkenankan Ustaz atau ulama, maka berbeda saat Pilkada janganlah jadi masalah.

“Maka tidak perlu kita sampai derajat mencaci mengolok membodohkan orang lain,” pesan Buya Yahya.

Karena tindakan inilah pemicu permusuhan di masyarakat.

“Karena hal-hal semacam itulah yang memicu permusuhan di kalangan umat,” tegas Buya Yahya. 

Terlebih lagi jika dilakukan orang yang dianggap masyarakat awam memiliki pengetahuan.

“Adanya percaya kepada orang yang dianggap mengerti di dalam urusan politik percaya dengan orang yang dianggap mengerti urusan agama,” kata Buya Yahya.

“Jika orang-orang tersebut tidak jujur kemudian hanya menghadirkan pemikirannya menuruti hawa nafsunya maka yang jadi korban adalah umat itu sendiri,” lanjut pesan Buya Yahya.

Itulah pesan mendalam Buya Yahya kepada seluruh pihak jelang Pilkada Serentak, Rabu (27/11/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semoga bermanfaat dan Pilkada akan berjalan dengan lancar serta damai.

Wallahu’alam bishawab

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.
Lapas Narkotika Jakarta Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Yatim Yayasan Dulur Salembur

Lapas Narkotika Jakarta Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Yatim Yayasan Dulur Salembur

Kepala Lapas Narkotika Jakarta Aliandra Harahap, menyampaikan bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Lapas Narkotika Jakarta terhadap masyarakat
Soal Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Soal Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, meminta agar temuan Ombudsman RI mengenai fasilitas disebut standar
Buka Suara soal Skuad Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, Marc Klok Kirim Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Buka Suara soal Skuad Pilihan John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, Marc Klok Kirim Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Marc Klok mengaku sedih tak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, tetapi tetap memberi dukungan penuh usai kemenangan atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026.
Anggota TNI, Polisi hingga ASN Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam Kota Bandung, Ini Jumlahnya

Anggota TNI, Polisi hingga ASN Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam Kota Bandung, Ini Jumlahnya

Dari hasil pemeriksaan dan razia, petugas gabungan menemukan sejumlah anggota TNI, Polri, dan ASN yang berada di lokasi tempat hiburan malam Kota Bandung..
Peruri Salurkan Bantuan ke Keluarga Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda

Peruri Salurkan Bantuan ke Keluarga Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, hadir mewakili manajemen perusahaan

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT