Boleh Gak Sih Letakkan Tas di Sajadah meski Menghalangi Shalat Berjamaah? Ternyata Kata Buya Yahya kalau itu...
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Perihal batas shalat berjamaah memiliki penjelasan bahwa makmum dan imam maksimal harus berjarak 300 dzira. 1 dzira mempunyai hitungan sekitar 61,2 cm.
Jika makmum bisa melihat setiap gerakan imam sangat sah dalam mengatur pembatas shalat berjamaah.
Kemudian, pengaturan shaf juga menjadi salah satu bagian pembatas shalat yang mendorong laki-laki Muslim harus berada di barisan depan dan perempuan di belakang.
Meski begitu, pembuatan dinding berfungsi sebagai pembatas shalat sangat dilarang kecuali diperuntukkan bagi makmum perempuan.
Dalam penjelasan ini mengacu pada kebiasaan kebanyakan orang sengaja menyimpan tas di depan sajadah. Itu berkaitan agar dijadikan pembatas dalam shalat.
Penyebab orang yang meletakkan tas di depannya saat melaksanakan shalat berjamaah karena mengkhawatirkan barang-barang berharga di dalamnya bisa diambil oleh orang tidak bertanggung jawab.
Kebanyakan tas di depan sajadah berisi berkas penting, antara lain sertifikat, uang, dompet, kartu identitas dan sebagainya yang dianggap sangat berharga.
Soal hukum tas di depan sajadah, Buya Yahya tidak mempermasalahkan pilihan orang yang sengaja meletakkannya agar tidak hilang.
Bagi Buya Yahya, tas juga sebagai bentuk membuat pembatas shalat yang sederhana.
"Anda untuk jadi sutrah, jangan taruh di belakangnya," jelasnya.
Dalam bahasa Arab, sutrah memiliki arti sebagai penghalang di mana sesuatu yang berada di depan sajadah saat melaksanakan shalat baik sendiri maupun berjamaah.
Beberapa barang bisa menjadi sutrah, antara lain tongkat, tanah yang tersusun rapi dan sebagainya.
Kehadiran sutra sangat berguna agar tidak ada orang lain yang lewat. Apalagi jika mengerjakan di bagian tengah menjadi tempat lalu lalang orang masuk atau keluar masjid.
Pengasuh LPD Al Bahjah itu juga menegaskan betapa pentingnya sutrah dipakai untuk pembatas shalat.
"Makanya kalau taruh tas di belakangnya ada tiga kerugian, pertama enggak meraih keutamaan, kedua itu tidak khusyuk, ketiga potensi hilang tasnya itu," paparnya.
Anjuran memakai sutrah dalam shalat diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri dari haditsnya, Rasulullah SAW bersabda:
Ų„Ų°Ų§ ŲµŁŁŁŁ Ų£ŲŲÆŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲµŁŁŁ Ų„ŁŁ Ų³ŁŲŖŲ±Ų©Ł ŁŁŁŁŲÆŁŁ Ł ŁŁŲ§
Load more