Memang Boleh Bangun Kesiangan Terus Langsung Shalat Subuh? Ternyata Kata Ustaz Adi Hidayat yang Benar Adalah…
- Ilustrasi/Freepik
tvOnenews.com - Subuh adalah waktu yang sangat istimewa.
Salah satu hadis tentang istimewanya shalat subuh adalah hadis Bukhari berikut ini.
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari).
Saking istimewanya, shalat subuh memiliki godaan besar.
Namun tak jarang, setan kerap membuat kita tetap terlelap meski adzan sudah berkumandang.
Padahal semua yang dilakukan saat subuh disaksikan langsung oleh Allah SWT.
Bahkan seluruh malaikat berkumpul dan berpotensi menyampaikan amalan kita. Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits berikut ini.
"Malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari datang bergantian kepada kalian. Mereka berkumpul pada waktu dikerjakannya shalat subuh dan shalat ashar. Malaikat yang semula berada pada kalian, lalu naik ke langit dan selanjutnya Rabb mereka menanyai mereka,--sementara Dia lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)--: 'Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?' Para malaikat menjawab: 'Kami meninggalkan mereka, sedang mereka tengah mengerjakan shalat dan kami mendatangi mereka, sedang mereka juga tengah mengerjakan shalat.'" (HR Bukhari dan Muslim).
Lantas bagaimana jika bangun kesiangan? Apakah kita masih boleh shalat subuh?
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dikutip oleh tvOnenews.com dari ceramah beliau.
Dalam ceramahnya itu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa waktu shalat bagi orang yang ketiduran adalah saat bangunnya.
"Kalau orang ketiduran tiba-tiba bangun maka seketika tibalah waktu shalat pada saat itu," tegas UAH.
"Tetap dia harus mengerjakan shalat sesuai waktu bangunnya, itu haditsnya shahih," lanjutnya.
Sehingga jika tertidur dan melewatkan waktu shalat subuh, maka wajib melaksanakan shalat subuh begitu ia bangun.
Dan sebaiknya tak ditunda-tunda, harus seketika setelah bangun.
“Hadisnya shahih,” kata UAH.
"Shalat orang yang tertidur adalah waktu bangunnya," tandas Ustaz Adi Hidayat menambahkan.
Berikut hadis yang dimaksud oleh Ustaz Adi Hidayat, yang dikutip dari artikel di laman Muhammadiyah dengan judul Bolehkah Mengganti Shalat Karena Ketiduran?
Hadis Tentang Shalat Orang yang Lupa
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, bersabda Rasulullah saw: “Barangsiapa lupa shalat, hendaknya ia mengerjakan di kala ia ingat. Tak ada kaffarat (penutup dosa) baginya selain itu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Tentang Shalat Orang yang Tidur
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah saw: ” Apabila salah seorang di antaramu lalai tertidur sehingga karenanya luput melaksanakan salat, atau salah seorang diantaramu lalai sehingga karenanya tertinggal melakukan shalat, maka hendaknya melakukan shalat iu di kala teringat, karena Allah berfirman: ‘Dirikanlah shalat untuk mengingat akan Daku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam Islam sudah diatur secara ketat perihal waktu shalat dalam sehari.
Allah sudah mengatur kapan waktu shalat subuh dikerjakan, kapan magrib tiba, dan seterusnya.
Oleh sebab itu, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa tidak boleh dengan seenaknya ingin melaksanakan shalat diluar waktunya.
"Jadi nggak boleh anda menunaikan subuh di waktu dzuhur, dzuhur pengen dirapel di maghrib ya enggak bisa," tegas UAH.
Jika ada keinginan untuk menjamak shalat pun sudah ada aturan khususnya.
"Bahkan ketika aturan jamak pun Allah atur, apa yang nggak bisa dijamak dan bisa," kata Ustaz Adi Hidayat.
"Dzuhur hanya boleh jamak dengan ashar, magrib jamaknya dengan isya, subuh nggak bisa dijamak mangkanya diletakkan jauh antara subuh dan isya," lanjutnya.
Oleh karenanya, shalatlah ketika tiba waktu shalat tersebut.
Kecuali memang ada kondisi khusus yang membuat tak bisa melakukannya tepat waktu.
"Mangkanya dalam shalat ini mesti teratur, subuh ya subuh, dzuhur ya dzuhur, ashar ya ashar," ujar UAH.
"Kecuali ada kondisi tertentu yang sifatnya tidak sewajarnya," sambungnya.
Bagaimana Cara Supaya Subuh Tidak Kesiangan?
Ustaz Adi Hidayat menyarankan agar merubah pola waktu.
"Lebih kepada niat dan pengaturan waktu," kata Ustaz Adi Hidayat.
Oleh karenanya, Ustaz Adi Hidayat menyarankan mengatur waktu dengan baik.
"Terlalu sibuk siangnya, maka akan banyak istirahat di malam harinya, terlalu sibuk malamnya, siangnya akan ngantuk," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menyarankan ikuti manajemen waktu Nabi.
"Nabi, setelah Isya istirahat," kata Ustaz Adi Hidayat.
Subuh Adalah Waktu yang Istimewa
Dalam Islam, subuh merupakan waktu yang istimewa.
Berikut hadis yang menjelaskan tentang istimewanya subuh.
Hadis Muslim
“Barangsiapa yang shalat isya` berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah sholat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656).
Hadis Baihaqi
“Hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara sholat subuh dan terbitnya matahari.” (H.R. Baihaqi).
Itulah penjelasan mengenai shalat subuh yang kesiangan.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Disarankan bertanya langsung kepada Ulama atau Ahli Agama Islam agar dapat pemahaman yang lebih mendalam.
Wallahu’alam bishawab
(put)
Load more