Batalkah Wudhu Sebelum Shalat Keluar Air Mani Tanpa Sengaja? Justru Hukumnya Kata Buya Yahya kalau itu...
- Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & iStockPhoto
tvOnenews.com - Pendakwah karismatik KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menguraikan hukum setelah Wudhu mengeluarkan air mani sebelum melaksanakan shalat.
Buya Yahya mendapatkan kasus terkait seorang mukmin baru menyelesaikan Wudhu untuk mengerjakan shalat tanpa sengaja air mani keluar dari dalam tubuhnya.
Perihal hukumnya, Buya Yahya mendengar beberapa pendapat bahwa air mani yang keluar bisa membatalkan Wudhu sebelum shalat.
Sebagian orang berasumsi bahwa hukum Wudhu kemudian tanpa sengaja mengeluarkan air mani tetap tidak batal dan masih sah untuk shalat.
"Apa hal yang membatalkan Wudhu? Apa saja menjadikan kita tidak sah Wudhu? Anda punya Wudhu kemudian akan batal?," tanya Buya Yahya dalam suatu tausiyahnya dari live streaming kanal YouTube Al-Bahjah TV dikutip, Kamis (12/12/2024).
- Istockphoto
Ā
Hukum mengeluarkan air manis menjadi pembahasan menarik apabila baru menyelesaikan Wudhu sebelum melaksanakan shalat dan ibadah lainnya.
Bahwasanya Wudhu merupakan kegiatan telah berbentuk suatu ibadah di mana seorang mukmin sedang menyucikan dirinya.
Biasanya umat Muslim mengambil Wudhu dengan air bersih sebagai syyarat menyucikan diri agar terhindar dari hadats kecil hendak melaksanakan shalat.
Ada beberapa syarat dan rukun Wudhu menjadi kewajiban bagi umat Muslim saat membersihkan dirinya dari hadats.
Anjuran mengambil air Wudhu sebagai syarat sah shalat dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Allah tidaklah menerima shalat salah seorang di antara kalian ketika ia berhadats sampai ia berwudhu." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits ini menunjukkan shalat tidak akan sah apabila tak menyempatkan Wudhu sebagai bentuk menyucikan diri untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dalam dalil Al Quran dari Surat Al Ma'idah Ayat 6 mengandung tafsir anjuran berwudhu secara benar sebelum shalat, Allah SWT berfirman:
ŁŁ°ŁŲ§ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų§Ł°Ł ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŁ ŁŲŖŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŲŗŁŲ³ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ±ŁŲ§ŁŁŁŁ ŁŁŲ§Ł ŁŲ³ŁŲŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ±ŁŲ”ŁŁŁŲ³ŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŲ±ŁŲ¬ŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ¹ŁŲØŁŁŁŁŁŪ ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ų¬ŁŁŁŲØŁŲ§ ŁŁŲ§Ų·ŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ł ŁŁŲ±ŁŲ¶Ł°ŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ°Ł Ų³ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁ Ų¬ŁŲ§Ū¤Ų”Ł Ų§ŁŲŁŲÆŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲŗŁŲ§Ū¤ŁŁŁŲ·Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁ°Ł ŁŲ³ŁŲŖŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ū¤Ų”Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŲ¬ŁŲÆŁŁŁŲ§ Ł ŁŲ§Ū¤Ų”Ł ŁŁŲŖŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŲ§ ŲµŁŲ¹ŁŁŁŲÆŁŲ§ Ų·ŁŁŁŁŲØŁŲ§ ŁŁŲ§Ł ŁŲ³ŁŲŁŁŁŲ§ ŲØŁŁŁŲ¬ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŲÆŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁŁŁ ŪŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŁŲ¬ŁŲ¹ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ¬Ł ŁŁŁŁŁ°ŁŁŁŁ ŁŁŁŲ±ŁŁŁŲÆŁ ŁŁŁŁŲ·ŁŁŁŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲŖŁŁ ŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁ ŁŲŖŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŲ“ŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁ
Load more