News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prediksi Ustaz Fatih Karim soal Kasus Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Usai Polisi Sebut MAS Digadang Kesulitan Tidur

Ustaz Fatih Karim memprediksi penyebab MAS (14) pada kasus anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus. Meski polisi mendapat data remaja itu alami gangguan tidur.
Minggu, 15 Desember 2024 - 05:57 WIB
Ustaz Fatih Karim prediksi penyebab remaja MAS (14) dalam kasus anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus
Sumber :
  • Tim tvOnenews

Dalam kasus anak remaja 14 tahun ini, AKP Nurma bahwa MAS bersama keluarganya sempat bercengkrama sebelum terjadinya tragedi berdarah di sebuah rumah.

Pada pukul 23.00 WIB, ia menjelaskan MAS sempat pamit untuk tidur lebih cepat kepada keluarganya setelah terjadinya keharmonisan di keluarga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelaku pamit terlebih dahulu, mau tidur. Jadi jam 23.00 WIB dia masuk kamar ibu bapaknya (untuk pamit tidur)," ungkap AKP Nurma dikutip, Minggu.

Kemudian, MAS tidur di bagian lantai atas rumahnya setelah berpamitan kepada keluarganya.

"Mama, aku tidur dulu," kata AKP Nurma sambil mengutip ucapan anak remaja 14 tahun itu.

Namun demikian, MAS tiba-tiba kembali ke kamar orang tuanya sambil membawa sebilah pisau.

Kedatangan MAS langsung menikam keluarganya yang mengakibatkan APW dan RM bersimbah darah dan sang ibu AP (41) mengalami luka berat.

APW harus meregang nyawa di atas tempat tidurnya juga mengorbankan RM yang kebetulan tidak berada di kamar tersebut.

AKP Nurma mengatakan AP masih bertanya-tanya dan heran buah hatinya tiba-tiba menikam keluarganya sendiri.

"Itu maka ibunya sampai detik ini tidak percaya kalau anaknya yang melakukan," tutur dia.

AKP Nurma juga masih mendalami psikologis anak remaja 14 tahun itu setelah mendapat informasi dari psikolog yang diproses melalui Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).

tvonenews

"Kemarin penyidik memeriksa psikolog, kemudian dari psikolog sudah diserahkan ke Apsifor," ujarnya.

Dalam kumpulan data hasil pemeriksaan polisi, AKP Nurma memprediksi adanya gangguan tidur dialami oleh MAS.

"Iya betul," ucapnya.

Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa ibu yang pernah membawa MAS empat kali kali ke psikiater masih menjadi pemeriksaan lebih lanjut.

"(Kronologi) sudah dimintai keterangan. Semua sudah dikumpulkan di penyidik, sudah melengkapi berkas," tegasnya.

Semenntara, ibu AP telah memaafkan MAS meski dalam kasus anak remaja bunuh ayah dan nenek ini mengorbankan nyawa keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ibunya sangat memaafkan," tandas AKP Nurma.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

Untuk membantu proses editing penulisan, lebih bagus yang mana antara kedua platform AI ChatGPT atau Claude? Berikut penjabaran selengkapnya pada artikel ini.
Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Berdasarkan perincian data pada poster pencarian, perkiraan waktu hilangnya Cheon Yuri terjadi terjadi pada rentang waktu antara pukul 12.30 hingga 14.00 WITA.
Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Ford kembali melakukan penarikan kendaraan atau recall dalam jumlah besar. Kali ini, sebanyak 30.123 unit truk F-Series terdampak masalah pada kabel pintu.
BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT