Bertahun-tahun Pengangguran dan Sulit Dapat Keturunan, Lakukan Amalan ini agar Dikepung Rezeki Kata Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Artinya: "Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." (QS. An Najm, 53:39-40)
Anjuran bekerja agar tidak menjadi pengangguran serupa dengan pembahasan mengenai keturunan sebagaimana tanda rezeki dari Allah SWT.
Bahwasanya keturunan ingin mempunyai anak membawa keberkahan dan karunia dari Allah SWT.
Bagi orang semakin memiliki banyak anak akan dilimpahkan rezeki bertubi-tubi karena kehadiran buah hati merupakan hal terindah dan kenikmatan atas kehendak-Nya.
Kehadiran anak menandakan rezeki dilimpahkan kepada mereka yang telah dipenuhi keinginan mendapatkan keturunannya tercantum dalam Surat Al Isra Ayat 31, Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا
Artinya: "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar." (QS. Al Isra, 17:31)
Dalam penjelasan di atas memunculkan kesimpulan bahwa keinginan rezeki harus disertakan dengan usaha dan melalui tindakan secara nyata.
UAH membagikan kisah Nabi Ibrahim AS yang diberkahi keturunan setelah bertahun-tahun istrinya mandul karena melakukan amalan kebaikan.
"Buka Al Quran surat ke-51 ayat 24-30 paling kanan sebelah bawah," saran dia.
Direktur Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mendapat kisah cerita bahwa Nabi Ibrahim AS mendapat tamu tidak dikenal tengah malam.
Sesungguhnya, tamu tersebut merupakan malaikat yang sedang menyamar sebagai manusia tiba-tiba mengucap salam dan dibalas oleh Nabi Ibrahim AS.
Uniknya, Nabi Ibrahim AS memiliki niat untuk menemui keluarganya. Setelah itu, beliau langsung mendatangi tamu-tamu tersebut sambil memberikan daging anak sapi telah dibakar untuk disantap mereka.
Tamu-tamu tersebut enggan makan daging bakar anak sapi tersebut membuat Nabi Ibrahim AS merasa heran.
Load more