Kewajiban Manusia Menjaga Alam Semesta
- ilmupedia.co.id
Kualitas khusus manusia lainnya adalah kemampuan mandiri manusia untuk mengetahui yang baik dari yang jahat, dan kemampuan manusia untuk mencegah kejahatan. Allah nyatakan dalam al-Qurāan: āDemi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannyaā (QS. Asy-Syams:7ā8).Ā
Selain itu, Allah menemukan bahwa hanya manusia yang setuju untuk mengambil tanggung jawab untuk menjadi manajer di bumi. Dia berfirman: āSesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusiaā (QS. Surah Al-Ahzab: 72). Karena alasan tersebut, alam semesta kemudian diberikan kepada manusia sebagai "ammanah" (trust) yang harus manusia jaga.
Namun demikian, meskipun manusia mendapat tanggung jawab untuk menjadi manajer alam semesta, Allah memberikan alam yang diberkati kepada manusia untuk melakukan perbuatan baik sebagaimana firman Allah dalam al-Qurāan: āDan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan āArsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnyaā (Q.S. Hud: 7). Bagaimanapun, pada hakikatnya, Allah adalah pencipta dan pemilik seluruh alam semesta (al-Mulk Lillah). Dia yang menciptakan manusia dan alam semesta yang diberkati.
Dalam konsep tauhid, dualitas antara Pencipta (creator) dan ciptaan (created) atau Khalik dan makhluk menjadikan manusia dan makhluk lain seperti alam, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta berada dalam satu kesatuan kelas bernama ciptaan Allah.
Berkenaan dengan ini, meskipun semua makhluk ciptaan Allah beragam tapi tetap mempunyai kesamaan karakteristik tertentu.
Pertama, semua ciptaan adalah cerminan dari kesucian, kemuliaan, dan kuasa Allah sebagaimana firman Allah: āDan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahuiā (QS. Al-Baqarah: 115).
Kedua, ciptaan-ciptaan Allah adalah teratur, memiliki tujuan, dan fungsi sebagaimana firman Allah: āDan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuranā (QS. Al-Hijr: 19).
Load more