GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peduli Hindari Kekerasan Seksual, Menteri Agama dan KPAI Diskusi Upaya Perlindungan Anak dan Santri

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah membahas perlindungan kekerasan seksual anak dan santri.
Kamis, 2 Januari 2025 - 17:55 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diskusi dengan Ketua KPAI bahas perlindungan kekerasan seksual anak dan santri
Sumber :
  • Humas Kemenag RI

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar melakukan diskusi langkah menghindari kekerasan seksual pada anak dan santri bersama Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah.

Bersama Ketua KPAI, Nasaruddin mengungkapkan pembahasan ini sebagai upaya betapa pentingnya menggencarkan perlindungan untuk anak dan santri dari kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sangat prihatin dengan kasus kekerasan seksual di pesantren. Apalagi jika pelakunya adalah pimpinan, ini sangat memilukan. Kami akan membentuk pansus untuk menindaklanjuti kasus-kasus seperti ini," ungkap Kemenag dalam keterangannya di Kantor Pusat Kemenag RI, Kamis (2/1/2025).

Sebagai Menag RI, Nasaruddin Umar memahami perlindungan kekerasan seksual ini bisa melibatkan Kemenag untuk memudahkan tugas KPAI.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Ketua KPAI Ai Ai Maryati Solihah audiensi di Kantor Pusat Kemenag RI
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Ketua KPAI Ai Ai Maryati Solihah audiensi di Kantor Pusat Kemenag RI
Sumber :
  • Kemenag

 

Ia menilai adanya bantuan ini mengingatkan anggaran dari KPAI tidak banyak untuk menggencarkan anak dan para santri terhindar dari kekerasan seksual yang terjadi di pesantren.

"Jadi mari kita bangun kolaborasi. Kita bisa kumpulkan semua stakeholder. Kita lakukan langkah tindak lanjut," terang dia.

"Perlu ada efek jera bagi para pelaku," sambungnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPAI Ai Maryati turut memberikan penjelasannya terkait kekerasan seksual terjadi pada lembaga pendidikan selalu tertuju pada anak.

Hal ini membuat anak dan para santri menjadi korban atas tindakan asusila yang seharusnya tidak pantas dialami mereka selama mengenyam pendidikan di sekolah maupun pesantren.

"Bukan hanya kekerasan seksual seperti pencabulan atau pemerkosaan, tapi juga kekerasan fisik, psikis, hingga homoseksual. Situasi ini sangat mengkhawatirkan," ujar Ai Maryati.

Ai menambahkan pihaknya kerap kali diuji karena para pelaku mempunyai hubungan yang tinggi terhadap para penguasa di lingkungan pendidikan hingga pemerintah.

tvonenews

Relasi para pelaku ini menyebabkan pihak KPAI tidak bisa memberantas secara cepat atas tindakan tidak pantas mereka kepada anak.

"Rekomendasi kami adalah optimalisasi program perlindungan anak, termasuk membentuk Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan di lingkungan pendidikan keagamaan," tutur Ketua KPAI itu.

Ai juga membahas soal usulan dari KPAI agar diterapkannya program bertajuk "Pesantren Ramah Anak".

Program Pesantren Ramah Anak, kata Ai, sebagai langkah KPAI menghilangkan kasus kekerasan seksual kepada anak di lingkungan atau lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ai mengharapkan melalui program ini agar Kemenag mengintegrasikan kebijakannya agar para santri dan anak selalu nyaman menimba ilmu di pesantren.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Belum Resmi Bekerja Sama, Pelatih Hillstate Sudah Hafal Makanan Korea Kesukaan Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung, pelatih Hyundai Hillstate diam-diam sudah mencari tahu apa makanan khas Korea Selatan yang disukai oleh calon pemainnya Megawati Hangestri.
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya mencapai ratusan juta rupiah. 
PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

PPIH Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram saat Waktu-Waktu Padat

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan imbauan serius bagi jamaah calon haji Indonesia untuk menjaga stamina menjelang puncak ibadah haji. 
Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi SMA Asal Tangerang Selatan Diterima di Tujuh Universitas Dunia

Siswi lulusan SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kalya, berhasil diterima di tujuh perguruan tinggi terkemuka dunia pada seleksi masuk tahun ajaran 2026/2027.
Kirab Budaya Cirebon Menghubungkan Sejarah dan Masa Depan

Kirab Budaya Cirebon Menghubungkan Sejarah dan Masa Depan

Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran yang digelar di Kota Cirebon disebut menjadi upaya menghubungkan sejarah masa lalu dengan pembangunan masa depan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
Jamaah Calon Haji Diimbau Untuk Jaga Kesehatan

Jamaah Calon Haji Diimbau Untuk Jaga Kesehatan

Para jamaah calon haji asal Karawang, Diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama dalam perjalanan haji tahun ini, khususnya ketika di tanah suci agar bisa mengikuti seluruh rangkaian ritual haji dengan optimal.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT