News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Filosofi Tersirat dari Lima Teras Gunung Padang dalam Agama

Kunceng Situs Gunung Padang, Nanang bercerita filosofi di lima teras Situs Gunung Padang jika terhubung dengan pengamalan agama punya maknanya masing-masing.
Senin, 13 Januari 2025 - 00:40 WIB
Kondisi Teras II Situs Gunung Padang
Sumber :
  • tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya

Cianjur, tvOnenews.com - Situs Gunung Padang mempunyai lima teras yang mengundang filosofi berkaitan dengan agama. Masing-masing teras memiliki makna yang tersembunyi di dalamnya.

Lima teras di Situs Gunung Padang juga memiliki batu-batu kuno peninggalan zaman Megalitik Tertua yang filosofinya menyambung pada pengamalan dalam agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima teras ini ibarat membentuk seperti Punden Berundak sebagai bentuk dari Situs Gunung Padang.

Kuncen Situs Gunung Padang sekaligus berstatus Polisi Khusus Cagar Budaya Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi, Nanang menceritakan filosofi lima teras ini dicontohkan seperti pengamalan kelima rukun Islam. Bahkan masing-masing fungsinya berbeda, meskipun saling terhubung satu sama lain.

Lantas, seperti apa filosofi lima teras di Situs Gunung Padang?

Teras I

Teras pertama sebagai halaman pertama yang terbentang luas untuk menyambut kedatangan tamu. Nanang mengatakan bahwa teras kesatu memiliki halaman yang berukuran sangat luas.

Teras pertama memiliki ukuran pada bagian sisi utara seluas 35,40 meter, sisi timur 32 meter, sisi selatan 37 meter, dan sisi barat 28, 50 meter.

Dalam ukuran ini menunjukkan manusia harus mengkaji banyak ilmu dari berbagai bentangan dan sajian batu-batu peninggalan Megalitik Kuno. Ada banyak ilmu yang didapatkan untuk menyerap beberapa hal.

Nanang menyebutkan ilmu ini sebagai pondasi bagi seorang manusia guna menguatkan pembekalan untuk menerapkan konsep kehidupan.

"Jadi menggambarkan ilmu yang harus kuat itu dasar dan benar-benar kokoh. Jika mengacu pada Islam itu bisa memahami rukun Islam ada lima kalau konsep ini saya pakai," ungkap Nanang kepada tim tvOnenews.com di lokasi, Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (11/1/2025).

Ilmu pada dasarnya akan memberikan tuntunan hidup agar menuju arah yang benar. Dari ilmu bisa dijadikan pedoman agar tidak ke jalan tersesat.

Kehadiran ilmu juga menjadi pondasi dalam membentuk kebahagiaan. Manusia akan menikmati kehidupannya baik saat di dunia maupun di akhirat kelak.

Setiap manusia biasanya akan dituntun untuk nenanamkan keimanan bahwa mereka harus memberikan pengakuan iman kepada Tuhan. Selama di kehidupan harus menerapkan berbagai ajaran yang tertuang pada masing-masing kepercayaan agamanya.

Istilahnya, manusia seperti baru lahir di dunia dan harus menerapkan kewajiban selayaknya menyembah Tuhan. Keberadaan ilmu mampu menjadi pondasi kuat pembekalan mereka.

"Kalau bahasa saya itu pembuka lawang, tanda dua kalimat syahadat," kata Nanang.

Pengamalan ilmu di teras pertama ini akan tersaji sejumlah peninggalan batu yang tidak biasa. Ada sejumlah cluster susunan batu di pintu masuk, Batu Gamelan, Batu Kecapi, tempat pemujaan meskipun terlihat seperti tempat diskusi yang dilihatkan dengan pintu dan ruangan rapat hingga sebuah Batu Dolmen 

Yang paling unik tersohor pada "Batu Gamelan" biasa dikenal secara umum "Batu Musik". Batu ini berukuran panjang dan memiliki lima nada apabila diketuk oleh manusia.

Bahwasanya lima nada ini ibarat bekas dari lima jari manusia. Dan keunggulan dari Batu Gamelan sangat berbunyi nyaring saat diketuk dengan satu jari manusia. Alunan nadanya bisa menghasilkan suara musik dan bernada indah.

Teras II

Teras kedua akan menyajikan gundukan batu memiliki ukuran bervariasi di masing-masing batu yang tersusun. Susunan batu ini ibarat berbentuk turap seperti lereng gunung.

Dinding seperti lereng ini memiliki makna mendalam apabila dihubungkan dengan konsep agama. Nanang menyebutnya seperti arti "bersujud".

Berdasarkan hasil survei secara langsung, dinding turap terletak di bagian sisi timur teras kedua Situs Gunung Padang terlihat lebih tinggi daripada di sisi barat.

Dinding turap ini mempunyai ukuran sisi utara sebesar 35,40 meter, sisi barat 5 meter, sisi selatan 29,5 meter, dan sisi timur hanya 12 meter.

"Ada Bukit Masigit, ibaratkan tempat bersujud tapi bukan seperti shalat," terang kuncen Gunung Padang itu.

Gundukan batu ini seperti membentuk layaknya bukit atau gunung karena semakin tertumpuk ke atas yang akhirnya dinamai Bukit Masigit.

Jika mengacu pada agama Islam, tempat ini bentuk memulai perjalanan manusia yang sebelumnya berusaha menyerap ilmu sebagai langkah awal hidup.

Setiap manusia harus berTuhan dan teras kedua ini untuk membuat mereka melakukan sesuatu melalui sujud, sebagaimana untuk menyembah Yang Maha Esa.

"Semua agam pasti (diperintahkan) bersujud, sama aja kan," ucap dia.

Ada pun Bukit Masigit dari tumpukan batu ini, masyakat memberikan nama istilah dengan sebutan "Mahkota Dunia". Kebetulan ada pohon besar menjulang tinggi di tengah-tengah gundukan bebatuan berukuran besar tersusun seperti bukit.

Pohon tinggi ini mempunyai dua betang berdiri kokoh yang memunculkan sebutan "Ki Menyan" dan "Hamirung". Dalam filosofi dari pohon ini tumbuh berdiri tegak menunjukkan kegagahannya tetap kokoh dan memiliki wibawa.

Bagi orang yang hendak menaiki gundukan batu ini harus melepas alas kaki dan bisa menikmati pemandangan sekaligus mengaplikasikan arti sujud dalam penerapan konsep ilmu.

Teras III

Teras ketiga di situs peninggalan zaman megalitikum ini mempunyai orientasi khusus yang terletak di antara hamparannya. Terdapat dua batu peninggalan konon katanya memiliki ceritanya masing-masing.

Ada dua cluster bebatuan yang mempunyai denah tersirat makna di dalamnya, yakni ada "Batu Tapak Maung" dan "Batu Tapak Kujang".

Dua batu ini menyimpan makna jika mengacu pada konsep agama dengan istilah "berbagi". Sebagai manusia, kata Nanang, harus mempunyai rasa kasih sayang terhadap sesama.

Kodrat manusia memberikan kenyamanan, kepedulian, dan kebahagiaan untuk seluruh ciptaan-Nya di bumi, sebagaimana manusia dinobatkan makhluk sosial yang saling tolong-menolong terhadap sesama.

"Itu berbagi, nah kalau kita lihat nyamannya itu ke sana (Selatan tertuju bentangan gunung), kalau ke Utara itu enggak jelas," tegasnya.

Menurut Nanang, manusia harus memerlukan dua hal. Pertama, tetap mencari keberadaan Tuhan sebagai makhluk diciptakan untuk menyembah kepada Yang Maha Kuasa. Kedua, menjauhi sifat sombong selayaknya manusia berukuran kecil tanda tidak ada yang merasa besar.

"Kita harus menengok ke atas kita dan kita juga wajib menengok ke bawah. Misalnya kalau dalam agama Islam itu zakat atau kasih sayanglah," tuturnya.

Batu Tapak Maung ini, berada di tepi bagian timur teras ketiga yang konon katanya, Nanang berpendapat tempat singgasana Eyang Prabu Siliwangi.

"Tapak Maung itu ada lima bulatan terlihat seperti tangan. Manusia dulu kan diyakini besar-besar ukurannya dan itu serupa dengan bentuk tangan," paparnya.

Kemudian, di bagian bawah depan Batu Tapak Maung ada sebuah batu berukuran kecil dan berbekas tempat tusukan tongkat. Nanang mengatakan bentukan bulat itu bekas tongkat Prabu Siliwangi atau leluhur sebelum-sebelumnya.

Kemungkinan orang yang berdiam di situ tengah berdoa tanda untuk memberikan kasih sayang melalui "tapa berata". Bentukan ini memunculkan filosofi saling berbagi jika mengacu pada agama.

Ada pun Batu Tapak Kujang ini memperlihatkan batu bekas pahatan yang persis dengan bentukan kujang. Itu diyakinii bahwa manusia harus punya pendirian pada prinsipnya setelah mengungkap janji.

tvonenews

Teras IV

Teras keempat tidak memperlihatkan begitu banyak sebaran batu kolom yang tersebar di area berukuran di sisi utara sebesar 17 meter, sisi selatan 18,5 meter, sisi timur 18 meter, dan sisi barat 17,5 meter.

Namun, terdapat satu batu berdiri kokoh yang sangat mencolok dinamai "Batu Kanuragan" diibaratkan seperti Batu Lingga melambangkan kesuburan.

"Kenapa yang empat kosong? Yang ada batu pemujaan di angkat, itu orang melihat ke fisiknya," tutur Nanang.

Konon katanya, bagi masyarakat berhasil mengangkat Batu Kanuragan akan memperoleh segala hajat. Bahkan dahulu kala ramai-ramai berusaha ingin menunjukkan kemampuannya karena kolom batu ini mempunyai khas sarana pemujaan dari perspektif agama Hindu.

"Katanya kalau diangkat itu apa segala keinginan yang disampaikan akan tercapai," terangnya.

Dalam perspektif agama Islam, teras keempat akan sebagai sarana mengaplikasikan, mempraktikkan, dan sarana menumpahkan segala sesuatu telah didapat dari perjalanan sebelumnya.

Area ini berhubungan dengan upaya seseorang berusaha memenuhi kesempurnaan keimanannya atas usaha mencari-cari keberadaan ilmu guna bekal mereka hanya berpasrah diri.

Teras V

Teras kelima akan menyajikan sebuah tempat terdiri dari beberapa kolom batu tersusun, seperti tempat tidur, doa, dan singgasana. Nanang menyebutnya "Tempat Singgasana" atau "Putri Bungsu" dalam cerita terbaru terhubung dengan Eyang Prabu Siliwangi dan leluhur berdoa. Posisi cluster batu Singgasana terbentang di antara timur-barat di area selatan.

Kemudian, ada tiga cluster batu lainnya di sebelah selatan dari timur-barat dinamai "Eyang Perbuka", "Batu Pandaringan", dan "Eyang Paraji Sakti".

Nanang menegaskan halaman ini akan menimbulkan kesejukan, kenyamanan, dan kedamaian yang didapatkan di sini. Bahwasanya manusia hanya berpasrah diri atas usaha sebelumnya.

"Kalau yang kelilma itu pengamalan, mengaplikasikan. Ibaratnya puasa, nah itu nahan hawa nafsu dari amarah," katanya.

Manusia akan memperoleh kesempurnaan selayaknya pencapaian jerih payah dalam perjalanan untuk mencapai tujuan hidupnya. Ini menandakan seperti perjuangan yang tidak sia-sia selama di kehidupan.

"Kelima itu tempat tertinggi, istilahnya empat sehat lima sempurna. Artinya kesempurnaan, jadi tempat berserah diri apa yang kita lakukan, artinya kita menikmati hasil karya," bebernya.

"Kalau kita mengerjakan kebaikan-kebaikan itu enggak ke mana, jaminannya surga," sambungnya menutupkan.

Dalam cerita dari Batu Singgasana ini menandakan tempat berdoa. Terlihat di bagian batu agak berdiri terdapat bekas kepala yang bersujud berbentuk bulat diyakini leluhur berserah diri kepada-Nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Konsepnya setelah sujud, kita hormat kepada ayah dan ibu, itu konsep doa balik badan menghadap ke Gede-Pangrango," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Melegakan, Lalu Lintas Kapal Komersial di Selat Hormuz Terus Meningkat

Melegakan, Lalu Lintas Kapal Komersial di Selat Hormuz Terus Meningkat

Di tengah berlanjutnya perundingan setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, lalu lintas kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Ronald Koeman memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala De Oranje dalam unggahannya di Instagram, pada Rabu (1/7/2026). 
Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau Dokter Icha, Fabianus Banase geram dengan reaksi tiga anggota DPRD Kabupaten TTU bantah intimidasi keponakannya.
Hari Ini Harga BBM Non Subsidi Turun, Berikut Daftarnya

Hari Ini Harga BBM Non Subsidi Turun, Berikut Daftarnya

PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Pertamax Turbo turun mulai 1 Juli 2026.
Kang So-hwi Masih Jauh di Atas Megawati Hangestri, Intip Daftar Gaji Tertinggi Pemain Lokal Liga Voli Korea 2026-2027

Kang So-hwi Masih Jauh di Atas Megawati Hangestri, Intip Daftar Gaji Tertinggi Pemain Lokal Liga Voli Korea 2026-2027

Menariknya, gaji pemain lokal seringkali jauh di atas pemain asing baik dari kuota Asia mau pun non Asia. KOVO pun resmi mengumumkan daftar gaji yang diterima para pemain lokal pada Selasa (30/6/2026).
Sebelumnya Ada 4 Titik yang Ditemukan Polisi, di Mana 2 TKP Baru Dipakai Taufik Hidayat dalam Kasus Penyekapan YTR?

Sebelumnya Ada 4 Titik yang Ditemukan Polisi, di Mana 2 TKP Baru Dipakai Taufik Hidayat dalam Kasus Penyekapan YTR?

Penyidik Polda Jabar mengungkap hasil temuan 2 TKP baru yang digunakan Taufik Hidayat (30) menyekap dan menganiaya pacarnya, YTR (29) berada di kawasan Ciwaru.

Trending

Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia akan menjalani Piala AFF 2026 dengan bersaing di Grup A mulai pada akhir Juli 2026 mendatang. 
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Isu Tarif Ojol Naik usai Potongan Komisi Aplikator jadi 8 Persen per 1 Juli, Menhub: Kalau Naik, Bisa Jadi Bumerang

Isu Tarif Ojol Naik usai Potongan Komisi Aplikator jadi 8 Persen per 1 Juli, Menhub: Kalau Naik, Bisa Jadi Bumerang

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa tarif ojek online tidak akan naik setelah diterapkannya pemangkasan komisi maksimal 8 persen per 1 Juli 2026.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Prancis Vs Swedia

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Prancis Vs Swedia

Timnas Prancis menatap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri. Di sisi lain, Timnas Swedia melangkah ke babak knockout melalui tiket lolos salah satu tim peringkat 3 terbaik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT