Mendirikan Shalat di Kendaraan Lebih Baik Berdiri atau Boleh Duduk? Ternyata Ustaz Syafiq Riza Basalamah Bilang…
- Tangkapan Layar YouTube Syafiq Riza Basalamah Official
tvOnenews.com - Umat muslim harus menjalankan shalat lima waktu dalam sehari. Bila melakukan perjalanan panjang dan harus shalat di kendaraan, haruskan dilakukan dengan berdiri atau duduk? Ustaz Syafiq Riza Basalamah berikan penjelasannya.
Meskipun sedang melakukan perjalanan, wajib bagi seorang muslim untuk menjalankan shalat lima waktu.
Ketika menggunakan transportasi umum, terkadang tidak bisa berhenti mencari masjid di pinggir jalan.
Maka agama Islam tidak memberatkan umatnya untuk melakukan ibadah, salah satu solusinya dengan shalat di kendaraan.
Lantas, apakah shalat di kendaraan harus berdiri atau boleh duduk?
Dalam satu kajiannya, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan tentang shalat di kendaraan saat melakukan perjalanan.
Seperti apa penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.
- YouTube
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Syafiq Riza Basalamah Official, terdapat penjelasan mengenai rukun dan syarat sah shalat.
"Di antara rukun shalat itu berdiri, di antara syarat shalat itu menghadap kiblat," ungkap Ustaz Syafiq Riza Basalamah pada tayangan YouTube miliknya.
Kemudian, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menyebutkan sebuah firman Allah yang menegaskan kepada manusia untuk bertakwa sesuai kemampuan.
"Allah berfirman, bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuan kalian," ujarnya.
Mendirikan shalat saat melakukan perjalanan juga menjadi bagian dari takwa.
"Tatkala engkau dalam kondisi safar, maka usahakan, memaksimalkan yang kau mampu," terang Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Hal ini sudah diatur mulai dari berwudhu. Jika masih ada air di kendaraan, maka berwudhulah untuk menunaikan shalat.
Akan tetapi, bila tidak ada air yang dapat digunakan untuk berwudhu, maka boleh dengan cara tayamum.
"Berwudhu termasuk syarat shalat kita, kalau di kereta wudhu ada tayamum, kalau enggak ada air ya sudah tayamum," katanya.
"Kalau ada air tapi kita enggak boleh menggunakan air tersebut, tayamum, tapi kalau ada air dan memungkinkan, maka kenapa nggak berwudhu," sambungnya.
Saat ini, beberapa kereta api yang menyediakan fasilitas mushola. Oleh sebab itu, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menganjurkan untuk melaksanakan shalat di mushola yang tersedia di dalam kereta.
"Kemudian, Alhamdulillah di beberapa kereta itu ada mushola, engkau usahakan shalat di mushola," tutur Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
"Mungkin capek dikit jalan ke situ enggak masalah, tapi usahakan di mushola," imbuhnya.
Tak hanya itu, jika memungkinkan menghadaplah ke arah kiblat saat shalat di kendaraan dan berdirilah.
"Kau bisa menghadap kiblat ya menghadap kiblat, tapi kalau di sana Insya Allah kau bisa berdiri," kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
"Kalau enggak bisa, enggak ada musholanya dan engkau bisa berdiri tetap berdiri, engkau shalat berdiri ya," lanjutnya.
Untuk gerakan rukuk dan sujud, dilakukan dengan posisi duduk dan isyarat.
"Pada waktu rukuk dan sujud engkau duduk dengan isyarat," terang Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Sungguh Allah telah memberikan kemudahan bagi manusia untuk mendirikan shalat dalam berbagai situasi.
"Jadi usahakan bertakwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan, jangan meremehkan, Islam itu mudah, tapi bukan untuk dimudah-mudahkan," pungkasnya. (far/kmr)
Load more