Besok Mau Puasa Ramadhan Tapi Lupa Baca Niat, dalam Islam Boleh atau Tidak? Kata Ustaz Abdul Somad Hukumnya…
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Tak sengaja bangun sudah adzan subuh. Ingin berpuasa Ramadhan tapi lupa membaca niat puasa. Bolehkah dalam Islam? Ustaz Abdul Somad berikan penjelasannya.
Tanpa terasa, sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Bulan suci yang selalu ditunggu oleh setiap umat muslim di dunia.
Saat bulan Ramadhan tiba, maka seluruh umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh.
Selain itu, setiap masjid mengadakan shalat sunnah tarawih berjamaah.
Tapi, tanpa sengaja bangun kesiangan dan sudah memasuki waktu subuh di keesokan harinya, sehingga lupa tidak membaca niat berpuasa.
Lantas, apakah puasa tersebut tetap sah atau tidak?
Dalam satu kajiannya, Ustaz Abdul Somad mengungkapkan hukum bila lupa membaca niat puasa Ramadhan.
Seperti apa penjelasan Ustaz Abdul Somad mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.

- Tangkapan Layar YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Al Izzah Foundation, Ustaz Abdul Somad memberikan sebuah kisah yang diucapkan Nabi Muhammad SAW ketika akan menjalankan puasa.
Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW menanyakan kepada istrinya, Aisyah mengenai makanan yang ada dirumahnya saat itu.
“Nabi bertanya kepada Sayyidah Aisyah, ‘Aisyah adakah makanan hari ini?’,” ungkap Ustaz Abdul Somad pada tayangan YouTube Al Izzah Foundation.
Kemudian Aisyah menjawab Rasulullah, “Tidak ada makanan,”.
Mendengar jawaban Aisyah tersebut, kemudian Rasulullah memutuskan untuk melaksanakan puasa di hari itu.
“Kalau tidak ada makanan, saya puasa saja,” ujar Rasulullah yang ditirukan oleh Ustaz Abdul Somad.
Perlu diperhatikan, Ustaz Abdul Somad mengingatkan bahwa hal ini hanya diperbolehkan ketika akan melaksanakan puasa sunnah.
“Tapi ini dalam kasus puasa sunnah, boleh,” kata UAS.
Lantas, bagaimana bila hendak menjalani puasa wajib seperti puasa Ramadhan?
Niat puasa tidak boleh dibacakan setelah menjalankan puasa.
“Tapi dalam kasus puasa fardhu (Ramadhan) tidak boleh,” tuturnya.
Oleh sebab itu, niat tersebut harus diucapkan malam sebelum menjalan puasa, yaitu setelah melaksanakan shalat tarawih.
“Jika seseorang berniat melaksanakan puasa di malam hari, maka niat itu sudah cukup. Dia boleh makan atau minum setelah berniat. Niatnya setelah shalat tarawih,” jelas Ustaz Abdul Somad.
Load more