Meninggal Dunia di Hari Jumat Terhindar Siksa Kubur dan Masuk Surga, Benarkah? Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
- Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official
tvOnenews.com - Pendapat meninggal dunia di hari Jumat menguat di antara kalangan umat Muslim. Tak sedikit yang berspekulasi, bahwa kematian di waktu ini dianggap sangat beruntung.
Menurut orang mukmin yang mempercayai meninggal dunia di hari Jumat sangat istimewa, bisa menjadi jaminan terhindar dari siksa kubur.
Tak hanya siksa kubur, meninggal dunia di hari Jumat akan membuat seseorang yang mengalaminya, memperoleh jaminan masuk surga.
Apakah benar meninggal dunia di hari Jumat memberikan keistimewaan akan masuk surga dan tidak merasakan siksa kubur?
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Kajian Muslim, Jumat (21/2/2025), Ustaz Khalid Basalamah mengupas tuntas persoalan apakah benar meninggal dunia di hari Jumat, masuk dalam golongan yang beruntung.
- PC NU Sumenep
Ustaz Khalid Basalamah lebih dulu menjelaskan mengapa hari Jumat begitu istimewa. Semisal mengacu pada waktu ini memberikan pemahaman, tanda Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT.
Di hari Jumat, Nabi Adam AS juga masuk surga atas perintah dari Allah SWT. Beliau juga turun ke bumi di waktu tersebut.
Keistimewaan hari Jumat lainnya, seperti waktu terbaik memohon ampunan segala dosa diperbuat sebelumnya, mengabulkan hajat lewat doa, dan Allah SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya.
Dalam beragam keistimewaan ini, Ustaz Khalid Basalamah membicarakan kondisi orang yang meninggal dunia di hari Jumat, beberapa ulama menganggap bahwa mereka telah husnul khatimah.
Ustaz Khalid Basalamah sangat mendukung pernyataan tersebut, karena tidak lepas dari keistimewaannya yang begitu mustajab, bahkan keutamaan hari Jumat tak diragukan lagi.
"Barang siapa dari kita (meninggal dunia) di hari Jumat, apabila dia dicabut nyawanya di hari Jumat itu husnul khatimah. Meninggal di hari Jumat dianggap mati yang baik," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Salah satu redaksi hadis riwayat mempersoalkan meninggal dunia di hari Jumat dalam keadaan husnul khatimah dijelaskan langsung oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Artinya: "Setiap Muslim yang meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat pastilah dilindungi oleh Allah dari cobaan pertanyaan di alam kubur." (HR. Ahmad)
Ustaz Khalid Basalamah menegaskan hadis riwayat Imam Ahmad adalah sahih, termasuk redaksi dari Imam At Tirmidzi, Abu Ya'la, dan Al Baihaqi yang dipaparkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'Anhu.
Pendakwah kondang kelahiran asal Makassar ini menyatakan siksa kubur tidak akan terjadi, bahwasanya Allah SWT melindungi hamba-Nya yang meninggal dunia di hari Jumat dari segala fitnah.
Fitnah kubur ini maksudnya mengarah pada pertanyaan yang dilontarkan malaikat. Kondisi mereka yang husnul khatimah, maka tidak akan lagi ditanya tentang apa pun soal urusan di dunianya.
"Makna fitnah kubur menurut sejumlah ulama ahli hadis, maksudnya adalah tidak lagi ditanya oleh malaikat. Semisal pada umumnya, Siapa Tuhanmu, Siapa Nabimu, Apa Kitabmu, itu tidak lagi ditanya di kuburan," terang dia.
"Karena pertanyaan ini kalau dilontarkan berarti kalau bisa dijawab bisa selamat kalau tidak bisa jawab dia bisa celaka," sambungnya menambahkan.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam sebuah hadis riwayatnya tentang kondisi di alam barzakh atau alam kubur, setiap manusia akan mendapat pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir.
Malaikat Munkar dan Nakir pasti menanyakan setidaknya terdapat beberapa pertanyan, seperti "Siapa Tuhanmu, Siapa Nabimu, Apa Kitabmu".
Ketika husnul khatimah, kata Ustaz Khalid Basalamah, orang yang meninggal dunia di hari Jumat, setidaknya akan diberikan kemudahan untuk menjawabnya oleh Allah SWT.
"Kalau dia fasih, Muslim tapi masih banyak dosanya tidak sempat taubat, begitu juga dengan orang kafir sudah lebih jelas lagi orang kafir," terangnya.
"Maka perhatikan ketika malaikat bertanya meski muslim sudah hafal Tuhanku, Nabiku, Kitabku dia tidak bisa jawab. Kemungkinan jawabnya 'saya cuma ikut-ikut saja dulu orang-orang yang pernah bilang seperti apa', nanti dia enggak bisa jawab itu," lanjutnya memaparkan.
Pertanyaan tersebut sebenarnya sangat sederhana namun bisa menjebak, karena menentukan orang telah meninggal dunia apakah layak masuk surga atau diceburkan ke dalam neraka.
"Orang-orang yang meninggal hari Jumat akan terhindar dari pertanyaan itu, artinya pasti lolos," tandasnya.
(hap)
Load more