GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setelah Shalat Berjamaah, Apakah Boleh Makmum Doa Bersama Imam? Ternyata Ustaz Adi Hidayat Bilang Hukumnya...

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengupas tuntas kondisi makmum setelah shalat berjamaah saat dihadapi pilihan apakah doa harus ikut bersama imam atau sendiri-sendiri.
Senin, 24 Februari 2025 - 05:05 WIB
Ustaz Adi Hidayat (UAH) uraikan kondisi makmum saat dipilih ikut doa bersama imam setelah shalat berjamaah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Rata-rata imam setiap baru menyelesaikan shalat berjamaah langsung mengisi amalan doa dan dzikir.

Tak sedikit dari makmum shalat berjamaah mengikuti proses pelaksanaan doa dan dzikir yang digetarkan oleh imam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Adi Hidayat telah mendengar banyak yang bertanya-tanya apakah makmum wajib mengikuti doa dan dzikir bersama imam setelah shalat berjamaah.

Mereka menganggap makmum tidak harus mengikuti imam yang mengisi doa dan dzikir seusai pelaksanaan shalat berjamaah. Ustaz Adi Hidayat meluruskan hal ini sekaligus membagikan hukumnya.

Apa hukum makmum mengamalkan doa dan dzikir bareng imam ketika shalat berjamaah baru selesai? Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan seputar anjuran dari Nabi Muhammad SAW.

Ilustrasi makmum mengikuti doa bersama imam seusai shalat berjamaah
Ilustrasi makmum mengikuti doa bersama imam seusai shalat berjamaah
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Disadur tvOnenews.com dari channel YouTube Adi Hidayat Official, Senin (24/2/2025), UAH menguraikan secara detail mengenai mengapa setiap selesai shalat berjamaah selalu terdapat doa dan dzikir.

Doa dan dzikir setelah pelaksanaan shalat berjamaah sangat melekat di seluruh masjid yang tersebar di wilayah Indonesia.

Kebanyakan imam tidak langsung beranjak pergi ketika baru selesai memimpin shalat berjamaah. Rata-rata mereka menuntun jemaah untuk berdoa dan berdzikir bersama-sama.

Biasanya imam langsung menghadap ke para jemaah untuk memimpin sejumlah bacaan doa dan dzikir.

Hal ini mengingat adanya anjuran terkait persoalan dzikir dan doa yang digetarkan kepada Allah SWT.

UAH meluruskan kebingungan ini berdasarkan dari sejumlah redaksi hadis riwayat persoalan dzikir dan doa selepas shalat berjamaah, semisal terletak pada Imam Al Bukhari dan Imam Muslim.

"Tentang doa berjamaah, di antaranya bisa ditemukan di hadis riwayat Al Bukhari nomor hadis 805, 806, kemudian produk yang sama di hadis Muslim nomor hadis 583," ujar UAH.

Perihal keharusan dzikir dan doa setelah shalat, UAH membagikan kondisi ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali menyampaikan dakwahnya.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu mengatakan suara keras selalu terdengar dari dalam masjid pada zaman awal dakwahnya Nabi Muhammad SAW.

"Di zaman Nabi SAW kata Ibnu Abbas, mengeraskan suara dalam berdoa atau berdzikir atau bertakbir itu ditemukan di awal-awal masa Nabi SAW," tutur dia.

Suara yang keras dari dalam masjid ini menjadi acuan penting terkait pemahaman apakah doa dan dzikir harus sendiri-sendiri atau berjamaah dengan imam.

"Jadi di awal-awal masa Nabi mengajarkan amalan-amalan pasca shalat, itu Nabi mengajarkan dengan cara yang dikeraskan," terangnya.

Tak sekadar suara keras saja, UAH menjelaskan melalui pemahaman ini menyebabkan umat Nabi SAW mulai memahami bacaan doa setelah shalat.

Tak sedikit dari mereka mengamalkan doa secara individu, walaupun sebelumnya amalan yang digetarkan berpacu melalui suara keras tersebut.

"Selepas itu, banyak orang sudah memahami bacaan hadisnya, banyak orang sudah mengetahui cara berdoa, banyak orang sudah paham bacaan-bacaan doa. Setelah itulah, kemudian ada orang baca doa sendiri," jelasnya.

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memberikan pujian kepada salah satu sahabatnya. Beliau mengapresiasi seorang sahabat karena menggetarkan lantunan doa yang menyejukkan hati.

Kendati demikian, ada juga beberapa umatnya mengeraskan suaranya ketika berdoa, sampai-sampai mengganggu orang lain berada di sekitarnya.

"Terjadilah peristiwa, ada orang berdoa, kencang doanya, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, sampai memberikan pengaruh kepada yang lain," imbuhnya.

"Sampai turun ayat di sini karena saking kencangnya, bisa mengganggu yang lain, bisa menyebabkan orang tidak khusyuk," sambungnya.

Pendakwah karismatik berbasis ayat suci Al Quran ini mengambil pemahaman dari kisah tersebut berdasarkan penjelasan Imam Syafi'i.

Ada waktu di mana seorang makmum harus mengikuti imam untuk berdoa bersama-sama, ada momen bagi mereka melantunkan doanya secara sendiri-sendiri.

"Maka menyimpulkan kalimat ini kata Imam Syafi'i, di awal-awal masa Nabi mengajarkan doa di awal shalat itu doa yang dikeraskan itu dengan tujuan untuk memberikan pengajaran, contoh kepada orang-orang yang belum tahu bagaimana caranya berdoa, belum paham kalimat apa yang dibacakan," paparnya.

Ketika seseorang belum mengetahui ilmunya, maka sebaiknya mengikuti anjurannya mengarah pada doa bersama dengan imam.

"Pada yang seperti ini sunnahnya dikeraskan karena dia belum paham, belum tahu bagaimana caranya berdoa," katanya.

Kebingungan ini mengingatkan jikalau mengacu pada proses belajar-mengajar. Seorang guru wajib mengeraskan suaranya saat menyampaikan ilmunya agar diserap oleh muridnya.

"Bagaimana Anda bisa mengajarkan orang-orang yang belum bisa berdoa dengan siir, mustahil, enggak akan terdengar," sebutnya.

Pengamalan doa secara individu akan mengacu pada penerapan sunnahnya. Terlebih lagi, waktu terbaik menyampaikan hajat yang diinginkan agar cepat tercapai atas izin dari Allah SWT.

"Kata Imam Syafi'i, lebih utama, disunnahkan doa masing-masing, dalam pribadinya karena dia menyampaikan hajatnya langsung terkait kebutuhannya, tanpa harus dikeraskan berlebihan jika sudah mengetahui doa-doanya," ucapnya.

Doa bersama-sama setelah shalat berjamaah hanya menjadi acuan proses pembelajaran betapa pentingnya berdoa kepada Allah SWT. UAH mengatakan pembimbingan pemahaman ilmu agama harus ditekankan dengan cara mengikuti imam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi, kalau Anda belum paham ingin mengajarkan atau membimbing masyarakat yang belum mengerti, dengan itu maka akan lebih baik bila dijaharkan, supaya mereka bisa mengetahui dan mengikuti bimbingan doanya," tandasnya.

(far/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik usai membagikan momen ketika menyusuri hutan untuk menemui masyarakat adat Suku Togutil.
Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bantu pulangkan WNI asal Karawang yang terlantar di Libya. Kasus ini jadi peringatan keras untuk warga Jabar.
Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Persis Solo menjaga asa keluar dari zona merah setelah menang 1-0 atas Dewa United, sementara Malut United ditahan imbang Persita Tangerang.
5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

Menurut perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang disarankan untuk memperlambat tempo, menahan diri, dan ekstra waspada pada tanggal 17 Mei 2026.
Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Sosok Josepha Alexandra (Ocha) ternyata bukan anak bawang di panggung LCC garapan MPR RI ini. Ia adalah sang petahana yang punya rekam jejak cukup mengagumkan.
Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menyoroti tingkah Wali Kota Medan, Rico Waas. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Medan itu tak hadir dalam acara Kopdes

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT