GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sahkah Setelah Salam Baru Sadar Kurang Rakaat Shalat tapi Enggan Sujud Sahwi? Buya Yahya Ungkap Hukumnya

Buya Yahya mengupas tuntas soal hukum tidak mengerjakan sujud sahwi, padahal setelah salam baru mengetahui jumlah rakaat shalat yang dikerjakan merasa kurang.
Selasa, 25 Februari 2025 - 05:24 WIB
Buya Yahya ungkap hukum sujud sahwi setelah salam kelupaan jumlah rakaat shalat
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Melalui pemahaman hadis ini, Buya Yahya tertarik membahas hukum seputar sujud sahwi, karena gerakan tersebut menentukan kesempurnaan shalatnya.

Berdasarkan Mazhab Imam Syafi'i, Buya Yahya menyebutkan hukum sujud sahwi adalah sunnah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesunnahan ini memberikan tanda apabila tidak mengerjakan sujud sahwi, maka tidak menjadi masalah.

"Sujud sahwi itu sunnah, artinya tidak wajib. Kalau diwajibkan nanti bingung lagi," ujar Buya Yahya.

Lantas, bagaimana untuk kesempurnaan shalatnya? Buya Yahya mengatakan tidak akan mempengaruhi ibadahnya lantaran hukumnya sunnah.

"Makanya saya tegaskan di sini, sujud sahwi kalau mau lebih baik, tapi jika tidak pakai sujud sahwi, hukumnya juga tetap sah," tegas Buya Yahya.

Kemudian, pengasuh LPD Al Bahjah itu menyoroti seorang mukmin setelah salam saat mengakhiri shalat baru menyadari ada yang kurang dalam jumlah rakaatnya.

Kebetulan, ia mendapat kasus serupa dari seorang jemaahnya yang menceritakan kondisi dirinya telah melupakan jumlah rakaat ketika menyelesaikan shalat.

Jemaah tersebut mengakui saat shalat Dzuhur, ia hanya mengerjakan dua rakaat namun sudah mengucap salam. Padahal rakaat yang semestinya berjumlah empat rakaat.

Buya Yahya menganjurkan lebih baiknya melanjutkan shalat Dzuhurnya dengan mengisi dua rakaat yang mengarahkan pada sujud sahwi.

"Kalau bisa terusin aja shalatnya, kemudian ditambahkan dua rakaat. Ketika telah tasyahud akhir sebelum salam barulah mengisi sujud sahwi," tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari penjelasan Buya Yahya dapat menyimpulkan bahwa hukum sujud sahwi adalah sunnah, tidak ada kewajiban mengerjakannya, namun lebih afdhol segera dilakukan jikalau sadar melupakan jumlah rakaatnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Hebat M7.7 di NTT Telan Korban Jiwa, Empat Orang Tewas Tertimbun Reruntuhan

Gempa Hebat M7.7 di NTT Telan Korban Jiwa, Empat Orang Tewas Tertimbun Reruntuhan

Gempa M7.7 menyebabkan ruang tunggu di Plebuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT roboh akibat guncangan hebat.
BMKG: Ancaman Tsunami Berstatus Siaga 0,5-3 Meter di NTT, NTB, Sulsel

BMKG: Ancaman Tsunami Berstatus Siaga 0,5-3 Meter di NTT, NTB, Sulsel

BMKG mengonfirmasi adanya ancaman tsunami berstatus Siaga dengan potensi ketinggian gelombang 0,5 - 3 meter di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) usai gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo.
Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Viral Video Gempa di NTT, Orang-orang Berlarian dan Atap Gedung Roboh

Hari ini (15/8) NTT dikabarkan terjadk gempa. Videonya pun viral di media sosial, mencuri perhatian warganet.
Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Tampak dalam album di HP milik pelaku, kedua korban direkam saat tengah berjalan. Selanjutnya wanita tersebut menanyakan maksud dan tujuan pelaku memvideokan.
Bupati Sikka Imbau Warga Waspada Pascagempa Magnitudo 7,7

Bupati Sikka Imbau Warga Waspada Pascagempa Magnitudo 7,7

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
KPK Sesalkan Adanya Dugaan Intimidasi Terhadap Saksi Kasus Korupsi Bea Cukai

KPK Sesalkan Adanya Dugaan Intimidasi Terhadap Saksi Kasus Korupsi Bea Cukai

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengaku bahwa menyesalkan adanya kabar tersebut. Pasalnya, baik saksi maupun tersangka harus terjamin keselamatannya.

Trending

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7, Gempa Terasa Hingga ke Lombok

Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang wilayah Nusa tenggara Timur (NTT). Gempa pun terasa hingga Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).
NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

NTT Diguncang Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Pasca gempa magnitude 7,7 di NTT, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT.
Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Geger, Pejabat Kota Banda Aceh Diciduk Satpol PP Terkait Dugaan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh dilaporkan telah diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH). 
Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Lisa Mariana Ungkap Ada 5 Nama Artis Hingga Selebgram yang Terima Uang dari Ridwan Kamil, Sudah Diserahkan ke KPK

Selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap adanya informasi tambahan yang ia berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Viral! Pria Kepergok Rekam Wanita Berjalan di Stasiun KRL Sudirman, KAI Buka Suara

Tampak dalam album di HP milik pelaku, kedua korban direkam saat tengah berjalan. Selanjutnya wanita tersebut menanyakan maksud dan tujuan pelaku memvideokan.
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler, Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun

Kawasan Gang Hijau Cemara yang terletak di RW 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih teduh dan asri. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT