News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Sembarangan Razia Warung Makan yang Buka di Siang Hari saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Tegaskan Hukumnya...

Pendakwah karismatik Buya Yahya mengingatkan ormas dan aparat bahwasanya ada hukum merazia warung makan yang buka di siang hari selama waktu puasa Ramadhan.
Selasa, 25 Februari 2025 - 17:40 WIB
Buya Yahya bagikan hukum razia warung makan yang buka di siang hari saat puasa Ramadhan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Bagi Buya Yahya, rata-rata kasus yang didapatkan dari para pedagang warung makan tetap beroperasi walaupun buka pada siang hari saat puasa, karena mereka ingin mencari nafkah.

"Rumah makan yang buka di siang hari tidak semua rumah makan makan itu haram dan melanggar," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengasuh LPD Al Bahjah itu menuturkan hukum membuka warung makan di siang hari dalam agama Islam tidak ada masalah apa pun, apalagi dilakukan selama bulan Ramadhan.

"Rumah makan yang berada di lintas musafir tidak boleh dirazia. Sebab, orang musafir itu adalah orang yang diperbolehkan tidak puasa," jelasnya.

Orang musafir akan mengacu pada pembahasan siapa saja golongan yang boleh membatalkan atau tidak puasa selama Ramadhan.

Golongan-golongan tersebut semisal ada perempuan haid, hamil, menyusui, nifas, orang gila, anak kecil belum baligh, sakit parah, orang tua telah uzur, dan perjalanan jauh minimal 80 km.

Keterkaitan sejumlah golongan tersebut menjadi pengingat bagi mereka yang suka merazia warung makan.

Lantas, bagaimana hukum merazia warung makan yang dibuka secara sengaja membatalkan orang berpuasa?

Buya Yahya membeberkan langkah pertama yang dilakukan oleh aparat, sebaiknya menggunakan cara pendekatan dengan mengingatkan pedagangnya.

"Jikalau memang ada rumah makan di sebuah tempat dan memang yang ada yang orang kampung di situ, kemudian melayani siapa saja termasuk tetangganya, berarti dia mengajak kepada kemaksiatan," terangnya.

Buya Yahya kembali menegaskan sebaiknya cara pendekatan adalah yang terbaik. Sebab, tidak semua pedagang memahami betapa bahayanya berjualan apabila dilakukan sengaja saat siang hari di bulan puasa.

"Tidak harus langsung dirazia, bisa diingatkan dulu, karena mungkin mereka tidak mengerti, bahkan berdasarkan pengalaman ada penjual yang tidak mengetahui kalau itu dosa," pesannya.

Buya Yahya melanjutkan bahwa razia diperbolehkan jika pedagang tetap ngeyel dan tidak menutup warungnya, padahal sudah mengetahui hukum dan bahayanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ada orang kurang ajar terang-terangan, terutama penjualannya sendiri tidak berpuasa, itu bolehlah kasih sedikit ketegasan," tuturnya.

Ia berpesan saat merazia juga memiliki aturan terkhusus harus mengetahui apa saja hukum yang tertuan dalam syariat agama Islam, karena tindakan tersebut bisa mempersempit rezeki orang lain.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Timnas futsal Indonesia mencetak sejarah baru di ajang Piala Asia Futsal 2026 setelah berhasil melangkah ke babak semifinal.
Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Jeffrey Epstein belakangan ini jadi sorotan dunia setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip sebanyak 3 juta halaman dengan nama Epstein File
Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan adik Denada, Enrico Tambunam kepada pihak Ressa untuk mengungkap sosok ayah biologis dibalas pedas oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada.

Trending

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT