Sambut Ramadhan 2025, Menag Nasaruddin Umar: Bulan Mulia agar Kita Sebarkan Hal Positif
- Kemenag
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim seluruh dunia agar menciptakan bulan Ramadhan 2025 sebagai bulan mulia yang menyenangkan.
Nasaruddin Umar mengatakan, hal-hal yang bisa bikin menyenangkan selama bulan suci Ramadhan, setidaknya harus menyebarkan hal-hal yang mengandung positif.
"Mari kita sambut Ramadan dengan hati lapang dan bahagia. Ramadan ini, adalah bulan mulia yang selalu dinantikan. Tugas kita bersama untuk menghidupkan hari-hari Ramadan ini. Kita sebarkan dan giatkan hal-hal positif, sehingga Ramadan kali ini menyenangkan dan menenangkan bagi seluruh bangsa," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Menag RI itu menyebutkan, hal-hal positif yang dilakukan wujud menyemarakkan bulan Ramadhan mengandung keistimewaan, karena ada banyak sekali peristiwa terjadi selama bulan suci apabila mengacu dalam sejarah.
"Bahkan, kemerdekaan negara kita pun terjadi saat Ramadhan. Energi positif Ramadan ini, sudah kita rasakan sejak hari diproklamasikan kemerdekaan Indonesia," terang dia.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu, mengharapkan segala sesuatu yang bersifat positif terjadi pada edisi Ramadhan 2025. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk seluruh umat beragama semakin rukun mewujudkan bulan suci dipenuhi keberkahan.
"Seluruh umat beragama dapat membangun energi positif. Mari bersama ciptakan hal-hal positif, dan tetapkan momentumnya saat Ramadhan kali ini," tuturnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin turut menyampaikan pendapatnya sekaligus mengajak, seluruh masyarakat Indonesia menjadikan bulan Ramadhan diwarnai keberkahan.
"Kami di Kemenag juga sudah menyiapkan berbagai program yang kami kemas dalam Ramadan Menyenangkan dan Menenangkan. Kami berharap, seluruh elemen masyarakat dapat turut serta dalam program-program yang kami buat," jelasnya.
Tema pada edisi Ramadhan 2025, kata Kamaruddin, terdiri dari empat sub-tema, seperti Ramadhan Peduli Lingkungan, Ramadhan Mengaji, Ramadhan Inklusi, dan Ramadhan Berbagi.
"Ramadhan mengaji berisi program-program yang sifatnya penguatan kajian keislaman. Mulai dari  Sidang Isbat Awal Ramadhan, Pengiriman DAI ke wilayah 3T, Pesan Ramadhan Menteri Agama, dan  Tausiyah / Hikmah Ramadhan," paparnya.
Kamaruddin mengabarkan bahwa, Kanwil dan Kankemenag tingkatan Kabupaten/Kota juga ditugaskan agar wilayahnya masing-masing terdapat kajian Ramadhan, baik digelar di masjid maupun kantornya.
"Kita juga bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin untuk mengirim sejumlah dai dan qari dari Al-Azhar Al-Syarif untuk berbagi ilmu di sejumlah provinsi," katanya.
Ia memaparkan masing-masing sub-tema. Pertama, meliputi Ramadhan Peduli Lingkungan sebagai program melatih diri agar tetap membentuk seberapa jauh kepedulian terhadap lingkungan.
Sub-tema kedua berbasis Ramadhan Berbagi, program yang akan menjadi targetnya adalah mempertebal kepedulian sosial. Maksudnya, seperti menyalurkan zakat, buka puasa bersama (bukber), sedekah, dan wakaf.
Sub-tema ketiga adalah Ramadhan Inklusi, program yang dibentuk akan mengumpulkan sejumlah elemen-elemen di masyarakat, semisal beberapa pihak dari Ditjen Bimas Katolik, Buddha, Hindu, dan Kristen akan berbagi takjil bersama.
"Di Kemenag sendiri, kami punya program bersama MHM untuk menggelar buka puasa bersama lintas agama. Ada juga Sema’an Al-Qur’an bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI)," pungkasnya.
(hap)
Load more