News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Syahdunya Warga Binaan Menghafal Al Quran di Lapas Suliki

Hidup sebagai warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak menyurutkan semangat untuk menghapal bacaan Al Quran. Bulan Ramadhan justru jadi pelecut untuk menamatkan bacaan kitab suci tersebut.
Rabu, 5 Maret 2025 - 10:09 WIB
Narapidana Lapas Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar mengaji bersama
Sumber :
  • ANTARA

Padang, tvOnenews.com- Hidup sebagai warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak menyurutkan semangat untuk menghapal bacaan Al Quran. Bulan Ramadhan justru jadi pelecut untuk menamatkan bacaan kitab suci tersebut. Itulah yang dialami warga binaan Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat/ Lapas ini menargetkan 40 warga binaan pemasyarakatan (WBP) menamatkan bacaan Al Quran selama Ramadhan 2025.

"Lapas Suliki menggulirkan program pesantren yang diikuti oleh para narapidana atau WBP selama Ramadhan, ditargetkan pada akhir nanti ada 40 santri yang khatam Al Quran," kata Kepala Lapas Suliki Kamesworo di Sarilamak, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesantren Kilat

Agar kegiatan menghafal bacaan Al Quran menjadi fokus dibuatkan program Pesantren Ramadhan 2025. Narapidana sebagai santri akan menjalani aktivitas membaca, memahami, dan mengkaji Al Quran (tadarus) dalam program pesantren.

"Kegiatan tadarus kami bagi dalam beberapa waktu setiap harinya, mulai dari shubuh, siang hari, hingga setelah menunaikan ibadah malam hari," katanya.

Kames menerangkan selain kegiatan tadarus, narapidana juga akan ditempa dengan berbagai materi serta pembelajaran agama selama menjadi santri.

Tenaga Pengajar

Lapas Suliki telah menyiapkan 10 tenaga pengajar, yakni ustadz atau ustadzah yang akan membimbing dan memberikan pelajaran.

"Secara umum misi kami adalah mampu mengubah diri serta perilaku para narapidana selama Ramadhan lewat pendidikan agama serta Al Quran," katanya.

Kegiatan pesantren yang sudah dimulai di Lapas Suliki sejak hari pertama Ramadhan berjalan dengan aman dan kondusif, serta mendapatkan sambutan positif dari warga binaan sebagai santri.

Jumlah Penghuni Lapas

Ia memaparkan saat ini Lapas Suliki memiliki penghuni mencapai 132 orang, yang mayoritas atau 99 persen pemeluk agama Islam. 

Pihaknya menyatakan narapidana mungkin orang-orang yang pernah melakukan kesalahan pada masa lalu, namun bukan berarti mereka salah selamanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami percaya bahwa mereka bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik, di sanalah lapas berperan untuk mendukung serta mendorong perubahan tersebut," katanya.

Dia mengaku program pesantren milik Suliki dapat berjalan dengan optimal berkat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Kemenag, KUA Kecamatan Suliki, BKMT Lima Puluh Kota, Pesantren An-Nahl, serta Baznas setempat.(ant/bwo)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Empat Tuntutan Masih Diabaikan, Warga Dua Dusun di Sleman Desak Penundaan Tol Solo–Yogya

Empat Tuntutan Masih Diabaikan, Warga Dua Dusun di Sleman Desak Penundaan Tol Solo–Yogya

Warga dari dua dusun di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mendesak pemerintah untuk menunda pelaksanaan proyek tol Solo - Yogyakarta seksi II.
KPK Tangkap Mulyono Diduga Terkait Pengaturan Restitusi PPN pada Sektor Perkebunan

KPK Tangkap Mulyono Diduga Terkait Pengaturan Restitusi PPN pada Sektor Perkebunan

Penangkapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono, berkaitan proses restitusi pajak pertambahan nilai atau PPN pada sektor perkebunan.
Adu Mulut Berujung Tragis, Suami di Paluta Bakar Istri Pakai Pertalite di Rumah Kontrakan

Adu Mulut Berujung Tragis, Suami di Paluta Bakar Istri Pakai Pertalite di Rumah Kontrakan

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga terjadi di Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Seorang suami berinisial HC alias A (55) diduga tega membakar istrinya sendiri, DS (55), usai terlibat pertengkaran adu mulut.
Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit, Prof. Hermawan Kupas Dinamika Kebijakan Kapolri hingga Isu Reformasi Polri

Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit, Prof. Hermawan Kupas Dinamika Kebijakan Kapolri hingga Isu Reformasi Polri

Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi salah satunya berisi narasi untuk meluruskan pemahaman publik yang dinilai keliru terhadap sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk tudingan adanya sikap insubordinasi terhadap Presiden.
Suami Bakar Istri Pakai Pertalite di Paluta, Petugas Satreskrim Polres Tapsel Tangkap Pelaku

Suami Bakar Istri Pakai Pertalite di Paluta, Petugas Satreskrim Polres Tapsel Tangkap Pelaku

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut laporan resmi kasus itu diterima Polres Tapanuli Selatan pada Senin (2/2/2026).
Tragedi Anak Akhiri Hidup di NTT Jadi Bukti Pendidikan di Indonesia Abaikan Kesehatan Mental Anak

Tragedi Anak Akhiri Hidup di NTT Jadi Bukti Pendidikan di Indonesia Abaikan Kesehatan Mental Anak

Tragedi siswa 10 tahun akhiri hidup di Ngada, NTT, dinilai menjadi bukti bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih mengabaikan persoalan kesehatan mental anak.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT