GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bedah Buku Alter Ego Listyo Sigit, Prof. Hermawan Kupas Dinamika Kebijakan Kapolri hingga Isu Reformasi Polri

Buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi salah satunya berisi narasi untuk meluruskan pemahaman publik yang dinilai keliru terhadap sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk tudingan adanya sikap insubordinasi terhadap Presiden.
Rabu, 4 Februari 2026 - 19:35 WIB
Prof. Hermawan Sulistyo dalam Bedah Buku “Alter Ego Listyo Sigit Presisi”.
Sumber :
  • Humas Polri

Jakarta, tvOnenews.com - Polri menggelar ruang dialog akademik untuk membahas dinamika reformasi Polri dalam kegiatan bedah buku Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan, yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Rabu (4/2/2026).

Tak hanya soal reformasi Polri, forum akademik ini juga secara khusus membahas arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penulis buku tersebut, Prof. Hermawan Sulistyo, menyampaikan bahwa karya ini ditulis untuk meluruskan pemahaman publik yang dinilai keliru terhadap sejumlah kebijakan Kapolri, termasuk tudingan adanya sikap insubordinasi terhadap Presiden.

“Ada mispersepsi bahwa semua ini seolah diorkestrasi dan Kapolri dianggap membangkang Presiden. Itu keliru. Tim Reformasi Polri sudah dibentuk jauh sebelum ada keputusan pemerintah. Polri bagian dari pemerintah,” kata Prof. Hermawan.

Ia menjelaskan, buku tersebut juga mengurai berbagai keputusan strategis dan taktis yang diambil Kapolri dalam kondisi krusial, terutama saat menghadapi penanganan perkara besar yang berdampak langsung pada institusi Polri.

“Bagaimana seorang Kapolri harus mengambil keputusan sulit untuk menyelamatkan institusi, itu tidak mudah. Buku ini tidak untuk memuji, tapi untuk mendudukkan keputusannya secara proporsional,” jelasnya.

Menurut Prof. Hermawan, sikap tegas Kapolri yang kerap terlihat dalam forum resmi sering kali disalahpahami sebagai bentuk pembangkangan terhadap otoritas negara.

“Kapolri juga bisa tegas. Ketegasan itu bukan pembangkangan. Pembangkangan baru terjadi jika Presiden sudah memutuskan A, lalu Kapolri mengatakan B,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menyoroti pentingnya memahami konteks demokrasi dalam menempatkan peran Polri sebagai institusi polisi sipil.

“Polisi adalah polisi sipil dalam negara demokrasi. Polisi demokratis menjalankan supremasi hukum, menjamin hak asasi manusia, serta bekerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Komjen Pol. Chryshnanda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, reformasi Polri bukanlah agenda sesaat, melainkan proses berkelanjutan yang harus dijalankan dalam ruang dialog dan partisipasi demokratis.

“Kalau kita negara demokrasi, berarti ada ruang dialog dan diskusi. Peganglah demokrasi itu dengan baik dan benar,” pungkasnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bobotoh Siap-Siap, Persib Bandung Bakal Pecahkan Rekor Berusia 55 Tahun jika Resmi Juara Super League Musim Ini

Bobotoh Siap-Siap, Persib Bandung Bakal Pecahkan Rekor Berusia 55 Tahun jika Resmi Juara Super League Musim Ini

Persib Bandung berada di ambang sejarah besar menjelang pekan terakhir Super League 2025/2026. Maung Bandung berpeluang memecahkan rekor Liga Indonesia yang sudah bertahan selama 55 tahun.
Tinju Dunia: Fabio Wardley Aktifkan Klausul Rematch Demi Rebut Lagi Gelar Kelas Berat dari Daniel Dubois

Tinju Dunia: Fabio Wardley Aktifkan Klausul Rematch Demi Rebut Lagi Gelar Kelas Berat dari Daniel Dubois

Fabio Wardley resmi mengaktifkan klausul pertandingan ulang melawan Daniel Dubois (23-3, 21 KO), untuk kembali merebut gelar juara dunia kelas berat WBO.
Mantan Rival Buka Suara soal Comeback Conor McGregor, Wanti-wanti Max Holloway soal Kekuatan The Notorious

Mantan Rival Buka Suara soal Comeback Conor McGregor, Wanti-wanti Max Holloway soal Kekuatan The Notorious

Comeback Conor McGregor di UFC 329 melawan Max Holloway menuai sorotan. Meski lama absen dan tak diunggulkan, mantan rivalnya menegaskan bahwa kekuatan McGregor
Bergerak Melemah, Rupiah Hari Ini 19 Mei 2026 Rp17.685 per Dolar AS

Bergerak Melemah, Rupiah Hari Ini 19 Mei 2026 Rp17.685 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada pagi hari ini 19 Mei 2026 bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 dolar AS.
KDM Tak Ingin Rakyatnya Menderita Gara-gara Aktivitas Tambang yang Merusak, Dedi Usulkan Gebrakan Ini

KDM Tak Ingin Rakyatnya Menderita Gara-gara Aktivitas Tambang yang Merusak, Dedi Usulkan Gebrakan Ini

Tak ingin masyarakat terdampak aktivitas tambang menderita, KDM mengusulkan 70 persen pajak dari aktivitas pertambangan dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi.
Sidang Lanjutan Bupati Nonaktif Bekasi Ade Kunang, Kuasa Hukum Sebut Kebijakan Proyek Ada di Kepala Dinas

Sidang Lanjutan Bupati Nonaktif Bekasi Ade Kunang, Kuasa Hukum Sebut Kebijakan Proyek Ada di Kepala Dinas

Kuasa hukum Ade Kunang, I Wayan Suka Wirawan bersikukuh jika kliennya tidak terlibat dalam pengaturan proyek sebagaimana yang disampaikan sejumlah saksi di persidangan

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Pedagang Wajib Tahu, Amalkan Doa Penglaris Dagangan yang Diajarkan Nabi Sulaiman AS

Pedagang Wajib Tahu, Amalkan Doa Penglaris Dagangan yang Diajarkan Nabi Sulaiman AS

Dalam menjalankan usaha, pedagang berharap dagangannya ramai pembeli, mendatangkan keuntungan halal, serta dipenuhi keberkahan. Bacalah doa penglaris dagangan
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
KH Anwar Zahid Viral usai Sentil Polemik LCC MPR RI, Candaan soal ‘Artikulasi’ Bikin Ribuan Jemaah Pecah

KH Anwar Zahid Viral usai Sentil Polemik LCC MPR RI, Candaan soal ‘Artikulasi’ Bikin Ribuan Jemaah Pecah

Pendakwah KH Anwar Zahid viral usai sentil polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI, candaan soal 'artikulasi' bikin ribuan jemaah tertawa pecah.
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Selengkapnya

Viral