Pesan UAS Kepada Orang Tua yang Carikan Jodoh Anaknya: Utamakan Pria dengan Kriteria Berikut Ini
- dok tvOnenews.com
tvOnenews.com - Jodoh adalah ketetapan Allah SWT yang sudah tertulis dalam Lauh Mahfuzh, tetapi manusia tetap harus berusaha dan berdoa untuk mendapatkannya.
Setiap Muslim harus selalu ingat bahwa dalam Islam, jodoh bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang kecocokan dalam iman, akhlak, dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga.
Oleh karenanya, Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan pesan mendalam kepada setiap orang tua yang ingin mencarikan jodoh untuk anaknya.
“Jika ada yang meminang seorang anak gadis, maka suruh datang saat maghrib, lihat apa dia shalat dan bisa tidak adzan,” saran UAS, dikutip dari ceramahnya yang diunggah di Kanal YouTube Abdul Somad Official pada Rabu (5/3/2025).
“Pertama dilihat calon suami, calon menantu adalah shalat, jika ia tidak shalat maka itu pokok utama kehancuran,” tambah UAH.
Ustaz Abdul Somad mengingatkan bahwa shalat adalah tiang dari segala ibadah. Segala ibadah yang dilakukan jika tidak shalat maka kata UAS tak akan ada perubahan yang terlihat dalam orang tersebut.
“Puasa, haji bolak balik tapi tak shalat tak akan ada perubahan, yang belum shalat, lekas taubat nasuha, lalu setelahnya perbaiki shalatmu,” kata UAS.
UAS kemudian mengatakan bahwa ibadah paling hebat di antara semua adalah shalat.
“Sementara di antara shalat adalah dzikir, Subhanallah wabihamdihi subhanallahhiladzim,” kata UAS.
Maka dari itu, UAS berpesan dalam hidup setiap Muslim harus menjadikan aqidah sebagai syarat pertama.
“Syarat kedua ibadah, syarat ketiga akhlak,” kata UAS.
Terlebih saat ini bulan Ramadhan, Ustaz Ustaz Abdul Somad mengingatkan kepada seluruh umat Islam bahwa meski melakukan puasa Ramadhan tidak akan berguna jika tak menjalankan shalat.
“Ibadah yang pertama dihisab, dihitung, ditanya, diminta pertanggungjawabannya di padang mahsyar adalah shalat,” tegas UAS.
“Untuk apa hidup 1000 tahun kalau tak sembahyang apa gunanya? Maka Shalatlah!” tambah UAS.
Kemudian jika sudah menjalankan shalat, Ustaz Abdul Somad menganjurkan umat muslim untuk melakukan infaq dan sedekah.
“Kekayaan tak akan dibawa mati, kecuali harta-harta itu diwakafkan,” kata UAS.
Turunnya Perintah Shalat
Perintah shalat diterima oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra' Mi'raj pada 27 Rajab.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi NU Online, setelah melampaui Masjidil Aqsa, Nabi SAW langsung diangkat naik sampai ke langit tujuh, lalu Sidratul Muntaha dan Baitul Ma’mur.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limap uluh kali sehari-semalam.
Nabi Muhammad SAW menerima begitu saja dan bergegas. Namun kemudian Nabi Musa AS memperingatkan bahwa umat Nabi Muhammad SAW tidak akan kuat dengan lima puluh waktu yang diberikan.
”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu,” ujar Nabi Musa kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad kemudian kembali menghadap Allah SWT dan meminta keringanan dan ternyata dikabulkan.
Tidak lagi lima puluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu.
”Mintalah lagi keringanan,” kata Nabi Musa AS.
Nabi Muhammad SAW lalu kembali dan akhirnya memperoleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.
Sebenarnya Nabi Musa AS masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk kembali meminta keringanan, namun Nabi Muhammad tidak berani untuk kembali meminta keringanan kepada Allah SWT.
“Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah,” ujar Nabi Muhammad kepada Nabi Musa AS.
Demikianlah. Shalat telah diwajibkan bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya sejak diturunkannya firman Allah SWT pada awal kenabian.
Wallahu’alam bishawab
(put)
Load more