News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naskah Khutbah Jumat Singkat 14 Ramadhan 2025: Jualan Makanan di Waktu Puasa, Peluang Pahala atau Ujian Keimanan?

Bahan materi dalam naskah khutbah Jumat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 14 Ramadhan 2025/14 Maret 2025 mengambil tema jualan makanan di siang hari saat puasa.
Kamis, 13 Maret 2025 - 01:24 WIB
Ilustrasi jualan makanan di siang hari saat bulan puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Naskah khutbah Jumat adalah rangkaian terpenting bagi khatib menyampaikan ceramah dalam sesi pelaksanaan ibadah shalat Jumat.

Naskah khutbah Jumat mengandung dakwah. Sebab, khatib memberikan berbagai pesan agama berbentuk nasihat, bimbingan moral, seruan, hingga peringatan kepada para jemaah shalat Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Naskah khutbah Jumat memberikan tanda pesan-pesan tersirat dengan gaya komunikasi satu arah. Cara tersebut sangat berpengaruh untuk didengar oleh para hadirin yang hadir di masjid tertentu.

Naskah khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 14 Maret 2025/14 Ramadhan 2025, mengambil tema tentang jualan makanan dan minuman di waktu puasa selama bulan Ramadhan 2025.

Sebab, jualan makanan dan minuman menjadi aspek terpenting, terutama mengenai adab-adab berdagang di siang hari pada bulan Ramadhan.

Dirangkum tvOnenews.com dari buku Tafsir Ibnu Katsir, Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi, laman Quran Kemenag, NU Online, dan berbagai sumber lainnya, berikut naskah khutbah Jumat singkat untuk shalat Jumat, (14/3/2025) dengan bertemakan "Jualan Makanan di Waktu Puasa, Peluang Pahala atau Ujian Keimanan?".

Naskah Khutbah Jumat Singkat Tema Jualan Makanan di Waktu Puasa, Peluang Pahala atau Ujian Keimanan?

Ilustrasi mendengar naskah khutbah Jumat
Ilustrasi mendengar naskah khutbah Jumat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Sidang shalat Jumat yang dikaruniai Allah SWT

Saya selaku khatib tidak pernah bosan-bosannya mengajak para hadirin yang berbahagia, marilah kita bersyukur dan memuji kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan rezeki yang jumlahnya tak terhitung untuk kita semua. Pada akhirnya, kita masih bisa berkumpul di masjid tercinta ini.

Tak lupa juga, marilah kita menggetarkan sholawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita, baginda Nabi Muhammad SAW telah memperjuangkan Islam sebagai agama membawa kebenaran, termasuk kita di dalamnya beruntung agar menjadi golongan beriman kepada Allah SWT.

Hadirin yang dirahmati Allah

Kita di sini bisa berkumpul kembali dalam momentum yang istimewa, masih bisa merasakan keberkahan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Di bulan ini, kita mendapat tugas meningkatkan takwa dan iman kepada Allah SWT, setidaknya melalui puasa sebagai ibadah wajib di Ramadhan.

Di sisi lain, bulan ini juga memunculkan ujian keimanan bagi setiap Muslim, termasuk mereka yang berprofesi sebagai pedagang. Di siang hari Ramadhan, banyak pedagang tetap membuka usahanya, baik menjual makanan maupun barang lainnya.

Lantas, apakah berdagang di bulan puasa merupakan peluang pahala besar atau justru sebagai ujian keimanan seseorang? Khatib akan menyampaikan sejumlah poin dalam pembahasan tema kali ini.

Pertama-tama, khatib akan memaparkan lebih dulu tentang keutamaan berniaga atau berdagang dalam agama Islam, sebelum mengacu pada jualan makanan di bulan Ramadhan.

Dalam Islam, perdagangan adalah salah satu sumber rezeki yang halal dan memiliki keutamaan besar.

Jika kita masih mengingat bahwa, Nabi Muhammad SAW sendiri sebelum diangkat menjadi Nabi adalah seorang pedagang yang jujur dan amanah, sebagaimana dalam pemaparan hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

"Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada." (HR. Tirmidzi Nomor 1209)

Hadis ini memberikan pemahaman bahwa, berdagang dengan kejujuran dapat menjadi jalan menuju kemuliaan di sisi Allah. Namun, dalam konteks bulan Ramadhan, bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap saat berdagang di siang hari?

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Ada beberapa penjelasan mengenai hukum berjualan di siang hari Ramadhan sebagai berikut:

1. Bagi Pedagang Muslim

Secara umum, Islam tidak melarang seorang Muslim untuk berdagang di siang hari Ramadhan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

- Menghormati orang yang berpuasa, misalnya dengan tidak secara terbuka menjajakan makanan di tempat umum.

- Tidak melalaikan kewajiban ibadah, seperti shalat dan tadarus Al-Qur'an.

- Menjaga etika dagang, seperti tidak menaikkan harga secara tidak wajar atau menjual barang haram.

2. Bagi Pedagang yang Menjual Makanan

Jika seorang pedagang menjual makanan kepada mereka yang memiliki uzur syar'i (musafir, orang sakit, atau non-Muslim), maka hal itu diperbolehkan.

Namun, jika ia sengaja menjual makanan kepada Muslim yang tidak berpuasa tanpa alasan syar'i, maka ini bisa menjadi perkara yang kurang baik secara moral.

Hal ini mengingatkan seruan atau perintah mengerjakan puasa Ramadhan adalah wajib, sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183).

Ibadallah,

Pembahasan selanjutnya mengenai tantangan dan ujian keimanan bagi pedagang di bulan Ramadhan. Ada beberapa poin, antara lain:

1. Godaan untuk tidak berpuasa. Pedagang yang bekerja di bawah terik matahari mungkin tergoda untuk membatalkan puasanya, mengingat dalam redaksi hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik." (HR. Ahmad, Nomor 22565).

2. Kejujuran dalam berdagang. Setidaknya tidak boleh memanfaatkan momen Ramadhan untuk menaikkan harga secara berlebihan, hanya mentang-mentang makan dan minum di siang hari menjadi kebutuhan bagi mereka yang tidak berpuasa.

3. Tidak boleh berbohong dalam menjual barang, sejatinya Allah SWT menyukai hamba-Nya mencari rezeki disertai dengan ikhtiar dan tawakal.

4. Menjaga niat dan keikhlasan. Berdagang harus tetap diniatkan untuk mencari rezeki yang halal dan tidak melupakan ibadah. Jangan sampai kesibukan berdagang menjauhkan dari tujuan utama Ramadhan, yaitu meningkatkan ketakwaan.

Sebelum khatib menutup sesi ceramah ini, sekiranya kita mengetahui cara mendapatkan pahala dari berdagang di bulan Ramadhan.

Cara-cara tersebut meliputi nerniat mencari rezeki yang halal dan berkah, jujur dalam berdagang dan tidak menipu pembeli, tidak menghalangi diri sendiri dan orang lain dari ibadah.

Kemudian, menggunakan hasil dagangan untuk bersedekah dan membantu fakir miskin, memanfaatkan dagangan sebagai sarana dakwah, misalnya dengan mengingatkan pelanggan untuk beribadah.

Kaum muslimin rahimahumullah

Demikianlah khutbah Jumat pada sesi pertama ini. Jualan makanan dan minuman di bulan Ramadhan bisa menjadi peluang pahala jika dilakukan dengan benar, namun juga bisa memberikan ujian keimanan jika seseorang lalai dari ibadah dan tergoda untuk melakukan kecurangan.

Sebagai orang mukmin beriman kepada Allah SWT, kita harus menyeimbangkan antara mencari rezeki dan menjalankan ibadah. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada seluruh umat Islam dalam mencari rezeki yang halal di bulan Ramadhan. Wallahu a’lam bish-shawab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anggota TNI Aktif Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Langsung Ditahan di Pomdam Jaya

Anggota TNI Aktif Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Langsung Ditahan di Pomdam Jaya

Anggota TNI aktif Kolonel Cpl berinisial BU ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program MBG pada BGN.
Inggris Tak Dapat Pujian usai Kalahkan Republik Ceko, Thomas Tuchel Bicara Jujur: Lebih Baik seperti Ini

Inggris Tak Dapat Pujian usai Kalahkan Republik Ceko, Thomas Tuchel Bicara Jujur: Lebih Baik seperti Ini

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengindikasikan bahwa dirinya lebih suka kemenangan tanpa euforia seperti yang diraih di laga kontra Republik Ceko. Baginya, yang terpenting adalah menyelesaikan pekerjaan.
Bangladesh Siap Rusak Skenario Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Kami di Sini Bukan untuk Berlibur!

Bangladesh Siap Rusak Skenario Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Kami di Sini Bukan untuk Berlibur!

Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, mengaku bahwa para anak asuhnya memiliki motivasi tinggi jelang menghadapi Timnas Indonesia. Bahkan, skuadnya siap menjegal Garuda demi lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia Main Mata dengan Singapura dan Rugikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap Malaysia dan Singapura menunjukkan kemampuan terbaiknya saat berhadapan pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Penjelasan Igor Tolic soal Pelatih Kiper Persib Bandung Mario Jozic yang Tiba-Tiba Mudik ke Kroasia

Penjelasan Igor Tolic soal Pelatih Kiper Persib Bandung Mario Jozic yang Tiba-Tiba Mudik ke Kroasia

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic buka suara soal isu perginya Mario Jozic dari jabatan pelatih kiper. Dia tidak menampik bahwa Mario Jozic memilih pulang ke Kroasia.
Sidang Perdana Taufik Hidayat Terdakwa Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Digelar Tertutup

Sidang Perdana Taufik Hidayat Terdakwa Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung Digelar Tertutup

PN Bale Bandung menggelar sidang perdana Taufik Hidayat terdakwa penganiayaan dan penyekapan terhadap wanita berinisial YTR secara tertutup. 

Trending

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Megawati Hangestri Ungkap Skill Baru di Tahun Ketiga Tinggal di Korea, Bikin Aktivitas Makin Mudah

Megawati Hangestri Ungkap Skill Baru di Tahun Ketiga Tinggal di Korea, Bikin Aktivitas Makin Mudah

Memasuki tahun ketiga berkarier di Korea Selatan, Megawati Hangestri menunjukkan perkembangan tak hanya di dalam lapangan. Megatron mengungkap dirinya kini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT