News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Fadlul Rohman? Dulunya Marbot Masjid, Takdir Membawanya jadi Kopral Taruna Akmil Berkat Shalat Tahajud

Fadlul Rohman selaku marbot masjid menjadi Kopral Taruna Akademi Militer (Akmil) memiliki kisah perjalanan yang panjang untuk bisa menjadi bagian anggota TNI.
Jumat, 14 Maret 2025 - 16:00 WIB
Fadlul Rohman, marbot masjid lolos Kopral Taruna Akademi Militer (Akmil)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube TNI AD

tvOnenews.com - Masihkah Anda mengingat Fadlul Rohman? Pemuda asal Banyuwangi bekerja sebagai ta'lim masjid atau marbot masjid, akhirnya lolos menjadi Kopral Taruna Akademi Militer (Akmil).

Fadlul Rohman mempunyai kisah menarik yang mulanya menjadi marbot masjid bisa merasakan sebagai Kopral Taruna Akmil setelah berjuang keras sembilan kali ditolak alias gagal tes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fadlul Rohman merupakan sosok anak petani asal Banyuwangi, Jawa Timur kelahiran 10 April 1998. Kisah perjalanannya lolos Akmil selain karena kegigihannya, ia sering mengisi shalat Tahajud.

Kisah Fadlul Rohman Marbot Masjid Menjadi Kopral Taruna Akmil

Fadlul Rohman saat menjadi marbot masjid
Fadlul Rohman saat menjadi marbot masjid
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube TNI AD

Ā 

Dalam suatu kesempatan, Fadlul Rohman berbagi kisah perjalanan terus melewati banyak rintangan, melalui konten YouTube milik TNI AD (Angkatan Darat).

Fadlul mengaku, dirinya pernah mengikuti sebanyak sembilan kali tes di Bintara AD bahkan Akademi Angkatan Udara (AAU), namun ia gagal mengikuti ujiannya.

Pada akhirnya, Fadlul tidak menyangka bisa lolos sebagai Prajurit Taruna (Pratar) dalam tes kesepuluh kalinya. Ia berstatus sebagai prajurit di bagian akademi di Lembah Tidar, Magelang.

"Alhamdulillah perasaan saya sangat bahagia. Terutama saya sudah 10 kali mendaftar, saya 4 tahun mendaftar akhirnya sampai di sini (taruna Akmil)," ujar Fadlul Rohman dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube TNI AD, Jumat (14/3/2025).

Sebelum menjadi anggota TNI, Fadlul mengakui, TNI adalah cita-cita dalam puncak hidupnya. Ia tidak ingin melewati kesempatan bagaimana bisa menjadi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pada 2016, Fadlul kebetulan baru lulus dari MAN 2 Banyuwangi. Setelah itu, ia langsung mencoba peruntungannya untuk mendaftarkan diri sebagai Akmil.

Ia mendaftarkan dirinya saat pembukaan pendaftaran Akmil pertama kali di Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Kodam V/BRW) di Surabaya, Jawa Timur pada 2016.

Namun demikian, ketika masuk tahap Sub Panda V/BRW, Fadlul Rohman gagal dalam ujian Akmil pertama kalinya. Saat itu, iia masih belum menyerah atas cita-citanya.

Fadlul kembali mendaftar bagian Calon Bintara (Caba) TNI AD. Pada kesempatan keduanya, ia harus gagal. Alhasil, ia sempat beralih sebagai asisten apoteker di Banyuwangi.

Fadlul yang kala itu menjadi asisten apoteker tampaknya masih belum menyerah terhadap peruntungannya mendaftar Akmil. Ia memberanikan diri mengikuti pendaftaran Bintara TNI AD dan Taruna TNI Angkatan Udara (AU).

Uniknya, ia mendaftar Bintara TNI AD dan Taruna TNI AU dalam waktu yang sama pada 2018. Saat fase Caba TNI AD, ia lagi-lagi gagal dalam peruntungannya.

Lantas, apa yang terjadi dalam peruntungannya di Taruna TNI AU? Ia lolos ke tahap tingkat Panda, walaupun tes di Caba TNI AD sudah gagal.

Di tahap tingkat Panda, Fadlul harus menelan kenyataan pahitnya karena gagal saat tes kesehatan. Sontak, ia sempat berkeinginan untuk beralih semangatnya untuk berkuliah.

Namun, ia coba menepis niatnya kuliah di universitas ternama karena disebabkan faktor ekonomi keluarganya. Sebab, sang ayah hanya berprofesi petani jeruk musiman.

Ayahnya Fadlul Rohman hanya memiliki tanah untuk bertani menanam jeruk sebesar 250 meter persegi. Namun, sang ayah harus membagikan hasil panennya kepada sembilan saudaranya.

Faktor kondisi keluarga membuat motivasi Fadlul terus berkobar tanpa menyerah sedikit pun. Ia pun menceritakan hal-hal yang mendukung dirinya selalu semangat menjadi anggota TNI.

Faktor Orang Tua Bisa Lolos Akmil

Fadlul menjelaskan, faktor orang tua sulit membuatnya menyerah. Bagi dia, ayah dan ibunya harus bangga atas perjalanan hidupnya untuk bisa menjadi anggota TNI.

"Motivasi saya untuk selalu berlatih dan belajar adalah orang tua, karena saya ingin membanggakan orang tua saya," terang dia.

Ia terus mengingat sosok kedua orang tuanya setiap mengikuti tes Akmil, karena memang ingin membanggakan mereka agar selalu bahagia terhadap kerja kerasnya.

"Setiap saya melaksanakan tes, saya pejamkan mata, bayangin orang tua saya senyum lihat saya, jadi saya termotivasi," katanya.

Ia tidak memperdulikan kondisinya ketika menjalani tes. Hal yang berada di benaknya hanya sosok orang tuanya.

"Ketika saya melaksanakan lari, nafas sudah habis, tenaga sudah habis, saya merem sambil lari, orang tua nunggu di rumah nih, itu tes terakhir saya," bebernya.

"Motivasi lebih baik mati di sini daripada saya nggak masuk. Akhirnya saya mendapat nilai bagus," lanjutnya.

Tak disangka, usahanya membuahkan hasil yang mengejutkan. Ia menceritakan penilaian dalam tes tersebut mendapatkan angka yang sangat bagus.

Fadlul Rohman akhirnya membagikan tips mengapa bisa lolos, sekiranya menjadi motivasi bagi calon penerus bangsa yang ingin mendaftar tes Akmil, salah satunya karena sering shalat Tahajud.

Lolos Akmil karena Rajin Shalat Tahajud

"Saya ini dulu pagi lari, mulai dari bangun pagi kemudian pulang pagi. Saya selalu bangun setengah tiga untuk shalat ibadah, shalat Tahajud sampai Subuh," tuturnya.

Ia mengatakan, shalat Tahajud yang dikerjakannya sampai waktu adzan Subuh tiba. Terkadang, ia mengerjakan ibadah sunnah malam tersebut di masjid.

"Terus adzan di masjid, saya kadang tidur di masjid, kadang tidur di rumah. Tapi, saya lebih sering tidur di masjid. Kemudian setelah Subuh, saya diajak 'ayo lari, latihan'," paparnya.

Melalui kebiasaannya melakukan cara tersebut, ia mengakui psikologis untuk percaya mengikuti Akmil semakin kuat. Hal ini menyebabkan semangat di dalam dirinya sulit luntur.

"Menurut saya, ini secara tidak sengaja maupun sengaja, psikologis saya mulai terbentuk dan teratur, karena waktu kegiatan kita ini sudah diatur dengan baik," katanya.

Kebiasaan tersebut berlangsung saat Fadlul tinggal di masjid kawasan Bekasi, di mana ia sedang menyiapkan diri untuk kembali mengikuti seleksi Akmil di Jakarta.

Ia juga berbagi kisahnya sebelum melakukan seleksi Akmil di Jakarta, Fadlul menyempatkan diri untuk mengisi kegiatan sebagai marbot masjid.

Menjadi Marbot Masjid

Fadlul Rohman mengatakan, ia tidak semata-mata menjadi marbot masjid. Ia sering kali mengajar kepada anak-anak bagaimana cara mengaji dan hadroh yang benar.

Dalam momen tersebut, ia seolah-olah telah menciptakan suasana berbasis Islami saat menjadi marbot masjid juga mengajar hadroh dan mengaji kepada anak-anak komplek.

Setelah itu, Fadlul pada akhirnya kembali mencoba peruntungannya mendaftar Akmil TNI AD. Siapa sangka, keberuntungan proses tes seleksi kali ini memihak kepadanya.

"Saya mendaftar (Akmil) lagi, alhamdulillah, saya di tingkat Sub Panda ranking satu. Naik ke tingkat Panda alhamdulillah, ranking satu. Di tingkat Panda Jaya akhirnya berangkat hingga ke sini (Akmil)," jelasnya.

Setelah lolos, Fadlul benar-benar memantapkan diri bisa berguna untuk bangsa dan negara. Ia juga tidak membuang kesempatannya agar bermanfaat kepada rakyat.

"Yang saya pakai di sini uang rakyat, kalau tidak serius secara tidak langsung saya membuang uang rakyat, secara tidak langsung dalam agama itu dosa," ucap dia.

Kariernya di TNI AD tampaknya tidak cukup, keinginan besarnya menjadi anggota Kopassus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cita-cita saya ingin jadi Infanteri, mungkin masuk Kopasus bila direstui Allah. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk angkatan darat terutama untuk bangsa ini, saya ingin belajar di luar negeri, selanjutnya mengabdi kepada bangsa dan negara," tukasnya.

(adk/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada Ungkap 3 Fakta Terbaru soal Ressa Rosano, Hoaks hingga Gugatan Belum Dicabut

Manajer Denada ungkap 3 fakta terbaru soal Ressa Rosano, mulai dari hoaks, gugatan belum dicabut, hingga fokus pada proses perdamaian kedua pihak.
Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Potensi Perbatasan Laut Perlu Didongkrak secara Terintegrasi, BNPP RI Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Optimalisasi potensi unggulan di wilayah perbatasan laut perlu dilakukan melalui pendekatan lintas sektor dan wilayah agar memberikan dampak berkelanjutan.
Sampai Berlinang Air Mata, Reaksi Megawati Hangestri Usai Bawa JPE Juara Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Sampai Berlinang Air Mata, Reaksi Megawati Hangestri Usai Bawa JPE Juara Final Four Proliga 2026 Putaran Pertama

Tangis haru Megawati Hangestri pecah, Jakarta Pertamina Enduro keluar sebagai juara putaran pertama usai tekuk Gresik Petrokimia dengan skor 3-1 di final four Proliga 2026
Ramalan Shio Cinta 10 April 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Shio Cinta 10 April 2026: Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan shio cinta 10 April 2026 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Simak peruntungan asmara bagi lajang dan pasangan hari ini.
Upaya Tekan Kemiskinan, PTPN I Regional 5 Salurkan Bantuan dan Modal Rp30,43 Miliar

Upaya Tekan Kemiskinan, PTPN I Regional 5 Salurkan Bantuan dan Modal Rp30,43 Miliar

PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 5 memperkuat kontribusi sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), non-TJSL, serta pinjaman lunak bagi UMKM dan sektor peternakan.
Lagi-lagi Irina Voronkova, Menggila di Final Four Proliga 2026, Cetak 35 Poin dan Bawa Jakarta Pertamina Enduro Juara!

Lagi-lagi Irina Voronkova, Menggila di Final Four Proliga 2026, Cetak 35 Poin dan Bawa Jakarta Pertamina Enduro Juara!

Irina Voronkova tunjukkan kualitasnya sebagai pevoli kelas dunia. Jakarta Pertamina Enduro sukses menundukkan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dengan skor 3-1 di Final Four Proliga 2026

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT