Pengakuan Jujur Nunung Tak Bisa Puasa Ramadhan Gegara Konsumsi Obat, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Jenis Sakit yang Boleh...
- Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Instagram/@nunung63.official
Jakarta, tvOnenews.com - Komedian Tri Retno Prayudati biasa disapa Nunung Srimulat mengakui, dirinya masih belum bisa menunaikan ibadah puasa Ramadhan 2025.
Nunung mengutarakan penyebab dirinya tidak bisa memenuhi kebutuhan ibadah puasa pada bulan Ramadhan tahun ini. Ia mengatakan, masih mengonsumsi obat di tengah proses pengobatannya.
Nunung tidak menginginkan rasa sakit terus menghantuinya. Maka dari itu, ia masih mengikuti arahan dari dokter untuk tetap menjalani pengobatan, meskipun harus tidak puasa Ramadhan.
"Aku tidak puasa, tapi hari ini puasa karena mau ambil darah. Aku tidak puasa memang karena harus minum obat terus," ujar Nunung saat di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan dikutip, Sabtuu (15/3/2025).
Nunung sempat berantusias ingin menjalani ibadah puasa. Namun, dokter yang menanganinya tidak mengizinkan komedian tersebut agar tetap fokus pada pengobatan penyakitnya.

- Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzier
Â
"Aku sebelumnya izin dokter mau puasa, tapi kata dokter jangan dulu. Sebaiknya minum obat harus rutin," kata dia.
Ia harus rutin menjalani pemeriksaan setiap bulannya untuk mengetahui perkembangan kesehatan selama proses menyembuhkan penyakitnya.
"Setiap bulan. Habis ini dari dokter gula dan langsung ke psikiater, karena aku ada panic attack. Obatnya juga udah habis semua," terangnya.
Ia juga harus mengecek darah untuk mengetahui kondisi perkembangan ginjalnya agar tidak bermasalah. Hal ini membuatnya harus mengonsumsi banyak obat.
"Aku cek darah kan, dicek ginjalnya juga. Karena aku konsumsi banyak obat, takutnya kenapa-kenapa, biar cepat-cepat ketahuan. Tapi mudah-mudahan tidak ada apa-apa," tuturnya.
Berdasarkan pengakuan dari Nunung tidak menjalani ibadah puasa karena masih fokus pengobatan untuk menghilangkan penyakitnya, mengingat ceramah dari Ustaz Adi Hidayat.
Pandangan Ustaz Adi Hidayat Jenis Sakit Dibolehkan Tidak Puasa

- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
Â
Dalam suatu tausiyahnya, Ustaz Adi Hidayat memaparkan jenis sakit apa saja yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti ibadah puasa Ramadhan.
Sebagai pendakwah, Ustaz Adi Hidayat (UAH) membandingkan beberapa pendapat jenis sakit yang harus tetap berpuasa dan tidak masalah jika tak menjalani ibadah puasa.
"Ada pendapat, yang pertama, ini tidak harus diikuti, yaitu orang yang mengeneralisir semua bentuk penyakit, yang penting sakit," terang UAH.
Direktur Quantum Akhyar Institute itu mengambil tafsir dalam salah satu ayat Surat Al-Baqarah mengenai golongan yang tidak berpuasa, salah satunya karena sakit.
"Karena ayatnya menyebut umum, jika ada di antara kalian sakit, enggak pernah disebutkan sakit apa, sedangkan kaidah mengatakan sepanjang hukum tidak ada yang khusus jangan pernah dikhususkan," jelasnya.
Terkait pendapat pertama ini, kata UAH, bagi orang yang merasakan jenis sakit apa pun, maka tidak menjadi masalah jika ingin berbuka atau tak berpuasa sama sekali.
"Dari Ibnu Sirin pernah ada riwayat sampai kepada beliau, pernah beliau sakit dalam sakit itu kemudian makan, maka beliau beralasan jari saya lagi sakit," katanya.
Namun demikian, UAH tidak menginginkan semua jenis sakit sama rata. Ia mengkhawatirkan, pendapat tersebut akan menuntun orang sengaja ingin mendapat penyakit hanya demi tidak berpuasa.
"Nah, pendapat ini tidak harus diikuti karena kalau begini nanti banyak ibu-ibu buka, saat masak di dapur iris-iris bawang merah, ada yang keseleo di kantor buka. Maka yang seperti ini perlu dijelaskan lebih lanjut," paparnya.
Lanjut, UAH mengatakan, seseorang wajib memahami definisi penyakit, terkhusus apa saja yang menyebabkan masih dibolehkan untuk tidak menunaikan ibadah puasa.
"Apa yang dimaksud dengan sakit di sini, diikat dengan kalimat yang sulit, sulit itu kan enggak mampu. Jadi, dengan sakitnya ini membuat dia tidak mampu maksimal puasa," ucapnya.
Berkaca dari kondisi Nunung harus mengikuti anjuran dokter, menurut UAH, hal itu tidak menjadi masalah karena khawatir bisa menambah rasa sakitnya jika dipaksakan berpuasa.
"Yang dimaksud adalah penyakit yang kalau puasa ditunaikan menjadi sulit penunaian puasa itu, atau bahkan penyakitnya bisa bertambah dengan puasa itu," tuturnya.
UAH sangat mendukung dengan penegasan dokter tidak menyarankan pasiennya berpuasa di tengah masa pemulihan. Hal ini sangat membantu untuk memulihkan kesehatannya.
"Atau bahkan dengan puasa bisa berdampak bahaya bagi fisik anda maka wajib hukumnya buka, berdosa kalau puasa," tukasnya.
(far/hap)
Load more