News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Awal Mula Aceh Mendapat Julukan Sarambi Makkah Ternyata Terkait dengan Aktivitas Dakwah Ulama Besar Ini

Masjid Teungku Di Anjong ternyata terkait dengan penyebutan Aceh sebagai Sarambi Makkah.
Rabu, 19 Maret 2025 - 05:46 WIB
Masyarakat melintas di halaman depan Masjid Teungku Di Anjong
Sumber :
  • ANTARA

Banda Aceh, tvOnenews.com-Sempat rusak parah diterjang Tsunami pada 2004 silam, masjid bersejarah  Masjid Teungku Di Anjong yang berdiri sejak abad ke-18 hingga kini berdiri kokoh di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh/ 

Adalah Habib Abubakar bin Husen Bilfaqih, seorang ulama dari Hadramaut, Yaman, yang tiba di Aceh pada tahun 1642 Masehi tak bisa dilepaskan dari keberadaan masjid bersejarah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mengembara dari Yaman untuk menyiarkan agama Islam ke Asia Tenggara, ia kemudian menetap di Aceh semasa Sultan Alaudin Mahmud Syah (1760-1781) memimpin Kerajaan Aceh Darussalam.

Di Aceh, Habib Abubakar lebih dikenal dengan nama Teungku Di Anjong. Menurut salah seorang penjaga makam Teungku Di Anjong, Fahmi, gelar tersebut diberikan karena Habib Abubakar adalah seorang ulama yang memiliki akhlak mulia.

Dianjong dalam bahasa Acej memiliki makna orang yang sangat dimuliakan dan disanjung oleh masyarakat. Versi lain menyebutkan Dianjong berarti anjungan rumah.

Fahmi, mengisahkan bahwa kedatangan Habib Abubakar ke Aceh terjadi atas isyarah (mimpi) diperintah Rasulullah untuk menyebarkan Islam.

“Kedatangan beliau ini ke Aceh merupakan perintah langsung dari Rasulullah yang disampaikan lewat isyarah,” katanya

Fahmi mengatakan, Teungku Di Anjong datang ke Aceh bersama dua sahabatnya, yakni Habib Abdul Rahman bin Mustafa Alaydrus dan Habib Syekh Al-Jufri, yang juga mendapat isyarah untuk mensyiarkan agama Islam ke berbagai negara.

Namun, hanya Habib Abubakar yang akhirnya menetap di Aceh, sedangkan Habib Mustafa bin Abdul Rahman Alaydrus menuju Mesir dan Habib Syekh Al-Jufri ke Malabar, India, untuk berdakwah.

“Ada pula yang menyebut jumlah mereka empat orang, namun satu di antaranya pulang ke Hadramaut. Jadi, yang makrufnya ada tiga sahabat yang mengamalkan kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali secara istiqamah, yang mereka pelajari di makam Rasulullah hingga memperoleh bimbingan langsung melalui mimpi, itu makruf cerita yang diceritakan ulama-ulama Hadramaut,” katanya.

Setelah memilih menetap di Aceh, Habib Abubakar bermukim di Peulanggahan, yang dulunya menjadi tempat persinggahan para pedagang yang melintasi Selat Malaka. Ia membangun rumah di Peulanggahan dan menjadikannya sebagai dayah atau pesantren.

Pada masa itu, dayah Teungku Di Anjong berkembang pesat, menarik murid-murid dari berbagai wilayah Nusantara hingga Semenanjung Malaya. Seiring waktu, dayah ini kemudian dijadikan masjid yang masih digunakan hingga kini sebagai tempat ibadah dan belajar agama.

“Pada tahun 80-an, dayah ini kemudian berubah menjadi bangunan masjid,” katanya.

Pusat manasik haji dan basis pertahanan militer

Selain menjadi pusat pendidikan agama Islam, Masjid Teungku Di Anjong yang berdiri pada 1769 Masehi ini pernah berfungsi sebagai pusat manasik haji.

"Dahulu, calon jamaah haji dari berbagai daerah Nusantara dan Semenanjung Malaya singgah di sini untuk belajar tata cara pelaksanaan ibadah haji sebelum berangkat ke Makkah," kata Fahmi.

Fahmi menceritakan bahwa kapal-kapal pengangkut jamaah haji yang melewati Selat Malaka kerap transit di Aceh, dan para jamaah mengikuti manasik di dayah yang didirikan oleh Teungku Di Anjong. Manasik haji ini dipimpin langsung oleh Teungku Di Anjong. Hal inilah menjadi salah asal-muasal julukan Aceh sebagai "Serambi Makkah".

“Disela-sela dayah ini, itu dulunya ada beberapa balai untuk menampung para jamaah untuk manasik haji di bawah bimbingan beliau dan Syarifah Fatimah yang ada makamnya di sini, Syarifah Fatimah itu istri beliau,” kata Fahmi, yang telah 15 tahun menjaga dan merawat makam Teungku Dianjong.

Teungku Di Anjong kemudian wafat pada 14 Ramadhan 1100 Hijriah atau sekitar tahun 1782 Masehi, bertepatan dengan hari Jumat selepas shalat Isya. Dia dimakamkan di dalam kompleks masjid berdampingan dengan makam istrinya Syarifah Fatimah Binti Sayid Abdurrahman Al-Aidid yang juga berasal dari Hadramaut.

Setelah Teungku Di Anjong wafat, masjid ini sempat menjadi basis pertahanan militer saat Belanda berusaha merebut kekuasaan Kesultanan Aceh pada tahun 1873. Dayah yang dibangun oleh Teungku Di Anjong menjadi tempat mengatur strategi perang dan mengobarkan semangat jihad bersama para santri. Sayangnya, tentara Belanda berhasil membakar dayah ini, sehingga beberapa bagian bangunan harus direnovasi sambil tetap mempertahankan keasliannya.

Namun, masjid ini kembali mengalami kerusakan parah akibat bencana tsunami pada 26 Desember 2004 silam. Bencana dahsyat itu meratakan bangunan masjid menjadi tanah. Tidak hanya itu, barang-barang peninggalan Teungku Dianjong seperti kitab-kitab karangannya, keramik, guci, dan banyak lainnya juga hilang terbawa arus gelombang laut setinggi 4,5 meter.

“Saat tsunami melanda Aceh, masjidnya hancur, yang tinggal cuma makam, makam tetap utuh masih dilengkapi kelambu,” katanya

Empat tahun kemudian, masjid yang awalnya berkonstruksi kayu ini kembali dibangun dengan bantuan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias. Struktur kayunya digantikan dengan beton agar lebih kokoh, tetapi arsitektur aslinya tetap dipertahankan dengan gaya tradisional Melayu-China. Masjid ini dibangun tanpa kubah dengan atap berbentuk persegi mengerucut menjadi tiga lantai, serupa dengan gaya banyak masjid kuno lainnya di Aceh.

Gaya bangunan ini diyakini sebagai simbol keagungan Islam. Lantai satu berarti Hakikat, lantai dua Tarikat, dan lantai tiga Makrifat. Bangunan dindingnya kemudian dicat berwarna putih berpadu dengan cat hijau pada bagian atap, pintu, dan jendela masjid dengan enam tiang menyangga teras depan masjid.

Tradisi keagamaan masih berlanjut

Masjid Teungku Di Anjong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang masih aktif hingga kini. Berbagai tradisi keagamaan rutin dilaksanakan di masjid bersejarah ini.

Fahmi, mengatakan bahwa salah satu kegiatan terbesar yang rutin digelar adalah peringatan haul, yakni peringatan tahunan untuk mengenang wafatnya Teungku Di Anjong. Haul ini diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada 14 Ramadhan dan Bulan Zulqaedah.

"Haul ini kami adakan dua kali, di 14 Ramadhan dan sekali lagi di bulan Zulqaedah. Peringatan di bulan Zulqaedah lebih besar karena kalau di bulan Ramadhan waktunya lebih sempit," kata Fahmi.

Dalam peringatan haul, biasanya mengundang ulama dari Timur Tengah untuk mengikuti hadrah, sebuah seni musik Islami yang memadukan dzikir, kasidah, serta irama rebana atau rapai.

Selain haul, kata Fahmi, berbagai kegiatan keagamaan lainnya juga masih terus dijalankan di Masjid Teungku Di Anjong hingga kini. Beberapa di antaranya adalah Hadrah Bausadan, yaitu pembacaan doa tolak bala yang rutin digelar setiap hari Selasa, pembacaan Dhiyaul Lami (syair-syair pujian kepada Rasulullah) pada malam Jumat, serta Qiyamul Lail yang dilaksanakan setiap malam Minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai kegiatan keagamaan yang masif tersebut memperlihatkan bahwa Masjid Teungku Di Anjong bukan sekedar simbol sejarah, tetapi juga menjadi tempat menjaga tradisi keagamaan di Aceh.

Sementara itu di sisi lain, walaupun harus mengalami beberapa kali restorasi,  Masjid Teungku Di Anjong tetaplah menjadi salah satu saksi penting sejarah perjalanan Islam di Aceh, hingga kota ini menjadi "Serambi Makkah".(ant/bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-Detik Penganiayaan ABK di Kapal Cumi Terbongkar, Pengurus Kapal Sempat Hubungi Ibu Korban hingga Disiksa Jika Tak Capai Target

Detik-Detik Penganiayaan ABK di Kapal Cumi Terbongkar, Pengurus Kapal Sempat Hubungi Ibu Korban hingga Disiksa Jika Tak Capai Target

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap detik-detik terbongkarnya aksi kekerasan yang diduga dialami sejumlah ABK di kapal cumi yang viral beberapa waktu lalu.
Tolak Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, India Ketiban Sial dan Dipermalukan Brasil di Kandang Sendiri

Tolak Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, India Ketiban Sial dan Dipermalukan Brasil di Kandang Sendiri

India menelan pil pahit setelah memilih laga melawan Brasil ketimbang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Di laga tersebut, skuad The Blue Tigers alami kalah telak.
Curhat ke Suami, Megawati Hangestri Terenyuh dengan Kebaikan Sopir Taksi di Korea Selatan

Curhat ke Suami, Megawati Hangestri Terenyuh dengan Kebaikan Sopir Taksi di Korea Selatan

Ditunggu hingga dapat tumpangan gratis dari sopir taksi di Korea Selatan, Megawati Hangestri ceritakan kebaikan itu kepada suaminya Dio Novandra lewat telepon.
Fakta-Fakta Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas: Sempat Tunjukkan Pelaku Lewat Foto

Fakta-Fakta Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas: Sempat Tunjukkan Pelaku Lewat Foto

Inilah fakta-fakta siswa kelas 2 SD di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia diduga menjadi korban bullying kakak kelasnya.
Timnas Vietnam Ketiban Sial Jelang Hadapi Malaysia di Perebutan Tempat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026, 3 Pemain Terancam Absen

Timnas Vietnam Ketiban Sial Jelang Hadapi Malaysia di Perebutan Tempat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026, 3 Pemain Terancam Absen

Timnas Vietnam ketiban sial menjelang duel kontra Malaysia dalam perebutan tempat ketiga di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebanyak tiga pemain terancam absen.
PSMS Medan Hajar Persikad Depok 4-0, Puncaki Klasemen Grup A

PSMS Medan Hajar Persikad Depok 4-0, Puncaki Klasemen Grup A

Tambahan tiga poin membuat PSMS Medan mengoleksi 10 poin dari tiga kemenangan dan sekali imbang. Hasil tersebut sekaligus membawa PSMS memuncaki klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027.

Trending

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Keberhasilan fantastis Timnas Indonesia menembus partai final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meny-
Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda menyoroti performa Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia di laga kontra Bangladesh. Sang striker berusia 19 tahun mencetak pancagol alias lima gol di laga itu.
Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson mulai memetakan kekuatan Timnas Indonesia jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung Senin (5/10/2026) di GBK.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT