News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teks Khutbah Idul Fitri 2025 Singkat: Lisan yang Terjaga, Keluarga yang Bahagia saat Lebaran

Saat silaturahmi bersama keluarga, menjaga lisan menciptakan kebahagiaan cocok menjadi bahan materi teks khutbah Idul Fitri singkat pada Senin, 31 Maret 2025.
Sabtu, 29 Maret 2025 - 23:57 WIB
Ilusstrasi menjaga lisan saat silaturahmi di momentum Lebaran
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Teks khutbah Idul Fitri menuntun para jemaah yang mendengarnya akan memperoleh pahala. Salah satu anjuran terbaik dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri adalah menyimak khutbah.

Teks khutbah Idul Fitri singkat ini menjadi bentuk persiapan bagi para khatib yang bertugas dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya khatib akan melantunkan teks khutbah Idul Fitri ini selepas imam memimpin pelaksanaan shalat Idul Fitri. Temanya mengandung seputar keagamaan dan bermanfaat bagi para jemaah.

Teks khutbah Idul Fitri ini menjadi bahan materi khatib untuk mengisi waktu kultum setelah shalat Idul Fitri 2025.

Sebagaimana Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menentukan hasil Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah/Hari Raya Idul Fitri 2025 berlangsung pada Senin, 31 Maret 2025.

Ada pun temanya mengandung tentang menjaga lisan akan menciptakan keluarga yang bahagia saat saling silaturahmi dalam momentum Lebaran.

Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membagikan bahan teks khutbah Idul Fitri singkat bertajuk "Lisan yang Terjaga, Keluarga yang Bahagia saat Lebaran".

Teks Khutbah Idul Fitri Singkat Tema Lisan yang Terjaga, Keluarga yang Bahagia saat Lebaran

Ilustrasi mendengar teks khutbah Idul Fitri
Ilustrasi mendengar teks khutbah Idul Fitri
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Hari ini adalah hari kemenangan bagi orang-orang yang beriman, hari di mana kita kembali kepada fitrah yang suci.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk mempererat silaturahmi, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan rahmat-Nya.

Hadirin jemaah Idul Fitri yang diberkahi Allah

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, hari kemenangan ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Namun, dalam suasana kebersamaan ini, kita mendapat kewajiban harus menjaga lisan menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan keharmonisan dalam keluarga di momentum Lebaran yang penuh kehangatan saat ini.

Pertama-tama, khatib akan menjelaskan bahwa, lisan sebagai cerminan hati dan keimanan. Perkataan yang keluar dari mulut seseorang mencerminkan kondisi hati dan tingkat keimanannya.

Sebagaimana dalam redaksi Surat Al-Isra Ayat 53 menjadi rujukan dalil Al-Quran mengenai setiap umat Muslim harus menjaga tutur katanya, Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

Artinya: "Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS. Al-Isra, 17:53)​​

Ucapan yang baik dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga. Sementara, perkataan yang kasar atau menyakitkan dapat menimbulkan konflik dan merusak keharmonisan.​

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Lisan bisa menjadi ujian terberat bagi kita selama menikmati Lebaran yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan, keceriaan, dan canda tawa bersama keluarga.

Lebaran adalah waktu di mana keluarga besar berkumpul, saling berbagi cerita dan pengalaman. Namun, tanpa disadari, momen ini juga bisa menjadi ujian bagi lisan kita.

Contoh sejumlah ucapan yang tidak seharusnya terlontarkan saat Lebaran, antara lain:​

1. Ucapan yang Menyakitkan Hati

Komentar tentang penampilan fisik, status pernikahan, atau pencapaian seseorang dapat melukai perasaan.​

2. Ghibah dan Fitnah

Membicarakan keburukan orang lain atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar dapat merusak silaturahmi.​

3. Ucapan Sombong dan Membanggakan Diri

Menceritakan keberhasilan pribadi dengan maksud pamer dapat menimbulkan rasa iri dan tidak nyaman di antara anggota keluarga.​

Pada kesempatan kali ini, khatib akan menjelaskan secara ringkas terkait keutamaan menjaga lisan dalam agama Islam.

Orang yang menjaga lisan merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman, Rasulullah SAW bersabda:​

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)​

Dengan menjaga lisan, kita tidak hanya melindungi diri dari dosa, tetapi juga menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.​

Kaum muslimin rahimahumullah

Cara menjaga lisan agar keluarga bahagia merupakan faktor utama yang harus diterapkan oleh kita sedari sekarang sebelum saling bersilaturahmi, apalagi bagi mereka yang mudik ke kampung halaman.

Beberapa langkah untuk menciptakan keluarga yang bahagia melalui lisan yang terjaga, antara lain:

1. Berpikir Sebelum Berbicara

Pertimbangkan apakah ucapan yang akan disampaikan membawa manfaat atau justru dapat menyakiti perasaan orang lain.​

2. Gunakan Kata-kata yang Lembut dan Penuh Kasih Sayang 

Berbicaralah dengan nada yang menenangkan dan kata-kata yang membangun, terutama kepada orang tua, pasangan, dan anak-anak.​

3. Jangan Mudah Terpancing Emosi

Dalam diskusi atau percakapan yang sensitif, usahakan untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi.​

4. Menghindari Pembicaraan Sia-sia

Fokuskan percakapan pada hal-hal yang bermanfaat dan hindari gosip atau topik yang tidak penting.​

Hadirin yang berbahagia

Demikianlah khatib menyampaikan khutbah singkat ini namun penuh makna untuk kita semua. Idul Fitri adalah momentum untuk kembali kepada fitrah, menyucikan hati, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Dengan menjaga lisan, kita dapat menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan.

Marilah kita jadikan hari yang fitri ini sebagai awal untuk lebih berhati-hati dalam berbicara, sehingga silaturahmi tetap terjaga dan berkah Allah senantiasa menyertai keluarga kita.​

Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kementerian Agama RI, NU Online, dan beberapa sumber lainnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

‎Tersingkir dari Piala FA, Mikel Arteta Beberkan Biang Kerok Kekalahan Arsenal hingga Gagal Kembali Raih Gelar Juara

‎Tersingkir dari Piala FA, Mikel Arteta Beberkan Biang Kerok Kekalahan Arsenal hingga Gagal Kembali Raih Gelar Juara

Kekecewaan mendalam dirasakan Mikel Arteta setelah Arsenal harus angkat kaki lebih cepat dari ajang Piala FA. Sang pelatih pun langsung mengungkap sejumlah faktor yang membuat timnya gagal melangkah ke semifinal.
Jarang Main di Inggris, Oxford United Terkejut Ole Romeny Tampil Luar Biasa Bersama Timnas Indonesia

Jarang Main di Inggris, Oxford United Terkejut Ole Romeny Tampil Luar Biasa Bersama Timnas Indonesia

Masih kesulitan bersaing di sepak bola Inggris, penampilan sensasional Ole Romeny untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 bikin Oxford United terkesima.
Viral! Sampah Antariksa Jatuh di Langit Lampung dan Banten, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Viral! Sampah Antariksa Jatuh di Langit Lampung dan Banten, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Fenomena jatuhnya benda antariksa kembali terjadi dan sempat menghebohkan warga di wilayah Lampung dan Banten.
Nama Fardy Bachdim Ikut Terseret dalam Skandal Paspor Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

Nama Fardy Bachdim Ikut Terseret dalam Skandal Paspor Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda

Nama agen Fardy Bachdim menjadi sorotan dalam skandal paspor pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda. Laporan dari media Belanda, Algemeen Dagblad, menyoroti bagaimana Bachdim membantu para pemain keturunan menjalani proses naturalisasi.
Tangis Istri Praka Farizal Pecah di Hadapan Presiden Prabowo: Suami Kami Sedang Shalat Pak!

Tangis Istri Praka Farizal Pecah di Hadapan Presiden Prabowo: Suami Kami Sedang Shalat Pak!

Tangis istri Praka Farizal Rhomadhon, yakni Fafa Nur Azila (25) pecah di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan istri prajurit ini tersebut bilang kalau...
Link Live Streaming Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya, Minggu 5 April: LavAni dan Gresik Phonska Incar Kemenangan Demi Kuasai Klasemen

Link Live Streaming Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya, Minggu 5 April: LavAni dan Gresik Phonska Incar Kemenangan Demi Kuasai Klasemen

Link live streaming final four Proliga 2026 seri Surabaya hari ini, di mana LavAni dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia sama-sama mengincar kemenangan demi bisa menguasai puncak klasemen.

Trending

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut. Para orang tua siswa datangi Ombudsman.
Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Satu pemain abroad Timnas Indonesia mendadak menghilang setelah gelaran FIFA Series 2026. Sebelumnya, Justin Hubner juga telah menghilang karena skandal yang tengah terjadi di Liga Belanda.
Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Volimania Indonesia merasa patah hati setelah Yeum Hye-seon harus meninggalkan Megawati Hangestri usai menyaksikan aksi mantan rekan setimnya di final four Proliga 2026.
Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Seorang tuan rumah hajatan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tewas seusai dikeroyok oleh sejumlah preman kampung yang meminta 'jatah' ke tuan rumah hajatan.
Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Penampilan gemilang Megawati Hangestri menjadi sorotan usai Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Sebanyak tiga pemain Timnas Indonesia resmi dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat.
Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Catatan Penting Bulent Karslioglu untuk Megawati Hangestri Dkk Usai Kalahkan Jakarta Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro berhasil bangkit saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT