News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejarah Pengucapan Minal Aidzin Wal Faizin Saat Hari Raya Idul Fitri di Indonesia

Di Indonesia perayaan hari raya Idul Fitri selalu diikuti dengan silaturahmi ke keluarga terdekat sambil mengucapkan frasa Minal aidzin wal faizin yang menjadi ucapan selamat Lebaran paling mentradisi di Indonesia.  
Selasa, 1 April 2025 - 06:25 WIB
Amplop lebaran dengan desain depan mirip kartu anjungan tunai mandiri (ATM)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com -Di Indonesia perayaan hari raya Idul Fitri selalu diikuti dengan silaturahmi ke keluarga terdekat sambil mengucapkan frasa Minal aidzin wal faizin yang menjadi ucapan selamat Lebaran paling mentradisi di Indonesia.  Tapi, pernahkah terpikir, apakah makna sebenarnya dari Minal aidzin wal faizin? Mengapa di negara lain tidak ada kebiasaan yang sama?

Dan bagaimana ucapan ini berevolusi menjadi bagian penting dari budaya Lebaran di Indonesia?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam bahasa Arab, frasa ini sebenarnya tidak terlalu umum digunakan di negara-negara Timur Tengah. Asal-usulnya diyakini berasal dari ungkapan yang lebih panjang, yaitu Ja'alanallahu wa iyyakum minal 'aidin wal faizin, yang secara harfiah berarti “Semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan menang.”

Ungkapan minal aidzin wal faizin memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Perang Badar, yaitu pertempuran antara umat Islam dan kaum Quraisy. Berdasarkan berbagai sumber, Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 Masehi atau tahun kedua Hijriah, yang bertepatan dengan berakhirnya Perang Badar.

Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa ungkapan minal aidzin wal faizin berasal dari syair yang berkembang pada masa Al-Andalus (wilayah yang kini mencakup Spanyol dan Portugal). Syair ini dikatakan ditulis oleh Shafiyuddin Al-Huli.

Dalam kitab "Dawawin Asy-Syi’ri al-Arabi ala Marri Al-Ushur" (jilid 19, halaman 182), ungkapan tersebut disebutkan sebagai bagian dari nyanyian yang biasa dibawakan oleh para perempuan saat merayakan hari raya.

Maknanya memang sesuai dengan semangat Idul Fitri, yaitu kembali kepada kesucian setelah sebulan berpuasa dan meraih kemenangan dalam menahan hawa nafsu. Namun, ketika diadopsi di Indonesia, frasa ini dipendekkan menjadi minal aidzin wal faizin dan seolah mengalami pergeseran makna.

Yang menarik, di Indonesia, ucapan ini hampir selalu diikuti dengan “Mohon maaf lahir dan batin.” Padahal, jika ditelusuri dari makna aslinya, keduanya tidak memiliki keterkaitan langsung.

Justru di sinilah letak keunikan budaya bangsa ini. Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk mengaitkan Idul Fitri tidak hanya dengan kemenangan spiritual, tetapi juga dengan rekonsiliasi sosial.

Lebaran menjadi momen yang sangat spesial karena tidak hanya menandai akhir dari bulan Ramadan, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana Indonesia memiliki cara tersendiri dalam memaknai Idul Fitri. Sementara di negara-negara lain, ucapan selamat Idul Fitri biasanya lebih sederhana dan langsung.

Di Turki, misalnya, orang-orang mengucapkan Bayramınız mübarek olsun, yang berarti “Semoga hari raya Anda diberkahi.”

Di Pakistan dan India, ucapan yang paling umum adalah Eid Mubarak, yang berarti “Selamat hari raya". Tidak ada tambahan permintaan maaf, seperti yang lazim diucapkan di Indonesia.

Cara unik

Mengapa di Indonesia ucapan ini berkembang dengan cara yang unik? Salah satu alasannya adalah karena Lebaran di Indonesia bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga peristiwa budaya yang besar.

Tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga besar, dan silaturahmi dari rumah ke rumah menjadi bagian dari perayaan. Dalam konteks ini, meminta maaf menjadi sebuah kebiasaan yang menguatkan nilai kebersamaan dan keharmonisan.

Permintaan maaf dalam konteks Idul Fitri di Indonesia tidak selalu berkaitan dengan kesalahan spesifik.

Kadang-kadang, seseorang meminta maaf kepada orang lain, meskipun tidak ada masalah apa pun yang terjadi sebelumnya. Ini bukan hanya soal membersihkan kesalahan, tetapi juga cara untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis.

Ada kesadaran bahwa dalam interaksi sehari-hari, baik disengaja maupun tidak, mungkin ada ucapan atau tindakan yang menyinggung perasaan orang lain. Maka, Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk menyatukan kembali hati yang mungkin sempat berjauhan.

Di sinilah Minal aidzin wal faizin menjadi lebih dari sekadar ucapan. Ia adalah simbol dari harapan, kebersamaan, dan pembaruan hubungan.

Ketika seseorang mengucapkannya, ia tidak hanya menyampaikan selamat Idul Fitri, tetapi juga mengajak orang lain untuk merasakan semangat kebersamaan dan kemenangan dalam arti yang lebih luas.

Dalam kehidupan sosial, ucapan ini juga memiliki peran yang lebih dalam. Di Indonesia, Idul Fitri sering menjadi waktu di mana konflik, baik yang besar maupun kecil, mendapatkan kesempatan untuk diredakan.

Perselisihan antarkeluarga, gesekan di tempat kerja, bahkan ketegangan politik sering kali mencair dalam suasana Lebaran.

Tidak jarang, orang yang selama ini sulit berkomunikasi kembali tersambung karena tradisi salam-salaman dan permintaan maaf yang menjadi bagian dari perayaan.

Sentuhan khas

Hal yang sama tidak selalu terjadi di negara lain. Di beberapa tempat, Idul Fitri lebih bersifat individual, hanya dirayakan dalam lingkup keluarga inti.

Namun, di Indonesia, ada dimensi sosial yang lebih kuat. Lebaran bukan hanya soal kemenangan pribadi dalam menjalankan ibadah, tetapi juga kemenangan bersama dalam menjaga hubungan baik dengan sesama.

Fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya budaya di Tanah Air dalam mengadopsi dan menyesuaikan tradisi. Islam datang ke Nusantara dengan membawa nilai-nilai universal, tetapi cara masyarakat kita menghidupkannya penuh dengan warna dan nuansa lokal.

Masyarakat di negeri ini tidak hanya menerima ucapan dari dunia Arab, tetapi juga memberikan sentuhan khas yang membuatnya lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan Minal aidzin wal faizin yang dipadukan dengan “Mohon maaf lahir dan batin” adalah refleksi dari nilai-nilai masyarakat Indonesia yang menghargai hubungan sosial, kebersamaan, dan harmoni. Ia menjadi lebih dari sekadar kata-kata, tetapi juga sebuah tradisi yang menguatkan ikatan antarmanusia.

Ketika mengucapkannya kepada seseorang, ada sesuatu yang lebih dari sekadar kebiasaan. Ada harapan bahwa hubungan yang mungkin sempat retak bisa kembali utuh.

Ada keinginan untuk membuka lembaran baru dengan hati yang lebih bersih. Ada makna bahwa setelah perjalanan panjang Ramadhan, seseorang tidak hanya kembali kepada kesucian spiritual, tetapi juga kembali kepada esensi kemanusiaan untuk saling memahami, saling menerima, dan saling memaafkan.

Lalu bagaimana hukumnya mengucapkan hal tersebut? Ulama besar yang juga ahli fiqih dan dakwah terkemuka di dunia Islam, Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah, pernah ditanya tentang hukum mengucapkan selamat pada hari raya. Ia menjawab bahwa mengucapkan selamat diperbolehkan, dan tidak ada ucapan khusus yang diwajibkan, asalkan tidak mengandung dosa.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa jabat tangan, berpelukan, dan saling mengucapkan selamat setelah shalat ‘Id diperbolehkan, karena hal itu merupakan adat dan bukan ibadah. Selama tidak ada larangan syariat, semua itu dibolehkan.

Ucapan selamat hari raya juga diperbolehkan untuk bervariasi, seperti "Selamat hari raya" atau Taqobbalallahu minna wa minkum, termasuk Minal Aidzin wal faizin yang tidak terbatas hanya pada Idul Fitri, tetapi juga dianjurkan pada Idul Adha.

Maka, saat Lebaran berikutnya tiba dan ketika kembali mengucapkan Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, kesadaran yang lebih dalam pun diharapkan semakin bertumbuh.

Di Indonesia sendiri, ini ternyata bukan sekadar tradisi, tetapi juga cara masyarakat di negeri ini untuk menjaga kehangatan dalam hubungan, memperkuat silaturahmi, dan merayakan kemenangan dalam arti yang sesungguhnya.(ant/bwo)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama di BSD City

ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama di BSD City

Kualitas sebuah kota mandiri modern tidak hanya tercermin dari pertumbuhan hunian dan kawasan bisnis semata, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan fasilitas yang mendukung kualitas hidup masyarakat, termasuk akses terhadap pendidikan.
Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Simak kedekatan Megawati Hangestri dan Lee Min-young di Hyundai Hillstate. Mulai dari daftar pemain muda terdekat hingga momen manis saat Min-young menyapa Mega pakai Bahasa Indonesia!
Sudah Pernah Hadapi Tim-tim Kuat, Joey Pelupessy Tetap Anggap Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga Besar

Sudah Pernah Hadapi Tim-tim Kuat, Joey Pelupessy Tetap Anggap Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga Besar

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, tetap menganggap duel melawan Malaysia sebagai laga besar. Ia memilih fokus menghadapi tantangan satu per satu.
Soal Usulan CFD Digelar Setiap Sabtu-Minggu hingga Kebijakan Ganjil Genap, Pramono Bakal Bahas Bareng Dishub

Soal Usulan CFD Digelar Setiap Sabtu-Minggu hingga Kebijakan Ganjil Genap, Pramono Bakal Bahas Bareng Dishub

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan bertemu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin untuk membahas soal CFD hingga peraturan ganjil genap.
5 Fakta Menarik Laga Norwegia vs Portugal di UEFA Nation League 2026: Ronaldo Tak Dimainkan, Haaland Gagal Bawa Kemenangan

5 Fakta Menarik Laga Norwegia vs Portugal di UEFA Nation League 2026: Ronaldo Tak Dimainkan, Haaland Gagal Bawa Kemenangan

Di balik hasil pertandingan yang sangat ketat tersebut, terdapat berbagai fakta menarik yang sukses mencuri perhatian dalam laga Norwegia vs Portugal. Apa saja?
Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai Belasan Kilometer, Gapasdap Ungkap Kendala Dermaga

Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai Belasan Kilometer, Gapasdap Ungkap Kendala Dermaga

Antrean kendaraan yang masih terjadi di lintas Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali, hingga kini belum terurai. Ketersediaan kapal yang cukup banyak belum diimbangi dengan kapasitas dan kemampuan dermaga yang memadai.

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT