GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Habis Salat Langsung Mengusap Wajah dan Salaman, Memang Ada Dalil dan Hadisnya? Sebenarnya Kata Ustaz Khalid Basalamah...

Ustaz Khalid Basalamah mengupas tuntas soal dalil dan hadis riwayat terkait hukum mengusap wajah dan salaman setelah salat sudah menjadi tradisi di Indonesia.
Rabu, 9 April 2025 - 23:27 WIB
Ustaz Khalid Basalamah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official

tvOnenews.com - Salah satu tradisi melekat di tengah umat Muslim di Indonesia setiap salat kebanyakan langsung mengusap wajah.

Tak hanya mengusap wajah, biasanya umat Muslim langsung melakukan salaman ke jemaah sebelahnya apabila salat sudah selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi mereka, mengusap wajah dan salaman memberikan makna yang baik jika dilakukan setelah salat, misalnya tetap menjaga silaturahmi dan menghasilkan pahala.

Banyak yang berpendapat kalau mengusap wajah dan salaman setelah salat telah didasari dalil Al-Quran maupun hadis riwayat Rasulullah SAW.

Akan tetapi, Ustaz Khalid Basaslamah mengingatkan, ketika ingin melaksanakan salat dan ibadah lainnya, sebaiknya wajib memahami betul tentang hukumnya agar tidak fatal.

Pertanyaannya, apakah ada dalil dan hadis riwayat mengenai setelah salat boleh mengusap wajah dan salaman? Simak penjelasannya di bawah ini!

Hukum Mengusap Wajah dan Salaman setelah Salat

Ilustrasi mengusap wajah setelah salat
Ilustrasi mengusap wajah setelah salat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Rabu (9/4/2025), Ustaz Khalid Basalamah menerangkan hukum setelah salat kerap kali bersalaman dan mengusap wajah.

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan hukum terkait hal ini setelah memperoleh pertanyaan dari seorang jemaah dalam suatu ceramah.

Sebagai pendakwah, Ustaz Khalid Basalamah menyebutkan soal salaman dan mengusap wajah, hanya menjadi kebiasaan dan tradisi melekat di Indonesia.

"Semuanya enggak pernah ada tuntunan dari Nabi SAW, setelah salam mengusap wajah itu nggak ada dalilnya, satupun enggak ada hadisnya," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Ia menyampaikan, kalau di zaman Nabi sangat jarang, akan tetapi hal ini berbeda jika kondisi setelah salat yang sering dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia.

"Jadi enggak sama dengan habis berdoa usap wajah, enggak ada ini cuma tradisi kita saja," tegasnya.

Ustaz Khalid Basalamah kemudian menyinggung soal tradisi baik saat dan setelah salat, contohnya ketika seseorang mengangkat tangan hanya perkata doa qunut.

"Saya lihat ada tradisi banyak sekali di Indonesia yang dijadikan sebagai sebuah bawaan. Pada saat Qunut pun subuh membalik telapak tangan, saya enggak tahu kenapa," jelasnya.

Ustaz Khalid Basalamah memahami betul kalau tangan diangkat sebagai ciri-ciri orang berdoa dan meminta hajat kepada Allah SWT.

"Katanya karena ada doa di situ minta agar dijauhkan dari keburukan. Tidak pernah dari riwayat menjelaskan Nabi SAW yang membalik telapak tangan pada saat berdoa," terangnya.

Persoalan Nabi Muhammad SAW mengangkat tangan ketika berdoa kepada Allah SWT, menurut Ustaz Khalid Basalamah, memang telah dijelaskan melalui redaksi hadis riwayat Anas bin Malik RA.

Redaksi hadis riwayat dari Anas bin Malik RA melalui Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

"Aku pernah melihat Rasulullah SAW mengangkat dua tangan ke atas saat berdoa sehingga tampak warna keputih-putihan pada ketiak beliau."

Ustaz Khalid Basalamah mengambil acuan dari bunyi hadis riwayat tersebut. Artinya, tidak ada tangan yang diubah-ubah kecuali memang untuk berdoa.

"Tapi kalau di balik telapak tangan enggak ada, ini aneh-aneh. Jadi ini tidak pernah ada sunnahnya, termasuk tidak boleh bersalaman setelah salat kalau dijadwalkan," bebernya.

Ustaz Khalid menuturkan, kalau salaman ingin meninggalkan shaf tidak menjadi masalah apabila diwajibkan.

"Jadi dianggap enggak enak kalau nggak salaman gitu kan. Lain kalau habis salat memang kebetulan kita mau pamit, kemudian salaman," imbuhnya.

"Biasanya kan sudah jadi tradisi salaman, apalagi ditambah dengan membaca sholawat keliling-keliling, ini sama sekali nggak ada tuntunannya," lanjutnya.

Kendati demikian, Ustaz Khalid Basalamah tidak mempermasalahkan kalau ada yang sholawat setelah salat, walaupun memang tak ada tuntutannya dari ajaran Rasulullah SAW maupun dalam agama Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hati-hati, jadi nggak boleh. Nggak bolehnya itu bukan karena shalawatnya atau salamannya tapi karena tidak pernah ada panduan dari kiai dan Nabi Muhammad SAW," tandasnya.

(adk/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia
Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Media Korea Selatan soroti reaksi pelatih Red Sparks Ko Hee-jin setelah mantan anak asuhnya Megawati Hangestri berlabuh ke tim rival Suwon Hyundai Hillstate.
Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Polemik omba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalbar, pernyataan tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait cara pandang “klenik” terhadap situs sejarah Sunda, hingga kisah

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT