News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Spiritual Teh Desi, Mati Suri 3 Hari Dituntun Kakek Nenek Lihat Jutaan Manusia di Alam Gaib, Dia Bilang...

Teh Desi asal Cirebon bercerita perjalanan spiritual mengalami mati suri saat koma 3 hari. Ia melihat sosok berwujud kakek neneknya menuntunnya ke alam gaib.
Sabtu, 12 April 2025 - 12:09 WIB
Teh Desi ceritakan perjalanan spiritual saat mati suri 3 hari lihat jutaan manusia di alam ghaib
Sumber :
  • Kolase iStockPhoto & Tangkapan layar YouTube Malam Mencekam

tvOnenews.com - Teh Desi, wanita asal Cirebon menceritakan perjalanan spiritual mengalami mati suri selama 3 hari yang begitu mencekam.

Siapa sangka, saat mengalami mati suri, Teh Desi merasa khawatir melihat jutaan manusia berseliweran terjadi di alam gaib. Fenomena tersebut membuat ia sadar bahwa kematian begitu mengerikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teh Desi membagikan pengalaman ketika mati suri, ia dituntun sosok dua orang berwujud kakek dan neneknya yang begitu kaku saat melihat jutaan manusia berseliweran di alam gaib.

Lantas, seperti apa kisah Teh Desi saat mati suri 3 hari? Simak ceritanya di bawah ini!

Ilustrasi mati suri setelah koma di rumah sakit
Ilustrasi mati suri setelah koma di rumah sakit
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Teh Desi Mati Suri saat Koma 3 Hari

Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Malam Mencekam, Sabtu (12/4/2025), Teh Desi bercerita kepada Mang Ai selaku host podcast YouTube Malam Mencekam tentang perjalanannya saat mati suri.

Akan tetapi, Teh Desi mengklarifikasi lebih dulu bahwa, ceritanya tidak mengada-ngada dan hanya berbagi kisah agar tak menyepelekan namanya kematian.

"Ini adalah perjalanan spiritual saya, cuma saya takut Mang Ei saya dianggap penonton atau netizen saya seperti kok riya, halu begini, tapi percaya deh yang saya ceritain ini banyak banget pesan moralnya, saya ingin mengedukasi tetapi juga untuk kita sendiri karena kita akan mengalami (kematian)," ujar Teh Desi.

Lebih lanjut, Teh Desi menjelaskan saat mati suri berawal dari koma karena penyakit penyumbatan pembuluh darah atau koroner pada 2005 yang sebenarnya sudah berlangsung lama sejak 1997.

Pada suatu malam, Teh Desi jatuh pingsan setelah bangun tidur untuk ke kamar mandi di pertengahan malam. Ia merasa hanya sebentar tetapi sebenarnya sudah 2-3 hari.

Ayahnya langsung membawa Teh Desi ke rumah sakit di Cirebon yang baru beroperasi. Ia di sana hanya dirawat di ruang inap saat koma selama 3 hari.

Kondisi inilah menjadi cikal bakal Teh Desi mengalami perjalanan spiritual di mana ia mati suri dan pengalamannya tidak bisa dirasakan oleh semua orang.

Lihat Jasad Sendiri saat Roh Terpisah

Saat koma, Teh Desi sebenarnya masih mengigau setiap sadar, namun ia tidak merasakan sudah terbangun kala itu karena sedang berada di zona merasakan ada hawa dingin yang datang di sekitarnya.

"Hawa dingin inilah yang membuat saya bangun, saya sempat melek tapi gelap semuanya. Ini tidak pernah ditemui ketika saya di dunia, akhirnya saya tiba-tiba menengok ke belakang," jelasnya.

Teh Desi merasakan seperti diangkat sesuatu dengan kondisi yang begitu dingin sekali. Ia merasa terkejut melihat jasadnya sendiri dan suasana di ruang inap tersebut.

"Sampai akhirnya tiba-tiba saya sadar dan bangun karena mata saya di ujung itu melihat ada cahaya. Saya merinding karena cahaya itu putih, bersih, bersinar dan tidak pernah ditemui di dunia. Bentuknya seperti pintu huruf U," terangnya.

"Waktu saya lihat ke depan ke atas itu tidak ada ujungnya sama sekali. Saya sadar yang diinjak ini bentuknya semua hitam dan di depan saya ada perbatasan ke tempat cahaya seperti batu batas tersusun tangga," sambungnya.

Dibawa Sosok Berwujud Kakek dan Neneknya

Teh Desi melanjutkan ketika di tempat gelap tersebut, ia tiba-tiba dipegang oleh sosok berwujud kakek dan neneknya yang akan menuntun ke suatu tempat dipenuhi jutaan manusia.

Namun, Teh Desi merasa heran kedua sosok tersebut tidak merespons apa pun dengan kondisi bak manusia yang kaku tanpa memiliki pandangan dan pikirannya sedang kosong.

"Kakek saya pandangannya lurus ke depan, beku, tidak ada ekspresi, bola mata tidak bergerak sama sekali. Nenek pun sama. Saya bilang 'aki, nek, saya dimana apa itu?', kakek nenek tidak menjawab sepatah kata," imbuhnya.

Teh Desi menjelaskan setelah kondisi tersebut, ia melihat tempat dipenuhi awan dan suasananya sangat bersih dan bersinar dan tidak pernah ada di dunia.

Lihat Jutaan Manusia di Alam Ghaib

Menurut Teh Desi, tempat tersebut seolah-olah alam ghaib. Suasananya juga membuat ia heran dan terkejut ketika melihat jutaan manusia di sana.

"Itu ribuan entah jutaan manusia, mereka berseliweran jalan tanpa arah tetapi mereka tidak melayang. Anehnya, tidak saling menabrak, bersenggolan," tuturnya.

Teh Desi mulai merasa ketakutan tetapi juga penasaran. Ia mengaku tidak mengetahui wujud jutaan manusia tersebut seolah-olah memiliki rupa yang sama sambil berseliweran tanpa arah.

"Saya sampai pusing sendiri, pada akhirnya saya tanya lagi sama kakek nenek. Mereka tetap enggak bicara dan pandangannya semua tetap seperti semula," tegasnya.

Ketakutan Teh Desi telah berada di titik puncaknya, sehingga ia memberontak ingin pulang karena menyadari kondisi tersebut ada di dunia lain.

Anehnya, Teh Desi melihat ayah dan anaknya yang masih 5 tahun tidur sambil berpelukan. Ia meminta izin kepada sosok kakek dan neneknya agar dirinya dilepas dari genggaman mereka.

Teh Desi hanya memikirkan kondisi anaknya yang masih kecil karena merasa belum bisa menjadi ibu yang baik dan anak-anaknya masih membutuhkan dirinya.

"Astaghfirullahaladzim, Allahuakbar saya mau pulang, ini bukan tempat saya di sini. Saya teriak terus. Kemudian tiba-tiba pandangan kakek dan nenek saling berhadapan tapi tetap tanpa ekspresi yang menurut saya paling menakutkan," bebernya.

"Tiba-tiba mereka bilang dan kalimat ini buat keadaan semua berubah. Mereka ngomong 'ya sudah atuh silakan kalau mau pulang'," sambungnya.

Kembali ke Jasad

Teh Desi mengatakan, setelah mendapatkan izin dari kakek nenek tersebut tiba-tiba merasakan jatuh dari ketinggian untuk kembali dan menyatu kepada jasadnya.

"Saya jatuh dari ketinggian yang begitu dahsyat pas di tubuh saya yang lagi tiduran itu. Saya langsung melek mata sekitar jam 1-2 malam," sebut dia.

Kondisinya sudah sadar tetapi tidak bisa bernapas sedikit pun seolah-olah berada di ruangan hampa tanpa udara. Teh Desi langsung berteriak dan ayahnya sedang tidur tiba-tiba berdiri dan memeluknya.

Teh Desi mengatakan kondisinya belum bisa berbicara, tetapi ia memberikan isyarat setelah mengalami kejadian tersebut agar ayahnya tidak pernah meninggalkan shalat.

Ayahnya Sudah Tahu Teh Desi Mati Suri

Teh Desi keesokan harinya bercerita tentang kejadian dialami olehnya. Aka tetapi, ayahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun seolah-olah sudah mengetahui anaknya berada di dunia lain.

"Cuma beliau tidak mau mendahului karena beliau lebih senang mendengarkan anaknya curhat. Beliau hanya menyuruh tidur. Besoknya saya cerita tetapi tidak ada ekspresi kaget dari papa," katanya.

"Sebenarnya kami kan punya nasab dari leluhur. Jadi, papa saya sudah nih kayaknya anak ini bakal ngalamin begini. Setelah itu kembali normal jadi ibu rumah tangga," lanjutnya lagi.

Anugerah setelah Mati Suri

Teh Desi menjelaskan tiga bulan setelah sehat, ia bersama ayahnya pergi ke keluarganya di Bandung sebagai tempat tinggal kakak pertama dari ayahnya kerap dipanggil Uwa Dudung.

"Uwa Dudung ibaratnya punya tirakatnya kuat karena kebetulan kami punya nasab. Kemudian papa bercerita dari kejadian (mati suri) Desi," tutur Teh Desi.

Uwa Dudung pun menjelaskan mengenai kejadian mati suri tersebut. Ia mengatakan, Desi telah mengalami perjalanan spiritual di mana kehidupan setelah kematian.

"Ketika kamu diangkat itu adalah perpisahan antara roh dengan tubuh. Sebetulnya kamu tuh sudah terpisah sama badan kamu dan kamu mengalami perjalanan sesungguhnya sangat jauh. Itulah hidup, itulah dunia cuma sebentar seujung kuku juga tidak ada," jelas Teh Desi sambil mengutip ucapan Uwa Dudung.

Uwa Dudungnya menjelaskan kalau sosok kakek tersebut merupakan amal kebaikan dan neneknya yang dikiri amal buruk yang dimiliki Teh Desi.

"Kalau yang gerbang (bercahaya), Uwa Dudung bilang itulah gerbang setelah kita hidup. Kita loncat dari alam kematian cuma satu langkah, dia sebut 'Kalau kamu ngelangkah ke sana, mungkin Desi sudah tidak di dunia'," tuturnya.

Teh Desi melanjutkan Uwa Dudung mengatakan tempat dipenuhi awan itu merupakan alam setelah kematian dan jutaan manusia yang berseliweran adalah roh orang telah meninggal dunia.

"Orang-orang itu adalah roh. Mereka jalan enggak tentu arah karena menunggu doa dari keluarga, suami, istrinya dari anak-anaknya," bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teh Desi akhirnya membenahi dirinya setelah mengalami mati suri agar selalu berpegang teguh pada kebenaran dari Allah SWT, seperti meningkatkan shalat dan ibadah lainnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Sentil Wacana ‘War Tiket’ Haji: Abaikan Keadilan, Bisa Picu Kecemburuan

DPR Sentil Wacana ‘War Tiket’ Haji: Abaikan Keadilan, Bisa Picu Kecemburuan

Wacana kebijakan “war tiket” haji menuai kritik keras dari DPR. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai gagasan tersebut berpotensi menabrak aturan
Kapolda Papua Tengah Turun Langsung ke Dogiyai, Perkuat Soliditas Usai Insiden

Kapolda Papua Tengah Turun Langsung ke Dogiyai, Perkuat Soliditas Usai Insiden

Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, turun langsung memimpin apel pagi di Lapangan Apel Mapolres Dogiyai, Kamis (9/4), sebagai langkah strategis memperkuat
Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral

Disorot KDM, RSHS Bandung Singgung Layanan Kesehatan Buntut Bayi Nyaris Tertukar karena Kecerobohan Perawat Viral

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung mengklarifikasi polemik bayi nyaris tertukar yang viral usai didesak oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Dilantik Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono: Ini Kehormatan Jaga Integritas dan Kawal Konstitusi

Dilantik Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono: Ini Kehormatan Jaga Integritas dan Kawal Konstitusi

Menggantikan sosok senior Anwar Usman, Hakim Konstitusi baru, Liliek menegaskan bahwa jabatan barunya ini bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar
Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah

Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah

Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Zulfikar Suhardi, mendukung penuh rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.
Lakukan Pendekatan Humanis ke Masyarakat, Plt Kapolres Dogiyai Pantau Pemulihan Kamtibmas

Lakukan Pendekatan Humanis ke Masyarakat, Plt Kapolres Dogiyai Pantau Pemulihan Kamtibmas

Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Plt Kapolres Dogiyai AKBP Dennis A. Putra memimpin langsung pendekatan humanis

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT