News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dikenal Pevoli Religius, Megawati Hangestri Setahun Lalu Sebelum Tinggalkan Red Sparks Sudah Rindukan Keluarga

Sosok ini pernah mengungkapkan kondisi Megawati Hangestri Pertiwi pada setahun lalu sebelum meninggalkan Red Sparks, Megatron sudah sangat merindukan keluarga.
Kamis, 17 April 2025 - 14:59 WIB
Megawati Hangestri saat masih di Red Sparks
Sumber :
  • Red Sparks

tvOnenews.com - Megawati Hangestri sebagai atlet voli yang sangat religius ternyata sudah merindukan sosok keluarganya setahun sebelum meninggalkan Red Sparks.

Kabar Megawati Hangestri meninggalkan Red Sparks setelah diungkap oleh sejumlah media Korea Selatan karena disebabkan ingin fokus mengurus ibu tercinta, Siti Muhanah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut penuturan pihak agen dan beberapa media korea Selatan, Megawati Hangestri tidak memperpanjang kontrak bersama Red Sparks karena ibundanya dikabarkan sedang sakit.

Megawati Hangestri akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia dan tidak bermain lagi untuk Red Sparks di Liga Voli Korea musim depan.

Megawati Hangestri di Red Sparks
Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

"Namun, karena kondisi kesehatan ibunya, dia memutuskan untuk tinggal bersama dan merawat beliau. Itulah alasan utama mengapa dia tidak melanjutkan di V-League," ujar agen Megawati Hangestri dikutip, Kamis (17/4/2025).

Keputusan Megawati yang kian bersinar mengundang kesedihan beberapa pihak. Banyak warganet bertanya-tanya mengapa Megatron ingin meninggalkan Red Sparks.

Megawati Hangestri Bantah Ibunya Sakit

Megawati Hangestri foto bareng mendiang sang ayah dan ibunya
Megawati Hangestri foto bareng mendiang sang ayah dan ibunya
Sumber :
  • Instagram/@megawatihangestrip

 

Namun, Megawati Hangestri baru-baru ini menepis kabar ia tidak bermain di Red Sparks untuk musim depan akibat ibunya sakit.

Megawati merasa sedih karena kepulangannya ke Indonesia dengan alasan ingin merawat ibunya sakit. Berita tersebut sudah sangat keliru.

"Ibu saya sehat-sehat saja, tetapi kenapa di berita dibilang sakit, itu sedih sih. Kenapa orang-orang menulis ibu saya sakit, padahal sehat-sehat saja," kata Megawati Hangestri dikutip dari Instagram @panncafe, Kamis.

Perempuan kelahiran Jember, Jawa Timur itu menegaskan bahwa, ia hanya ingin berfokus pada penyembuhan cedera yang dialami olehnya, sehingga tidak melanjutkan kontraknya di Red Sparks.

Akan tetapi, ada satu kesempatan menunjukkan kondisi Megawati Hangestri selama berkiprah di Red Sparks sejak 2023 lalu.

Megawati Hangestri sangat merindukan sosok keluarga di kampung halamannya. Hal ini tidak lepas dari kiprahnya sibuk bermain voli di luar negeri.

Megawati Hangestri Rindu Keluarga saat Memperkuat Red Sparks

Pemain Red Sparks Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic
Pemain Red Sparks Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic
Sumber :
  • KOVO

 

Kerinduan Megawati Hangestri kepada keluarga di kampung halamannya diungkap langsung oleh kakak kandungnya, Bagus.

Bagus saat itu menceritakan Megawati Hangestri sering kali menghubungi keluarga tiga kali sehari.

Cerita itu disampaikan oleh Bagus saat Megawati Hangestri turut berlaga di pertandingan Red Sparks versus Indonesia All Star di Indonesia Arena, GBK, Sabtu (20/4/2024).

"Mega itu sehari bisa tiga kali video call ke keluarga," kata Bagus kepada awak media pada 2024 lalu.

Bagus menyampaikan bahwa, Megawati sering menangis hanya ingin pulang dan bersua dengan keluarga di Tanah Air.

Kendati demikian, Megawati Hangestri telah mencatatkan sejarah sebagai pevoli pertama yang religius karena mengenakan hijab, sekaligus berprestasi di Korea Selatan.

"Memang potensinya sudah kelihatan di voli, dan kebetulan Mega tidak mau diekspos. Pas ikut Liga di Korea saja sempat viral. Saya pernah bilang, 'kalau kamu bisa menang lawan Pink Spiders, kamu pasti viral'," paparnya.

Megatron sapaan akrabnya, telah meraih prestasi gemilang dengan membawa Red Sparks sebagai tim yang begitu mengerikan di V-League 2024-2025.

Kehadiran Megawati Hangestri juga sukses membuat Red Sparks berakhir di posisi runner up setelah kalah agregat dengan Pink Spiders di musim 2024-2025.

Namun begitu, Megawati Hangestri tidak masuk ke dalam Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) terpilih Best 7 Liga Voli Korea 2024-2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati Hangestri harus kalah saing dengan Gyselle Silva, pevoli GS Caltex yang menyabet gelar Opposite terbaik.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT