GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Soal Gaji di Red Sparks, Hambatan ini Jadi Pertimbangan Megawati Hangestri Tinggalkan Korea Selatan

Megawati Hangestri memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan meninggalkan Korea Selatan. Ternyata ada pertimbangan lain yang menjadi hambatan ketika berkarir di Korea Selatan.
Sabtu, 19 April 2025 - 22:06 WIB
Pevoli asal Indonesia, Megawati Hangestri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ KOVO

tvOnenews.com - Pevoli asal Jember, Megawati Hangestri kini telah memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan meninggalkan Korea Selatan.

Seperti yang diketahui, karir Megawati Hangestri di Korea Selatan bersama tim Red Sparks sangat gemilang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Performanya sebagai pemain Opposite Hitter di Red Sparks bukan sesuatu hal yang diragukan lagi, terlihat dari catatan prestasi yang ia kumpulkan selama dua musim ini.

Sempat viral dimana Megawati Hangestri pulang dan diantarkan oleh pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin hingga ke bandara dengan menggunakan bus Red Sparks. 

Bahkan Ko Hee-jin tidak dapat menahan air matanya ketika melepas Megawati Hangestri. 

Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

 

Alasan Megawati pulang ke Indonesia agar dirinya ingin lebih dekat dengan sang ibu di Jember, Jawa Timur.

Namun, dirinya mengaku tidak menutup kemungkinan untuk bergabung klub lain di luar negeri.

“Aku juga punya kehidupan lain, tidak stagnan di situ. Mungkin coba negara lain,” ungkap Megawati Hangestri, pada Rabu (16/4/2025).

Selain itu, ternyata ada pertimbangan lain yang menjadi hambatan ketika dirinya berkarir di Korea Selatan.

Hambatan Megawati Hangestri di Korea Selatan Sebagai Muslim

Publik Korea Selatan selalu menanyakan soal hijab pada dirinya, sebab hijab menjadi sesuatu yang tidak biasa bagi masyarakat setempat.

Bahkan, Megawati dapat disebut sebagai pevoli pertama di V-League yang mengenakan hijab.

Akan tetapi, pevoli muslim ini mengaku hijab bukanlah penghambatnya berkarir sebagai pemain voli.

Dilansir tvOnenews.com dari media Korea yaitu Seoul.co, pevoli yang dijuluki Megatron ini menjelaskan bahwa ia nyaman mengenakan hijab ketika bermain voli. 

“Saya pertama kali mengenakan hijab saat berusia 18 tahun, dan jujur saja, saat itu panas, pengap, dan tidak nyaman,” ungkap Megawati Hangestri pada media Seoul.co.

“Saya sudah mengenakan sejak lama, jadi terasa familiar dan alami sekarang. Tentu saja, ada hijab yang dibuat sebagai perlengkapan olahraga,” sambungnya.

Bukan hijab yang menjadi penghalangnya, melainkan cuaca yang terlalu dingin untuknya membuatnya kesulitan berkarir di Korea.

“Sejujurnya, di Korea terlalu dingin, saya ingin cuaca segera menghangat sehingga saya dapat menikmati pertandingan bola voli di musim semi (babak play off),” katanya.

Megawati Hangestri bersama pemain Red Sparks Yeum Hye-seon dan Vanja Bukilic
Megawati Hangestri bersama pemain Red Sparks Yeum Hye-seon dan Vanja Bukilic
Sumber :
  • Instagram

 

Selain itu, dirinya juga mengaku kalau di Korea cukup sulit untuk mencari makanan halal. Terlebih lagi Mega merupakan satu-satunya atlet voli yang beragama Islam di Korea Selatan.

Untungnya, manajemen klub Red Sparks telah menyediakan makanan yang halal khusus untuk Megawati Hangestri sejak musim lalu.

Meski begitu, masih terasa ada keraguan pada Mega mengenai pengolahan makanan tersebut, seperti alat pembuatannya bisa saja bercampur dengan kudapan non-halal.

“Kalau di tempat ini disediakan yang halal, tapi aku kan juga nggak ngerti kayak kita campur juga kan (masaknya dengan yang non-halal) alat penggorengannya,” tutur Megawati.

Maka, pevoli berhijab ini memiliki satu cara khusus untuk menyiasati agar dirinya bisa mengonsumsi makanan halal yang sulit ditemukan di Korea.

Ia selalu berdoa terlebih dahulu kepada Allah SWT bila tidak sengaja makan makanan non-halal.

“Ya aku berdoa sama Allah, ‘maaf kalau misalnya aku makan yang nggak sengaja aku makan’,” ujar Megatron pada tayangan YouTube Korea Reomit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya di Korea Selatan, Megawati Hangestri ternyata juga kerap melakukan hal serupa ketika dirinya hendak makan kalau lagi ke luar negeri.

“Aku pasti kalau sudah ke luar negeri berdoa dulu, makanan halal tuh kita nggak tahu bikinnya kayak gimana,” pungkasnya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia
Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Media Korea Selatan soroti reaksi pelatih Red Sparks Ko Hee-jin setelah mantan anak asuhnya Megawati Hangestri berlabuh ke tim rival Suwon Hyundai Hillstate.
Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Hot News: SMAN 1 Sambas Buka Suara soal Polemik LCC MPR RI, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Klenik, hingga Suku Togutil Ragu Janji Sherly Tjoanda

Polemik omba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalbar, pernyataan tegas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait cara pandang “klenik” terhadap situs sejarah Sunda, hingga kisah

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT