GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perempuan Nyaman Pakai Mukena saat Ihram Haji atau Umrah, Memang Boleh? Justru Ini Hukumnya Jawab Buya Yahya

Dalam berihram, perempuan atau laki-laki wajib memakai pakaian ihram saat haji atau umrah. Buya Yahya mengungkap hukum wanita mengenakan mukena saat berihram.
Senin, 21 April 2025 - 03:35 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Ihram adalah salah satu rukun haji dan umrah. Salah satu ketentuannya menggunakan pakaian ihram saat berihram.

Perempuan maupun laki-laki wajib mengenakan pakaian ihram demi memenuhi syarat rukun haji dan umrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walau begitu, ada sebagian perempuan yang tidak mengenakan pakaian ihram saat berihram haji atau umrah, sehingga mereka lebih pilih menggunakan mukena.

Menurut penuturan mereka, mukena lebih nyaman dan sudah menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas ibadah sehari-hari, sehingga berihram tidak mengenakan atribut yang semestinya.

Dalam kasus ini, Buya Yahya mengatakan hal seperti itu sangat banyak dan sebagian orang mengatakan bahwa, mereka tidak memenuhi salah satu bagian rukun haji maupun umrah.

Hukum Perempuan Pakai Mukena saat Ihram Haji atau Umrah

Ilustrasi jemaah perempuan saat ibadah haji atau umrah
Ilustrasi jemaah perempuan saat ibadah haji atau umrah
Sumber :
  • Fahmi Firdadus/Media Center Haji

 

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjawab serius terkait berihram tidak mengenakan pakaian ihram haji atau umrah.

Hal ini berawal dari pertanyaan jemaahnya terkait perempuan lebih nyaman memilih mukena sebagai pakaian saat berihram.

"Apakah wanita yang sedang berihram diperbolehkan memakai mukena? Karena saat dalam posisi tegak akan tertutup oleh mukena tersebut bagian tangannya," tanya seorang jemaah online kepada Buya Yahya.

Buya Yahya lebih dulu merincikan pembahasan saat berihram, mereka tetap wajib mengerjakan ibadah shalat. Artinya, perempuan harus menutupi aurat.

"Aurat wanita di dalam shalat adalah sekujur tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Ini pertanyaan cerdas," respons Buya Yahya.

Jika sedang berihram, kata Buya Yahya, perempuan tidak boleh menutupi wajah dan bagian telapak tangannya karena bukan sesuatu yang menjadi aurat.

Bagi Buya Yahya, mukena yang digunakan sangat rentan menutupi bagian tangannya, sehingga perempuan tersebut bisa tidak mengikuti ketentuan dan kaidah dalam shalat.

"Maka Anda dalam keadaan ihram, mungkin harus mencari desain mukena yang aman yang hanya menutup sampai pergelangan tangan, supaya tidak menutup telapak tangan," terangnya.

Buya Yahya mengingatkan bagi para calon jemaah haji atau umrah yang perempuan, wajib memahami bab haji dan umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Buya Yahya menegaskan, kalau perempuan tetap bersikeras mengenakan mukena yang ukurannya melampaui telapak tangan dan menutup wajah, maka tidak dianjurkan berdasarkan mazhab para ulama.

"Dalam mazhab yang dikukuhkan dalam Mazhab Imam Syafi'i dan jumhur ulama. Jadi, wajah harus terbuka, termasuk menggunakan masker tidak boleh di saat ihram haji atau umrah," paparnya.

Meski demikian, penggunaan masker dan sebagainya masih boleh saat ihram apabila sedang sakit, dengan peringatan harus membayar sesuatu sebagai penggantinya.

"Pilihannya ada tiga, antara menyembelih kambing berat, puasa tiga hari berat, ngasih makan tiga kali zakat fitrah," tuturnya.

Lantas, bagaimana mukena yang menutup tangan? Hal ini berkaitan dengan kebutuhan shalat di tengah pelaksanaan berihram.

Buya Yahya menerangkan ada yang namanya penggunaan sapu tangan atau sarung tangan, walaupun harus mengetahui pendapat dari para ulama agar tidak menimbulkan waswas.

Buya Yahya mengambil mazhab terkait penggunaan sarung tangan yang paling kuat lebih mengarahkan pada persoalan tidak boleh ada kain menutupi bagian telapak tangan.

"Ini pendapat yang dikukuhkan dalam Mazhab Syafi'i, Mazhab Maliki, dan juga Mazhab Hambali itu enggak boleh," ucapnya.

"Tapi, ada kemudahan dalam Mazhab Imam Syafi'i yang kedua ini barangkali yang terlanjut eh kok ketutup, ya sudahlah tangan tok tangan, kalau khilaf hanya di tangan," sambungnya.

Jika merujuk pada pembahasan Mazhab Imam Abu Hanifah, Buya Yahya mengatakan, telapak tangan yang tertutup sarung tangan tidak ada masalah apa pun.

"Sehingga orang perempuan memakai kaos tangan pun juga tidak apa-apa. Cuma kami sampaikan ini hanya pendapat untuk meringankan, jangan sampai nanti ada kegelisahan hanya gara bajunya turun lalu kena apalagi kalau musim dingin tidak kuat," bebernya.

Buya Yahya mempersoalkan jemaah yang sudah uzur maka diwajibkan menutupi bagian tangan atau wajahnya, terlebih lagi kalau rentan sakit saat berihram.

Bagi Buya Yahya, kondisi seperti ini diperbolehkan akan tetapi harus membayar Dam, suatu denda atau kompensasi yang harus dibayar apabila jemaah melanggar salah satu ketentuan haji atau umrah.

Ketentuan dam di antaranya adalah bisa memilih apakah harus menyembelih satu ekor kambing, puasa tiga hari, atau sedekah yang nilainya tiga kali lipat dari zakat fitrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya menyampaikan pesan agar para jemaah yang melihat perempuan menggunakan mukena dan sarung tangan, terutama sudah uzur tidak boleh diledek dengan dalih ibadahnya tidak sah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Trending Topic: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Reaksi KDM soal Pemujaan dan Klenik Situs Sejarah, Sherly Tjoanda Sentil Porsi MBG-nya Sekolah Rakyat

Berikut tiga berita terpopuler di tvOnenews.com yang sayang dilewatkan, mulai dari polemik LCC Kalbar hingga aksi gubernur Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda.
Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Warga Jabar Curhat, KWH Gratis untuk Lansia Dinilai Menambah Beban, KDM: Teteh yang Bageur, Sebelum Saya Memimpin ada 193 Ribu Rumah

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia
Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Kata Media Korea Setelah Megawati Hangestri Gabung Hillstate: Ko Hee-jin yang Tersenyum Kini Menangis

Media Korea Selatan soroti reaksi pelatih Red Sparks Ko Hee-jin setelah mantan anak asuhnya Megawati Hangestri berlabuh ke tim rival Suwon Hyundai Hillstate.

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT