News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalau Mau Raih Pahala dari Shalat Sunnah Awwabin, Kerjakan di Waktu ini Bukan antara Maghrib dan Isya Tegas Buya Yahya

Cara mendapat pahala bertubi-tubi salah satunya dari shalat sunnah awwabin. Buya Yahya menyoroti waktu pelaksanaannya kerap disebut antara Maghrib dan Isya.
Rabu, 14 Mei 2025 - 13:23 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Antara waktu Maghrib dan Isya kerap kali dianggap menjadi waktu terbaik meraih pahala besar dari pelaksanaan shalat sunnah awwabin.

Sejumlah orang mukmin menganggap syarat mendapat pahala besar dari shalat sunnah awwabin, minimal rutin mengerjakan ibadah tersebut antara setelah shalat Maghrib dan sebelum adzan Isya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akan tetapi, spekulasi tersebut terbantahkan dengan sebagian orang lainnya berpendapat, antara Maghrib dan Isya bukan waktu terbaik shalat sunnah awwabin yang mendatangkan pahala.

Lantas, kapan waktu terbaik shalat sunnah awwabin jika bukan di saat setelah shalat maghrib dan sebelum masuknya waktu Isya? Buya Yahya memaparkan hal ini secara detail.

Waktu Terbaik Shalat Sunnah Awwabin yang Mengguyur Pahala Besar

Ilustrasi shalat sunnah
Ilustrasi shalat sunnah
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Dinukil tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Rabu (14/5/2025), Buya Yahya memaparkan cara mendatangkan pahala dari shalat sunnah awwabin.

Salah satu penyebab shalat sunnah awwabin dapat mengguyurkan pahala, kata Buya Yahya, harus memperhatikan ketentuan dari waktunya.

Buya Yahya mengatakan hal tersebut setelah ditanya oleh seorang jemaah yang mengetahui shalat sunnah awwabin, bukan hanya dikerjakan pada waktu antara Maghrib dan Isya.

Waktu shalat sunnah awwabin yang lain, kata jemaah tersebut, terletak pada waktu Dhuha. Kebingungan ini muncul setelah beberapa ustaz menyatakan hal tersebut.

"Tapi setelah saya menyimak dari Buya terus dari ustaz-ustaz yang lain ternyata shalat awabin itu adanya di shalat Dhuha," ujar seorang jemaah perempuan kepada Buya Yahya.

Dalam suatu ceramah rutin di LPD Al-Bahjah, Buya Yahya lebih dulu menyoroti waktu pelaksanaan shalat sunnah awwabin terletak antara Maghrib dan Isya.

Sebab, anjuran shalat sunnah yang satu ini ditunaikan pada waktu tersebut berdasarkan pendapat dari para ulama terdahulu.

"Awwabin tadi kalau ibu yang salehah menyimak apa yang kami sampaikan tentu kami singgung sedikit. Tadi bahwa sebagian ulama menyebut shalat awwabin adalah dilakukan setelah shalat Maghrib, ada kami singgung cuma tidak kami bahas dengan detail," kata Buya Yahya.

Menurutnya, hal paling kuat dalam persoalan waktu shalat awwabin di bagian pada pagi hari, tepatnya saat waktu Dhuha karena didasari oleh psabda Rasulullah SAW.

"Hanya shalat Dhuha disebut langsung oleh Nabi shalatul Awwabin," imbuhnya.

Terkait sunnah awwabin pada waktu antara Maghrib dan Isya, rata-rata ulama menyebutkan hal paling utama adalah mengerjakan sebanyak 2 hingga 6 rakaat.

"Jadi memang ada shalat Awwabin adalah shalat yang dilakukan antara Maghrib dengan Isya dimulai dari 2 sampai 6 rakaat selain daripada ba'diah Maghrib, selain daripada qobliyah Isya," bebernya.

Pendakwah yang mengasuh LPD Al-Bahjah, Cirebon ini akhirnya menerangkan keutamaan besar dari shalat sunnah awwabin, setidaknya ibadah bagi orang yang rindu kembali beriman kepada Allah SWT.

"Diberi nama Awwabinnya adalah awwab orang kembali maksudnya itu shalatnya orang yang ingin kembali kepada Allah dengan menghidupkan antara Maghrib dengan Isya," paparnya.

Lantas, apakah shalat sunnah awwabin antara waktu Maghrib dan Isya menjadi sia-sia? Menurut Buya Yahya, segala sesuatu yang baik akan memperoleh keutamaannya.

"Makanya awwabin orang kembali kepada Allah yang sudah Anda lakukan, ya sudah lanjutkan awwabin," tegasnya.

Tetapi umat Muslim tidak berlarut-larut dengan anjuran para ulama, karena harus memahami ada waktu shalat sunnah awwabin yang membawa pahala besar, terletak pada waktu Dhuha.

"Karena awwabin Dhuha itu lebih gede pahalanya daripada awwabin Anda tadi," ucapnya.

Buya Yahya tidak ingin mematahkan semangat bagi yang terlanjur di malam hari, hanya saja sunnah awwabin antara kedua waktu tersebut juga mendatangkan pahala seluas samudera.

"Begitu ulama menyebutkan itu juga shalat awwabin maksudnya shalatnya orang yang rindu untuk kembali kepada Allah sehingga disebut shalatul awwab. Awwab itu dia orang kembali, awwab, ayyib awwabin orang-orang yang kembali kepada Allah tidak usah diputus ibu yang salehah lanjutkan kebiasaan itu," jelasnya.

Dalam hal ini, nama lain shalat Dhuha adalah sunnah awwabin. Artinya, orang yang merindukan Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, Anda mendengar itu para ulama di saat menjelaskan shalat Dhuha disebut awwabin bukan menafikan shalat awwabin itu. Ini hanya menjelaskan bahasanya shalat Dhuha disebut juga shalat awwabin," tutupnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas
Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT