GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Sengaja Tabrak Kucing sampai Mati bakal Kena Ancaman Musibah, Memang Benar? Buya Yahya Jelaskan kalau Urusan itu...

Terkait kepercayaan pada mitos akan ada bala atau musibah setelah menabrak kucing meski tidak sengaja dibahas Buya Yahya dalam ceramahnya. Apakah ini valid?
Senin, 19 Mei 2025 - 17:38 WIB
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Menabrak kucing menjadi ketakutan bagi orang mukmin karena dianggap akan dapat bala atau musibah.

Kepercayaan jika menabrak kucing bakal ditimpa musibah merebak di tengah kalangan umat Islam Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akan tetapi, peristiwa menabrak kucing juga tidak bisa disalahkan, faktor yang sering terjadi karena hewan tersebut tetiba lari menyeberang jalan.

Sayangnya, kekhawatiran muncul karena mitos ada musibah, hanya perkara kucing merupakan hewan yang disayang oleh Rasulullah SAW.

Lantas, apakah benar akan datang musibah jika menabrak kucing sampai mati?

Dinukil tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Senin (19/5/2025), berikut penjelasan Buya Yahya persoalan mitos menabrak kucing potensi digempur musibah.

Ilustrasi kucing di bawah mobil
Ilustrasi kucing di bawah mobil
Sumber :
  • iStockPhoto

 

"Biasanya orang yang nabrak kucing langsung dikafani, tapi nabrak manusia lari," kata Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, kalau faktor kesengajaan, maka hukumnya dosa karena sudah kategori penyiksaan dan pembunuhan kepada hewan.

Sebagaimana dalam hadis riwayat dari Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

"Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis." (HR. Bukhari).

Dalam hadis lainnya, dari Abu Dawud mengingatkan tentang menyayangi hewan, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidakkah sampai berita kepada kalian bahwa aku melaknat orang yang memberi tanda (yang menyakitkan) pada wajah binatang ternak atau memukul binatang ternak itu pada wajahnya." (HR. Abu Dawud).

Buya Yahya pun mengambil redaksi hadis riwayat persoalan wanita ahli ibadah yang sia-sia, hanya perkara menyiksa kucing peliharaannya.

"Gara-gara kucing, lalu kucingnya bagaimana? Kucingnya disekap, tidak dikasih makan, tak dikasih lepas biar makan sendiri lalu mati itu zalim," terangnya.

Ibaratnya seperti ini, penyiksaan akan menuntun seseorang dijebloskan ke liang api neraka. Hal itu berlaku kepada hewan.

Bagaimana nasib kalau menabrak tidak sengaja?

"Tapi, kalau tabrak enggak sengaja ya enggak apa-apa daripada membahayakan kita ada kucing di tengah jalan, di pinggir kita apalagi ada parit kita bawa anak enam," bebernya.

KH Yahya Zainul Ma'arif, nama asli Buya Yahya itu mengatakan keselamatan lebih utama ketimbang upaya menghindar dan potensi meregang nyawa.

"Kalau kucing di depan enggak bisa ngerem tidak sengaja ya tidak dosa. (ditimpa musibah) enggak ada hubungannya," tegasnya.

"Ini keyakinan di masyarakat sampai dikafanin dengan baju termahalnya, mendingan kasih ke orang fakir biar selamat," sambungnya.

Buya Yahya menyarankan agar tidak masuk penyiksaan, sebaiknya langsung dikubur dengan sederhana, tanpa ada embel-embel kepercayaan pada mitos musibah.

"Agar baunya tidak ke mana-mana, jangan nabrak kucing malah ditinggalkan pinggir jalan itu ganggu orang. Dosanya ya di sini. Mendingan ambil kucingnya, terus tanahnya gali lalu kubur biar enggak jadi bangkai yang berbau," tegasnya.

Mitos ada musibah, kata Buya Yahya, sama saja sudah pamali karena sudah melakukan tindakan negatif yang berujung bawa kesialan.

"Enggak usah takut demikian itu, tetap ikuti syariat Islam saja, kucing sama seperti binatang lainnya, paling penting jangan berbuat zalim hukumnya dosa," tandasnya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Strategi Perempuan Indonesia Kelola Usaha Mikro agar Bertahan di Tengah Krisis

Salah satu tantangan utama perempuan prasejahtera dalam menjalankan usaha adalah kemampuan mengelola keuangan. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Kirana Paramesti Putri Widiyanto sukses memimpin penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Global Supply Chain & Polyurethane Technical Seminar Jakarta.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Kunjungan Wisatawan RI ke Singapura Dianggap Potensial, Tren Acuan Liburan dari Konten Digital Jadi Sorotan

Kunjungan Wisatawan RI ke Singapura Dianggap Potensial, Tren Acuan Liburan dari Konten Digital Jadi Sorotan

Singapore Tourism Board mencatat jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai sekitar 2,4 juta orang sepanjang tahun 2025, sehingga dianggap potensial.

Trending

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Sebab, program ini digadang-gadang dapat menggerakkan kemandirian ekonomi desa.
Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Usai Sukses Pimpin Seminar Internasional Yadong Group, Kirana Paramesti Putri Widiyanto Jadi Sorotan

Kirana Paramesti Putri Widiyanto sukses memimpin penyelenggaraan seminar internasional bertajuk Global Supply Chain & Polyurethane Technical Seminar Jakarta.
Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Kemendiktisaintek Resmi Ubah Nomenklatur Jurusan Teknik Menjadi Rekayasa, Ini Daftarnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi (prodi) atau jurusan ‘Teknik’ menjadi jurusan ‘Rekayasa’.
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT