News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral, Anggota DPR & Menteri Asik Joget di Sidang Tahunan MPR, Ustadz Adi Hidayat Beri Sindiran Tajam: Kami tidak Pernah Mewakilkan Anda Sebagai....

Rakyat geram lihat, momen joget para anggota DPR RI hingga menteri saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025. Ustadz Adi Hidayat sebut aksi itu melanggar
Minggu, 24 Agustus 2025 - 10:23 WIB
Ustadz Adi Hidayat
Sumber :
  • YouTube Adi Hidayat

tvOnenews.com - Momen joget para anggota DPR RI hingga menteri saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025 menjadi sorotan publik. 

Aksi berjoget ria di ruang sidang yang sejatinya menjadi simbol kenegaraan dianggap kurang etis, terutama mengingat kondisi rakyat yang masih bergulat dengan berbagai kesulitan ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai wakil rakyat sekaligus pejabat negara, seharusnya setiap gerak-gerik mereka mencerminkan keteladanan, bukan justru memicu kontroversi.

Sebagian masyarakat menilai aksi joget itu menunjukkan jarak yang semakin lebar antara elit politik dengan rakyat. 

Pasalnya, sidang tahunan MPR bukanlah acara hiburan, melainkan forum sakral untuk menyampaikan arah kebijakan negara. 

Publik menuntut agar para pejabat lebih sensitif terhadap penderitaan masyarakat, bukan justru menampilkan kesan seolah abai. 

Dalam etika politik, gestur pejabat negara di ruang sidang mencerminkan wibawa bangsa, sehingga pantas bila aksi tersebut menuai kritik keras.

Kritik publik semakin tajam ketika aksi tersebut dikaitkan dengan isu kenaikan gaji DPR yang sempat viral. 

Meski Ketua DPR RI Puan Maharani sudah membantah isu kenaikan hingga Rp90 juta per bulan, publik terlanjur kecewa karena momen joget seakan menegaskan ketidakpekaan pejabat. 

Dari sini, muncul pertanyaan besar: apakah para elit benar-benar memahami amanah sebagai wakil rakyat, atau justru larut dalam euforia simbolis yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat?

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mencoba meredam polemik dengan menyebut aksi berjoget tersebut sebagai hal yang wajar. 

Menurutnya, mendengar musik membuat tubuh refleks bergerak mengikuti irama, apalagi jika lagunya bernuansa ceria seperti “Gemu Fa Mi Re”. 

“Kalau kita mendengar lagu, kemudian tubuh kita bergoyang atau bergerak, sesuatu yang normal dan biasa saja,” ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta Pusat (19/8/2025). 

Ia menegaskan joget itu hanya bagian dari relaksasi dan dilakukan di luar acara formal, sehingga menurutnya tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Namun, pernyataan itu tidak serta merta meredakan kritik. Salah satu ulama, Ustadz Adi Hidayat (UAH) angkat suara dan menilai aksi joget para pejabat melanggar norma, hukum, serta etika.

“Mohon maaf dengan kata-kata ini, tapi ketika Anda mengatakan sebagai wakil rakyat, saya wakil rakyat, kami tidak pernah mewakilkan kepada Anda untuk berbuat tindakan-tindakan yang melanggar hukum, norma, dan etika,” tegasnya. 

UAH menekankan bahwa posisi sebagai wakil rakyat harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan dijadikan ajang hiburan.

Lebih jauh, UAH mengingatkan agar para elit politik melakukan introspeksi serius. Menurutnya, aksi seperti itu bisa mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga negara. 

Ia menegaskan, “Saya berharap ada koreksi internal di dalam. Perenungan mendalam dan saya mohon pada elit-elit bangsa ini bangsa mau dibawa ke mana? Negara mau diarahkan ke mana, ya?” 

Kritik ini mencerminkan kegelisahan masyarakat luas terhadap arah kepemimpinan bangsa yang dinilai kerap melupakan esensi pelayanan publik.

Selain itu, UAH juga menyindir sikap pejabat yang kerap meminta bantuan ulama untuk meredakan konflik di masyarakat, tetapi justru sering menciptakan kegaduhan sendiri. 

“Anda ketika ada gaduh di masyarakat, Anda meminta ulama tolong teduhkan, tapi ketika kami hadir membantu, Anda berbuat ulah, dan justru masalah itu timbul dari sengketa elit di atas,” katanya. 

Ia menutup pernyataannya dengan doa agar bangsa Indonesia selalu mendapat rahmat Allah SWT dan para pemimpin mau berbenah demi rakyat.

Kontroversi ini seakan menjadi cermin tentang bagaimana perilaku simbolis pejabat bisa memengaruhi citra mereka di mata rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Joget di ruang sidang mungkin dianggap sepele, namun dalam konteks etika politik dan amanah jabatan, setiap tindakan punya konsekuensi. 

Kritik dari ulama dan publik diharapkan menjadi momentum evaluasi agar para wakil rakyat kembali fokus pada tugas utama: memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan mempertontonkan euforia yang tidak pada tempatnya. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BMKG Ungkap Penyebab Belum Bisa Laksanakan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kebakaran Hutan

BMKG Ungkap Penyebab Belum Bisa Laksanakan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kebakaran Hutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah belum dapat dilaksanakan. 
Nasib Persib Ditentukan Sebelum Lawan Manila Digger, Intip Jadwal Drawing Pembagian Grup AFC Champions League Two 2026-2027

Nasib Persib Ditentukan Sebelum Lawan Manila Digger, Intip Jadwal Drawing Pembagian Grup AFC Champions League Two 2026-2027

AFC mengumumkan jadwal drawing pembagian grup AFC Champions League Two 2026-2027 pada Senin (10/8/2026).
Daftar Pelatih Elit yang Enggak Takut Kehabisan Duit

Daftar Pelatih Elit yang Enggak Takut Kehabisan Duit

Berikut daftar pelatih elit atau top dunia yang tidak takut kehabisan duit alias masih menganggur.
Pengamat Sepak Bola Belanda Sebut Ajax Tak Pikir Panjang untuk Coret Maarten Paes Sebagai Kiper Utama, Akui Marc-Andre Ter Stegen Terbaik Kedua di Belanda

Pengamat Sepak Bola Belanda Sebut Ajax Tak Pikir Panjang untuk Coret Maarten Paes Sebagai Kiper Utama, Akui Marc-Andre Ter Stegen Terbaik Kedua di Belanda

Dalam kemenangan 2-0 tersebut, Maarten Paes hanya duduk di bangku cadangan menyaksikan debut eks Barcelona bersama Ajax
Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Selesai Diperiksa Soal Dugaan Libatkan Anak dalam Promosi Liquid Vape, Youtuber Bigmo Sampaikan Maaf

Selesai Diperiksa Soal Dugaan Libatkan Anak dalam Promosi Liquid Vape, Youtuber Bigmo Sampaikan Maaf

Youtuber Muhammad Jannah atau Bigmo selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Senin (10/8) terkait dugaan melibatkan anak dalam promosi liquid vape dalam tayangan live streaming.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT