Keutamaan dan Ganjaran Berbakti Kepada Orang Tua
- unsplash
ādosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsuā (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik).
Dalam hadits Nafiā bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi Shallallahuāalaihi Wasallam bersabda:
Ų£ŁŲ§ Ų£ŁŲØŁŁŲ¦ŁŁŁ ŲØŲ£ŁŲØŲ±Ł Ų§ŁŁŲØŲ§Ų¦Ų±Ł . Ų«ŁŲ§Ų«ŁŲ§ Ų ŁŲ§ŁŁŲ§ : ŲØŁŁŁ ŁŲ§ Ų±Ų³ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų ŁŲ§Ł : Ų§ŁŲ„Ų“Ų±Ų§ŁŁ ŲØŲ§ŁŁŁŁ Ų ŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ§ŁŲÆŁŁŁ
āmaukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tuaā (HR. Bukhari ā Muslim).
Ternyata Rasulullah SAW berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua.
Bentuk tawassul kepada Allah SWT
Berbakti kepada orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami. Hal ini dapat dilakukan dengan cara bertawassul.Ā
Tawassul artinya mengambil perantra untuk menuju kepada ridho Allh dan pertolongan Allh SWT.Ā
Tawassul artinya mengambil perantara untuk menuju kepada ridha Allah dan pertolongan Allah. Salah satu cara bertawassul yang disyariatkan adalah tawassul dengan amalan shalih. Diantara amalan shalih yang paling ampuh untuk bertawassul adalah birrul walidain atau berbakti kepada orang tua.
Sebagaimana hadits dalam Shahihain mengenai kisah yang diceritakan oleh Rasulullah Shallallahuāalaihi Wasallam mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua yang tertutup batu besar, kemudian mereka bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan mereka, salah satunya berkata:Ā
āYa Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari menggembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajahMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinyaā(HR. Bukhari-Muslim).(awy)
Load more