Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar
- unsplash/imad alassiry
Shalat merupakan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Shalat juga merupakan sarana komunikasi jiwa secara personal bagi manusia kepada Sang Pencipta.
Shalat mempunyai kedudukan yang sangat penting dan mendasar dalam Islam yang tidak bisa disejajarkan dengan ibadah-ibadah yang lain. Bahkan, shalat merupakan hal yang pertama kali akan dihisab di hari pembalasan.
Shalat juga merupakan tolok ukur kualitas amal seseorang. Hal ini disebutkan dalam hadist Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi,Ā
ŁŁŲ¹ŁŁŁ Ų£ŁŲØŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ±ŁŲ©Ł ā Ų±ŁŲ¶ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁ ā Ų ŁŁŲ§ŁŁ : ŁŲ§ŁŁŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ā ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ
Ł ā : (( Ų„ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŲ§ ŁŁŲŁŲ§Ų³ŁŲØŁ ŲØŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŲØŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ
Ł Ų§ŁŁŁŁŁŲ§Ł
ŁŲ©Ł Ł
ŁŁŁ Ų¹ŁŁ
ŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŲ§ŁŲŖŁŁŁ Ų ŁŁŲ„ŁŁ ŲµŁŁŁŲŁŲŖŁ Ų ŁŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁŁŲŁ ŁŲ£ŁŁŁŲ¬ŁŲŁ Ų ŁŁŲ„ŁŁ ŁŁŲ³ŁŲÆŁŲŖŁ Ų ŁŁŁŁŲÆŁ Ų®ŁŲ§ŲØŁ ŁŁŲ®ŁŲ³ŁŲ±Ł Ų ŁŁŲ„ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŖŁŁŁŲµŁ Ł
ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŲ¶ŁŲŖŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł Ų ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŲØŁ ā Ų¹ŁŲ²ŁŁ ŁŁŲ¬ŁŁŁŁ ā : Ų§ŁŁŁŲøŁŲ±ŁŁŲ§ ŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲØŁŲÆŁŁ Ł
ŁŁŁ ŲŖŁŲ·ŁŁŁŁŲ¹Ł Ų ŁŁŁŁŁŁŁ
ŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁŁŁŲ§ Ł
ŁŲ§ Ų§ŁŁŲŖŁŁŁŲµŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ±ŁŁŲ¶ŁŲ©Ł Ų Ų«ŁŁ
ŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŁ Ų³ŁŲ§Ų¦ŁŲ±Ł Ų£Ų¹ŁŁ
ŁŲ§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ ŁŁŲ°ŁŲ§ )) Ų±ŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŲŖŁŁŲ±Ł
ŁŲ°ŁŁŁŁ Ų ŁŁŁŁŲ§ŁŁ : (( ŲŁŲÆŁŁŲ«Ł ŲŁŲ³ŁŁŁ ))
Ā
Abu Hurairah radhiyallahu āanhu berkata, Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda, āSesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Taāala berfirman, āLihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.ā Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.ā (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasaāi, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
Sholat mencegah perbuatan keji dan munkar
Perbuatan keji artinya perbuatan yang bertentangan dengan wahyu. Sedangkan munkar adalah perbuatan yang bertentangan dengan akal. Seperti yang tertuang dalam QS. Al āAnkabut ayat 45.
Ų§ŁŲŖŁŁŁ Ł ŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁŲŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲŖŁ°ŲØŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©ŁŪ Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŁŁ°ŁŲ©Ł ŲŖŁŁŁŁŁ°Ł Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲŁŲ“ŁŲ§Ū¤Ų”Ł ŁŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ±Ł ŪŁŁŁŁŲ°ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ų§ŁŁŁŲØŁŲ±Ł ŪŁŁŲ§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ł Ł ŁŲ§ ŲŖŁŲµŁŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁ
āBacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.ā
Kemenag RI menafsirkan ayat ini bahwa sesungguhnya shalat yang sesuai dengan tuntunan dan berkualitas itu mencegah seseorang dari terjerumus ke dalam perbuatan keji dan mungkar. Hal ini karena substansi shalat adalah mengingat Allah, dan yang mengingat-Nya akan terpelihara dari dosa dan kemaksiatan. Ketahuilah, mengingat Allah, yakni shalat, itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Allah senantiasa mengetahui apa yang kamu kerjakan, baik maupun buruk, dan akan memberikan balasan yang setimpal.
Dikutip dari muslim.ori.id, di dalam shalat seorang hamba, dia akan membaca ayat-ayat Al Quran yang berisi tentang janji dan peringatan Allah SWT, berbagai nasihat dan adab yang mulia, serta peringatan bahwa setiap manusia akan pergi meninggalkan dunia menuju negeri akhirat untuk mendapatkan balasan dari apa yang telah dilakukannya di dunia.Ā
Hal ini akan mencegah seorang hamba untuk sibuk terhadap dunia dan membuat hatinya semakin tunduk kepada Allah Taāala. Oleh karena itu, shalat secara keseluruhan akan menjadi penasihat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar.
Diantara hikmah dari disyariatkannya shalat wajib sehari semalam lima kali dan waktunya tersebar di pagi, siang, dan malam hari adalah terkait pencegahan terhadap perbuatan keji dan munkar ini. Dengan mengulang shalat, seorang hamba diingatkan berulang kali pula supaya semakin jauh dari perbuatan maksiat dan semakin bertambah keimanan di dalam hatinya.
ع٠أب٠ŁŲ±ŁŲ±Ų© Ų±Ų¶Ł Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁ ŁŲ§Ł: Ų¬Ų§Ų” Ų±Ų¬Ł Ų„ŁŁ Ų§ŁŁŲØŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ł Ų³ŁŁ ŁŁŲ§Ł: Ų„ŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŲµŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁŲ ŁŲ„Ų°Ų§ Ų£ŲµŲØŁŲ Ų³Ų±ŁŁ Ų ŁŁŲ§Ł: Ā Ų³ŁŁŁŲ§Ł Ł Ų§ ŲŖŁŁŁŁ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu āanhu beliau berkata,
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu āalaihi wa sallam dan berkata, āSesungguhnya si Fulan shalat di malam hari, tetapi di waktu pagi dia mencuri.ā Nabi shallallahu āalaihi wa sallam bersabda, āSesungguhnya shalatnya tersebut akan menahan dirinya untuk melakukan seperti yang Engkau katakan.ā (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no. 9778, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani)
Adapun apabila seseorang tetap tidak dapat keluar dari perbuatan keji dan munkar walaupun sudah melaksanakan shalat wajib, maka kekhusuan dalam shalatnya perlu dipertanyakan.(awy)
Load more