GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tradisi Unik Malam Takbiran di Berbagai Daerah Indonesia

Malam takbiran adalah tradisi dalam menyambut datangnya Idul Fitri, rupanya beda daerah beda juga tradisi yang ada. Berikut beberapa tradisi takbiran di daerah Indonesia.
Jumat, 29 April 2022 - 16:34 WIB
Foto tradisi Meriam Karbit
Sumber :
  • viva.co.id

Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, kemenangan akan segera diraih. Euforia masyarakat Indonesia sudah hangat terasa bahkan beberapa hari sebelum harinya tiba.

Salah satu bentuk antusiasme warga Indonesia dalam menyambut Idul Fitri biasanya, dilakukan pada malam hari setelah adzan isya berkumandang hingga pada saat waktu sholat Ied tiba di pagi hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan ini dikenal oleh warga Indonesia yang beragama Islam dengan sebutan malam takbiran. Malam takbiran dilakukan semalam suntuk di masjid-masjid sekitar wilayah tempat tinggal masing-masing, sambil melantunkan takbir dengan indahnya. Namun ada juga yang melakukannya dalam bentuk iring-iringan warga atau menyalakan obor. 

Warga Indonesia memang unik, tidak hanya kegiatan yang disebutkan di atas saja, ternyata di berbagai daerah Indonesia lainnya mempunyai tradisi-tradisi unik tersendiri. Berikut beberapa tradisi unik malam takbiran di berbagai daerah Nusantara. 

1. Pontianak - Meriam Karbit

Pada malam takbiran, para warga umumnya menyuarakan takbir dengan semangat dan suara lantang, ditambah dengan pukulan bedug untuk mengiringi alunan takbir. Lain hal dengan di Pontianak, daerah ini para warganya menggunakan meriam untuk memeriahkan takbiran agar menghasilkan bunyi ledakan yang keras.

Meriam ini disebut dengan Meriam karbit. Konon katanya, suara yang dihasilkan dari meriam dapat membuang sial serta mengusir roh-roh jahat yang mengganggu umat Islam pada saat hari kemenangan tiba, sekaligus menjadi pertanda waktu adzan maghrib telah tiba. 

Meriam Karbit dinyalakan di pinggiran Sungai Kapuas Pontianak, meriam dinyalakan sepanjang malam mulai dari adzan maghrib sampai menjelang pagi. Suara dentuman ini akan terdengar berkali-kali dengan durasi waktu yang tidak terbilang lama. 

Namun tradisi ini memiliki kendala, karena untuk mendapatkan bahan baku yang digunakan meriam agar bisa menyala membutuhkan batang kayu bulat yang berukuran besar dengan harga yang cukup mahal. 

 

 

2. Gorontalo - Tumbilotohe 

Berbeda lagi untuk daerah Gorontalo, warga sekitarnya merayakan malam takbiran dengan cara menyalakan lampu minyak yang jumlahnya cukup mencengangkan yaitu ribuan. Nantinya lampu minyak akan disejajarkan pada tanah lapang atau di pekarangan rumah warga sekitar.

Lampu minyak ini disusun dengan sedemikian rapi sampai membentuk sesuatu yang berhubungan dengan Idul Fitri serta agama Islam. misalnya berbentuk ketupat, kaligrafi yang indah, kitab suci Al-Qur’an dan masih banyak bentuk lainnya. 

Pemasangan lampu ini dilakukan pada 3 malam terakhir sebelum hari raya Idul Fitri, dimulai sejak maghrib sampai dengan menjelang subuh.

Kegiatan ini disebut dengan Tumbilotohe, Tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo yang terdiri dari dua suku kata, yaitu tumbilo  yang berarti memasang, dan tohe yang diartikan sebagai lampu. Tohe atau dikenal pula sebagai tohe tutu merupakan lampu tradisional khas dari Gorontalo. 

Tradisi ini dilakukan karena masyarakat Gorontalo percaya, bahwa dengan melakukan tradisi Tumbilotohe ini mereka bisa mendapatkan berkah dari Lailatul Qadar. 

 

 

3. Bengkulu – Ronjok Sayak

Kita bergeser ke daerah Bengkulu yang memiliki tradisi malam takbiran tak kalah unik. Yaitu tradisi Ronjok Sayak yang memiliki arti, ronjok adalah bakar gunung dan sayak yang memiliki arti dari batok kelapa. 

Sesuai namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan menumpuk batok kelapa hingga menyerupai bentuk gunung. Batok kelapa ini disusun bisa sampai setinggi satu meter yang nantinya akan dibakar. 

Tradisi ini dilakukan disetiap halaman rumah masyarakat Bengkulu pada saat malam setelah berlangsungnya sholat isya. Tradisi ini bisa terbentuk karena bermula dari masyarakat Bengkulu yang ingin menciptakan alat penerang sebagai lambang kegembiraan masyarakat sekitar dalam menyambut hari raya Idul Fitri. 

Batok kelapa yang digunakan dalam tradisi ini memberi simbol sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga sebagai doa bagi arwah para leluhur yang telah meninggal. Tradisi Ronjok Sayak ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

 

 

4. Grebeg Syawal - Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak kalah dari daerah lain di Indonesia, masyarakat Yogyakarta ini memiliki tradisi malam takbiran yang istimewa yaitu Grebeg Syawal. Tradisi Grebeg Syawal biasanya dilakukan oleh pihak Keraton Yogyakarta. 

Isi Kegiatan dalam tradisi yaitu, dengan menyusun hasil pertanian dan perkebunan yang disebut gunungan. Gunungan ini nantinya akan diarak keliling Keraton hingga ke Masjid Agung Yogyakarta.

Dalam tradisi Grebeg Syawal  ini biasanya, pihak Keraton membagikan kelengkapan gunungan yang isinya berupa 2.700 tangkai rengginang. Sebelum dibagikan, gunungan ini diarak dengan rute yang telah ditentukan, lalu dibagikan kepada warga ketika kegiatan hajad dalem Grebeg Syawal, yaitu pada hari pertama Idul Fitri.

Tradisi Grebeg Syawal ini dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta sebagai bentuk rasa syukur Sultan atas hadirnya Hari Raya Idul Fitri, setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melakukan Tradisi-Tradisi unik seperti yang tertera pada tulisan di atas, bukan semata-mata untuk memikirkan hal duniawi saja atau menyelenggarakan pesta dengan cara menghambur-hamburkan uang.

Namun menjadi salah satu bentuk cara atau ungkapan rasa syukur dari berbagai daerah di Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi dalam menyambut hari besar bagi umat Islam seluruh Indonesia. (ayu) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Hoki pada Tanggal 17 Mei 2026, Siap-siap Pintu Rezeki Terbuka Lebar

5 Weton yang Diprediksi akan Ketiban Hoki pada Tanggal 17 Mei 2026, Siap-siap Pintu Rezeki Terbuka Lebar

Berdasarkan perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang diramal akan mendapatkan lonjakan keberuntungan luar biasa pada tanggal 17 Mei 2026. Siapa saja?
Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Barang dan Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 35 Orang Luka-luka

Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Barang dan Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 35 Orang Luka-luka

Baru-baru ini beredar kabar terkait detik-detik kecelakaan maut kereta barang dan bus di Bangkok. Ironisnya, kecelakaan maut itu menewaskan 8 orang dan 35 orang
Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Jangkung Ini Bakal Bela Timnas Indonesia

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Striker Jangkung Ini Bakal Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpotensi kedatangan striker muda jangkung bernama Mitchell Baker. Pemain 196 cm yang baru direkrut Colorado Rapids itu disebut masuk proyek John Herdman.
Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Padahal awalnya ingin foto bareng Dedi Mulyadi, bocah asal Tasikmalaya ini justru menangis histeris saat bertemu dengan KDM, kok bisa?
Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

AC Milan bersiap menghadapi bursa transfer musim panas yang diprediksi berlangsung penuh gejolak. Rossoneri disebut tidak akan ragu melepas sejumlah pemain.
Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, mendukung Menteri UMKM yang meminta platform e-commerce menahan kenaikan biaya admin yang membebani pelaku usaha kecil.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT