Kenapa Rasulullah SAW Selalu Menjaga Puasa Senin Kamis? Buya Yahya Ungkap Beberapa Alasannya
- freepik
tvOnenews.com - Puasa Sunnah Senin Kamis merupakan ibadah sunnah selalu dirutinkan Rasulullah SAW. Melalui ibadah ini, ada banyak sekali keutamaannya.
Hal ini sebagaimana dalam hadis riwayat mengenai Puasa Sunnah Senin Kamis selalu dijaga Rasulullah SAW, begini bunyinya:
"Nabi SAW selalu menjaga Puasa Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi & Ahmad).
Buya Yahya menjelaskan alasan Rasulullah SAW menjaga Puasa Senin Kamis. Hal ini berkaitan dengan hari kelahiran beliau.
"Makanya yang tidak bisa mengagungkan kelahiran Nabi, dia harus pahami hadis ini. Kalau tidak ada perlu dan tidak ada nilainya pada kelahiran Nabi, tak perlu disebut," ujar Buya Yahya dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (21/12/2025).
Diketahui, Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Setidaknya bertepatan dengan sekitar 20 April 571 Masehi di Makkah.
Selain itu, Rasulullah SAW merutinkan ibadah sunnah ini lantaran bertepatan dengan penerimaan wahyu pertama beliau. Peristiwa ini telah tercatat di Surat Al-Alaq Ayat 1-5.
Kala itu Rasulullah SAW berkhalwat di Gua Hira. Ia telah menginjak usia 40 tahun. Jika dalam perhitungan lunar, baru sekitar 39 tahun matahari.
"Jadi, kemuliaan ada di saat hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW dan kemudian saat Nabi SAW diutus," jelasnya.
Hadis riwayat yang menyebutkan dari Abi Qotadah al-Anshori RA. Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amalan puasa Senin Kamis. Begini jawaban beliau:
"Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku." (HR. Muslim).
"Maka, para ulama menjelaskan bahwa hari kelahiran Nabi itu diperhatikan, hari kelahiran Nabi itu ada maknanya," tegasnya.
Bahwasanya dalam setiap peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, terdapat Maulid Nabi sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.
"Kita agungkan kelahiran Nabi SAW, maka muncul istilah Maulid Nabi, dan memang kelahiran Nabi adalah raya, maka kita perlu merayakan kelahiran Nabi," bebernya.
Lanjut Buya Yahya, Rasulullah SAW memamerkan dirinya tengah menjalankan ibadah puasa. Khususnya ketika mengabarkan kepada Allah SWT.
"Nabi tidak akan memperhatikan sesuatu ada kelebihannya dan kelebihannya sudah disebutkan tadi, bahwasanya kelebihannya itu di hari kelahiran nabi dan hari disodorkan amal ibadah nabi kepada Allah SWT," ucapnya.
Akan tetapi, Allah SWT Maha Tahu segalanya. Ia telah mengetahui apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW hingga hamba-hamba-Nya.
"Begitulah Allah yang membuat aturan dan jangan protes Allah. Sebab Allah yang mengatur, Allah yang Maha Mengetahui, maka ikuti perintah Allah," tuturnya.
"Jangan bertanya apa yang Allah perbuat, tetapi bertanyalah apa yang engkau kasih untuk Allah SWT," tukasnya.
(hap)
Load more